Daya Beli Lemah Tekan Transaksi Properti, Calon Pembeli Cari Hunian Terjangkau

Jul 30, 2026 - 09:20
 0  2
Daya Beli Lemah Tekan Transaksi Properti, Calon Pembeli Cari Hunian Terjangkau

Pasar properti residensial Indonesia masih menghadapi tekanan signifikan pada semester pertama 2026. Daya beli yang melemah menjadi faktor utama yang menahan peningkatan transaksi jual beli rumah, meskipun minat pencarian hunian justru meningkat.

Ad
Ad

Tren Pencarian Rumah Meningkat Tapi Transaksi Tertahan

Berdasarkan laporan pasar dari Pinhome, rata-rata pencarian rumah pada semester I-2026 naik 13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan ini hanya terjadi pada tahap awal pencarian (top of funnel), dan belum diikuti dengan peningkatan transaksi yang signifikan.

Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, menjelaskan bahwa perlambatan permintaan pasar properti dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang membayangi sepanjang semester pertama tahun ini. Faktor-faktor tersebut antara lain gelombang PHK, kenaikan harga bahan bangunan, dan cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas pembangunan.

"Permintaan memang secara umum melambat pada semester I-2026. Hal tersebut tidak mengejutkan karena tanda-tandanya sudah terlihat," ujar Dayu pada Rabu (29/7).

Konsumen Semakin Selektif dan Beralih ke Hunian Terjangkau

Dalam kondisi tekanan daya beli tersebut, konsumen menjadi lebih selektif dalam memilih hunian. Minat terhadap rumah baru cenderung melemah, sementara rumah siap huni atau properti sekunder menjadi pilihan utama karena dianggap dapat meminimalkan risiko kenaikan harga dan keterlambatan pembangunan.

Selain itu, tekanan daya beli juga mendorong calon pembeli untuk mencari hunian dengan harga lebih terjangkau, terutama di kota-kota penyangga yang memiliki akses transportasi memadai.

Pinhome mengamati adanya perubahan preferensi konsumen yang kini lebih mempertimbangkan keseimbangan antara harga rumah dan kemudahan mobilitas sehari-hari.

Perubahan Preferensi di Berbagai Wilayah Pulau Jawa

Fenomena perubahan pencarian hunian tidak hanya terjadi di kawasan Jabodebek, tetapi juga meluas ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Misalnya, di Yogyakarta, persentase pencarian rumah di Kota Yogyakarta turun dari 23% menjadi 14%, sementara pencarian di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul justru meningkat.

Di wilayah Solo Raya, pencarian rumah di Kota Surakarta cenderung stagnan, sedangkan daerah penyangga seperti Sukoharjo mengalami kenaikan pencarian sekitar 5%-7%, dan wilayah penyangga lain bertumbuh sekitar 4%-6%.

Di Jabodebek, keberadaan Light Rail Transit (LRT) turut meningkatkan daya tarik wilayah penyangga. Prosentase pencarian rumah di Kota Bekasi naik dari 11% menjadi 12%, menunjukkan bahwa akses transportasi modern menjadi faktor penting dalam memilih hunian.

Faktor Pendukung dan Tantangan Pasar Properti 2026

  • Gelombang PHK yang mengurangi kemampuan finansial calon pembeli.
  • Kenaikan harga bahan bangunan yang memperbesar biaya pembangunan rumah baru.
  • Cuaca ekstrem yang menghambat proses konstruksi dan menyebabkan keterlambatan serah terima.
  • Perubahan preferensi konsumen yang kini lebih memilih hunian siap huni dan lokasi strategis dengan akses transportasi.
  • Perkembangan infrastruktur seperti LRT Jabodebek yang meningkatkan daya tarik kota penyangga.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tekanan daya beli yang menahan transaksi properti ini bukan sekedar fenomena sementara, melainkan cerminan kondisi ekonomi makro yang sedang menyesuaikan diri pasca pandemi dan menghadapi tantangan global seperti kenaikan inflasi serta ketidakpastian pasar tenaga kerja. Konsumen yang semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan membeli properti menandakan bahwa pasar properti harus beradaptasi dengan kebutuhan baru yang lebih mengedepankan nilai ekonomis dan kemudahan akses.

Tren pencarian hunian di kota penyangga yang didukung oleh infrastruktur transportasi seperti LRT menunjukkan adanya pergeseran pola urbanisasi dan mobilitas. Ini menjadi peluang besar bagi pengembang dan pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan penyangga sebagai alternatif hunian yang lebih terjangkau namun tetap strategis.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana kebijakan pemerintah, terutama terkait subsidi perumahan dan pengendalian harga bahan bangunan, dapat membantu mengembalikan kepercayaan konsumen dan meningkatkan transaksi properti. Perkembangan infrastruktur transportasi massal juga akan menjadi kunci utama dalam menentukan dinamika pasar properti di Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini mengenai pasar properti, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di Kontan Insight dan mengikuti berita di media terpercaya seperti CNN Indonesia Properti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad