Dokter Tirta Batasi Aktivitas Media Sosial untuk Cari Kedamaian Diri
Dokter Tirta, yang dikenal luas sebagai sosok vokal dan aktif di dunia digital, mengambil keputusan penting untuk mengurangi aktivitasnya di media sosial, terutama di platform seperti X (sebelumnya Twitter) dan Threads. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari kedamaian batin dan menyeimbangkan kehidupan pribadi menjelang ulang tahunnya yang ke-35 pada 30 Juli 2026.
Mengurangi Interaksi di X dan Threads untuk Kehidupan Lebih Seimbang
Meski membatasi kehadirannya di dua platform tersebut, Tirta Mandira Hudhi, nama lengkapnya, menegaskan bahwa ia tetap akan aktif di media sosial lain seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dengan pembatasan waktu yang lebih ketat. Tujuannya adalah untuk mengurangi sifat impulsif yang kerap muncul saat berinteraksi di media sosial serta mengurangi waktu layar yang selama ini dirasakan sangat tinggi.
"Saya ingin mengurangi sifat impulsif dan lebih damai," ungkap Dokter Tirta. Ia merasa terlalu banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya membuatnya kehilangan momen berharga bersama keluarga, anak-anak, dan teman-teman dekat.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier Dokter Tirta
Lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 30 Juli 1991, Tirta Mandira Hudhi merupakan seorang mualaf dengan latar belakang keluarga berdarah Jawa dan Tionghoa. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diselesaikan dengan predikat cumlaude pada 2013. Berbekal pengalaman sebagai dokter muda di RSUP Dr. Sardjito dan puskesmas, Tirta kemudian melebarkan sayapnya ke dunia bisnis dan konten kreator.
Bisnis cuci sepatu "Shoes and Care" yang didirikannya kini telah memiliki lebih dari 30 cabang di seluruh Indonesia, dengan fokus merekrut pemuda kurang beruntung atau putus sekolah. Selain itu, ia dikenal sebagai influencer yang rajin membagikan edukasi kesehatan dan gaya hidup sehat melalui berbagai platform.
Alasan di Balik Keputusan Membatasi Media Sosial
- Mengurangi impulsivitas: Dokter Tirta menyadari interaksi di media sosial sering memicu reaksi spontan yang tidak selalu produktif.
- Mengurangi waktu layar berlebihan: Tingginya waktu penggunaan media sosial mengganggu kualitas waktu bersama keluarga.
- Menjaga kesehatan mental: Pengalaman menghadapi cyberbullying dan tekanan media sosial mendorongnya untuk mengambil jeda.
- Fokus pada kehidupan personal: Menjelang ulang tahun ke-35, Tirta ingin memberikan hadiah berupa ketenangan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keputusan Dokter Tirta membatasi aktivitas di media sosial merupakan langkah sangat strategis dan relevan di era digital saat ini. Tidak hanya sebagai bentuk self-care, ini juga menjadi contoh bagi publik dan influencer lain untuk lebih bijak mengelola kehadiran di dunia maya. Media sosial yang selama ini menjadi ladang edukasi dan interaksi sekaligus bisa menjadi sumber tekanan mental jika tidak dibatasi dengan tepat.
Langkah ini juga mengingatkan kita bahwa keseimbangan antara kehidupan online dan offline adalah kunci utama untuk menjaga produktivitas dan kebahagiaan. Bagi Dokter Tirta sendiri, ini berarti mengurangi suara dan kontroversi yang sering muncul di platform seperti X dan Threads, dan lebih memfokuskan energi untuk hal-hal yang lebih bermakna secara personal.
Ke depan, publik patut mengamati bagaimana strategi baru ini memengaruhi kualitas konten dan interaksi Dokter Tirta di platform lain seperti Instagram dan YouTube. Ini juga bisa menjadi momentum bagi para kreator konten lain untuk menilai kembali pola konsumsi dan interaksi media sosial mereka demi kesehatan mental yang lebih baik.
Untuk informasi lebih lengkap dan berita terkini, lihat sumber asli di Liputan6 dan berita terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0