Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Pelajari Senjata dari Media Sosial, Ini Faktanya

Aug 10, 2026 - 17:10
 0  9
Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Pelajari Senjata dari Media Sosial, Ini Faktanya

Kepolisian Thailand mengungkap bahwa pelaku penembakan massal di sebuah sekolah di Nonthaburi diduga mempelajari cara menggunakan senjata api melalui media sosial. Insiden tragis ini menewaskan delapan orang termasuk pelaku sendiri yang berusia 14 tahun.

Ad
Ad

Pelaku Pelajari Senjata dari Media Sosial

Menurut pejabat senior kepolisian Thailand, Atthapol Anusit, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku mendapatkan paparan konten kekerasan melalui platform media sosial. Selain itu, faktor lain seperti kecemasan terkait pendidikan, masalah keluarga, dan konflik dengan teman turut memengaruhi tindakan brutal tersebut.

“Penyelidikan sementara menunjukkan paparan konten kekerasan di media sosial, kecemasan terkait pendidikan, persoalan keluarga, serta konflik dengan teman kemungkinan turut memengaruhi aksi pelaku,” ujar Atthapol, dikutip dari MetroTVNews, Senin, 10 Agustus 2026.

Detail Kronologi Penembakan

Pelaku memulai aksinya dengan menembak mati kedua kakek-neneknya di rumah menggunakan pistol milik kakeknya. Setelah itu, ia melanjutkan ke Sekolah Debsirin Nonthaburi dan menembaki guru serta siswa di sana.

Polisi telah memeriksa 17 saksi untuk mengungkap motif kejadian ini. Ketika ditanya apakah penembakan tersebut sudah direncanakan, Atthapol menegaskan bahwa kemungkinan besar aksi ini telah dipersiapkan sebelumnya.

Barang bukti yang disita di antaranya pistol yang digunakan pelaku, selongsong peluru, telepon genggam, dan sebilah pisau yang ditemukan di tas sekolahnya.

Fakta Temuan dari Penyelidikan

  • Pemeriksaan komputer pelaku mengonfirmasi akses terhadap konten kekerasan di media sosial.
  • Tidak ditemukan bukti pelaku pernah mengikuti pelatihan menembak atau berlatih di lapangan tembak.
  • Seorang guru pernah menyita senapan BB yang dibeli pelaku secara daring dan dibawa ke sekolah.
  • Pelaku tinggal bersama kakek-nenek sejak usia dua tahun setelah orang tuanya berpisah.
  • Ibu pelaku menggambarkan anaknya sebagai sosok cerdas dan ceria dengan perilaku normal.

Reaksi Keluarga dan Pemerintah

Ibunya menyatakan kesedihan mendalam karena tidak menduga anaknya melakukan tindakan tersebut. Sementara media lokal melaporkan bahwa ayah pelaku telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, berjanji akan memperketat regulasi kepemilikan senjata api sebagai respons terhadap insiden yang menjadi salah satu penembakan sekolah paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan dan meningkatkan keamanan di lingkungan pendidikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden ini menunjukkan bahaya nyata dari paparan konten kekerasan di media sosial terutama bagi remaja yang sedang dalam masa pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh negatif. Keterlibatan media sosial dalam pembelajaran penggunaan senjata menandakan perlunya pengawasan ketat terhadap konten yang diakses anak-anak dan remaja.

Selain itu, faktor keluarga dan tekanan psikologis remaja juga tidak bisa diabaikan. Kasus ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan orang tua, guru, dan masyarakat dalam mendeteksi dini perubahan perilaku anak yang berpotensi berbahaya.

Perubahan regulasi senjata oleh pemerintah Thailand merupakan langkah tepat, namun harus diiringi dengan program edukasi dan pencegahan kekerasan yang komprehensif. Publik juga perlu mewaspadai semakin mudahnya akses terhadap konten berbahaya secara daring.

Kita perlu terus mengikuti perkembangan kasus ini dan mendukung upaya pemerintah serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja di era digital.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru, kunjungi sumber aslinya di MetroTVNews.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad