Mentan Ungkap Modus Penipuan Beras Premium, Rugikan Konsumen Rp 100 Triliun

Jul 30, 2026 - 16:40
 0  3
Mentan Ungkap Modus Penipuan Beras Premium, Rugikan Konsumen Rp 100 Triliun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan praktik penipuan kualitas beras premium yang menyebabkan kerugian besar bagi konsumen, mencapai sekitar Rp 100 triliun. Hal ini terungkap dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/7/2026).

Ad
Ad

Menurut Amran, kerugian tersebut dihitung berdasarkan selisih harga antara beras premium yang dijual dengan kualitas sebenarnya yang jauh di bawah standar.

"Total kerugian Rp 98 triliun. Kita hitung detail, itu Rp 99 triliun. Kurang lebih Rp 100 triliun," ujar Amran.

Modus Penipuan Kualitas Beras Premium

Kementerian Pertanian telah melakukan pengujian terhadap 212 merek beras dan menyerahkan bukti-bukti hasil uji tersebut kepada Satgas Pangan. Dari pengujian ini ditemukan bahwa kadar patah beras pada beras premium yang diizinkan pemerintah adalah maksimal 14,5%, namun beberapa sampel menunjukkan kadar patah hingga 59,20%.

Ini berarti beras yang dijual sebagai premium sebenarnya kualitasnya di bawah kelas medium, tetapi tetap dipasarkan dengan harga premium. Amran menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk penipuan yang merugikan konsumen secara besar-besaran.

Permainan Harga Beras Fortifikasi

Tidak hanya beras premium, Amran juga menyoroti adanya permainan harga pada beras fortifikasi. Beras jenis ini adalah beras yang diperkaya dengan nutrisi tambahan seperti vitamin B, B12, asam folat, dan zat besi, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Harga eceran tertinggi (HET) beras premium telah ditetapkan antara Rp 14.900 hingga Rp 15.800 per kilogram sesuai zonasi wilayah. Namun, beras fortifikasi justru dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi, yaitu mencapai Rp 42.000 per kilogram.

Amran menjelaskan perhitungan biaya produksi beras fortifikasi yang sebenarnya:

  1. Beras medium sebagai bahan dasar dihargai sekitar Rp 12.000-13.000 per kilogram.
  2. Penambahan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi memerlukan biaya tambahan Rp 700-1.000 per kilogram.
  3. Sehingga harga wajar beras fortifikasi yang dijual seharusnya sekitar Rp 14.000 per kilogram.

"Kalau ditambah tadi, supaya clear, biaya tambahan Rp 700 sampai 1000 per kilo. Kalau ditambahkan yang zat-zat, B12, itu nilainya Rp 700 per kilogram. Kemudian, dengan menggunakan beras medium, harga ini diproses fortifikasi bisa Rp 14.000, harga HET. Tetapi dijual Rp 20.000. Ada Rp 42.000," beber Amran.

Dampak dan Tindakan Selanjutnya

Penipuan kualitas beras ini tidak hanya merugikan konsumen secara finansial, tetapi juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap produk beras dalam negeri. Pemerintah melalui Satgas Pangan terus menindak tegas pelaku penipuan ini untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas pangan.

Ketua Satgas Pangan juga diharapkan memperketat pengawasan dan memberikan sanksi berat bagi produsen atau distributor yang terbukti melakukan manipulasi kualitas dan harga beras.

Bagi konsumen, penting untuk lebih jeli dalam memilih produk beras dan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan agar bisa segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan modus penipuan beras ini merupakan langkah penting yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas praktik curang di sektor pangan. Kerugian konsumen yang mencapai Rp 100 triliun bukan angka kecil dan mencerminkan betapa besarnya skala manipulasi dalam rantai distribusi beras premium dan fortifikasi.

Masalah kualitas beras yang dinilai premium namun sebenarnya di bawah standar ini juga menimbulkan pertanyaan lebih jauh tentang efektivitas pengawasan produk pangan di tingkat produsen hingga pasar. Jika tidak segera ditangani, kepercayaan publik terhadap produk lokal dapat terus menurun, yang berpotensi mendorong konsumsi produk impor yang bisa mengancam ketahanan pangan nasional.

Ke depan, masyarakat perlu mengawasi dengan seksama perkembangan kasus ini dan mendorong pemerintah agar memperkuat regulasi serta pengawasan mutu produk pangan. Selain itu, edukasi kepada konsumen tentang standar mutu beras sangat penting agar mereka dapat mengenali kualitas produk yang sesungguhnya.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkait kasus ini, Anda dapat membaca berita asli di detikFinance.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad