Pemkot Malang Rehabilitasi 357 Penyandang Disabilitas Mental Lewat Program Sosial

Jul 30, 2026 - 16:00
 0  3
Pemkot Malang Rehabilitasi 357 Penyandang Disabilitas Mental Lewat Program Sosial

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berhasil merehabilitasi 357 penyandang disabilitas mental melalui program unggulan seperti Rumah Pijar dan Rumah Peduli Jiwa dan Rasa. Program rehabilitasi sosial ini bertujuan tidak hanya untuk membantu penyandang disabilitas secara langsung, tetapi juga memberdayakan keluarga mereka agar dapat mendukung proses pemulihan secara berkelanjutan.

Ad
Ad

Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga

Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, program rehabilitasi sosial ini berfokus pada penguatan peran keluarga. "Yang masuk program rehabilitasi sosial ada sekitar 357 orang. Tujuan kami adalah memberdayakan keluarga supaya bisa membantu kerabatnya yang mengalami disabilitas mental," ujar Donny saat ditemui di Kota Malang, Kamis.

Donny menambahkan, pemerintah daerah memfasilitasi kebutuhan seperti obat-obatan, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan psikolog dan psikiater bagi penyandang disabilitas mental. Fasilitas ini bersifat sementara dengan durasi maksimal tujuh hari untuk menjalani rehabilitasi dasar.

Proses Rehabilitasi dan Koordinasi dengan Lembaga Terkait

Selama masa rehabilitasi, pemerintah kota melakukan asesmen mendalam terhadap kondisi penyandang disabilitas mental serta memenuhi kebutuhan dasar mereka. Setelah proses ini, penyandang disabilitas diarahkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut.

"Setelah asesmen, kami menunggu penempatan ke UPT provinsi atau Kementerian Sosial karena panti sosial menjadi kewenangan mereka, jadi shelter milik kami sifatnya hanya sementara," jelas Donny.

Untuk penyandang disabilitas yang masih memiliki keluarga, pendampingan berkelanjutan diberikan agar mereka mendapatkan perawatan dan pengobatan yang stabil.

Pelibatan Keluarga sebagai Garda Terdepan Pemulihan

Menurut Donny, pelibatan keluarga merupakan kunci utama dalam proses rehabilitasi karena keluarga menjadi garda terdepan dalam mendampingi aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas mental. Pemerintah Kota Malang berkomitmen untuk mencegah praktik pemasungan dan penelantaran yang selama ini menjadi masalah sosial.

Kasus pemasungan saat ini sudah tidak ditemukan lagi di Kota Malang, bukti keberhasilan program rehabilitasi sosial dan edukasi keluarga. Meski demikian, kasus penelantaran masih terjadi dalam beberapa kasus, namun segera ditangani dengan rehabilitasi sosial agar keluarga kembali menjalankan fungsi pendampingan.

Langkah Pemerintah Kota Malang dalam Menangani Disabilitas Mental

  • Rehabilitasi sosial dasar selama maksimal tujuh hari di shelter milik Pemkot
  • Asesmen kebutuhan dan kondisi penyandang disabilitas mental
  • Koordinasi dengan UPT Provinsi dan Kementerian Sosial untuk penanganan jangka panjang
  • Fasilitasi pengobatan dan pendampingan psikolog/psikiater
  • Pelibatan keluarga sebagai pendukung utama dalam proses pemulihan
  • Pencegahan pemasungan dan penelantaran melalui edukasi dan rehabilitasi sosial

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Pemerintah Kota Malang merehabilitasi 357 penyandang disabilitas mental ini merupakan contoh nyata komitmen daerah dalam menangani isu sosial yang kompleks. Pendekatan berbasis keluarga yang diusung menandai perubahan paradigma dari sekadar penanganan medis menjadi pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

Keberhasilan menghilangkan praktik pemasungan menunjukkan efektivitas program edukasi dan pendampingan keluarga. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga kesinambungan perawatan dan mengatasi stigma sosial yang masih melekat pada penyandang disabilitas mental. Pemerintah daerah perlu memperluas akses layanan psikososial dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar dampak positif ini dapat dirasakan lebih luas.

Perhatian khusus juga harus diberikan pada sistem pendataan dan monitoring kondisi penyandang disabilitas mental agar penanganan tidak terputus dan keluarga mendapatkan dukungan yang cukup. Masyarakat luas pun harus dilibatkan dalam membangun lingkungan inklusif yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terbaru terkait program ini, pembaca dapat mengunjungi sumber resmi yang telah diterbitkan di sini serta mengikuti berita dari Kompas sebagai sumber terpercaya dalam pemberitaan sosial.

Peran aktif masyarakat dan keluarga dalam mendukung penyandang disabilitas mental menjadi kunci keberhasilan jangka panjang program ini. Mari bersama-sama membangun Malang yang lebih inklusif dan peduli.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad