Ragam Hoaks Catut Nama Jusuf Kalla di Media Sosial, Simak Faktanya

Aug 13, 2026 - 16:40
 0  6
Ragam Hoaks Catut Nama Jusuf Kalla di Media Sosial, Simak Faktanya

Media sosial kembali diramaikan oleh berbagai hoaks yang mencatut nama Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden Republik Indonesia. Hoaks kali ini tidak hanya berupa berita bohong, tetapi juga video yang disunting menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sehingga seolah-olah Jusuf Kalla memberikan dukungan terhadap program bantuan dana pensiunan. Fenomena ini menambah kekhawatiran akan penyebaran informasi palsu yang semakin canggih dan sulit dibedakan dari fakta.

Ad
Ad

Hoaks Video Jusuf Kalla Dukung Bantuan Dana Pensiunan

Salah satu hoaks yang paling viral adalah video yang menampilkan Jusuf Kalla seolah-olah menyatakan dukungannya terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait program bantuan dana pensiunan. Video ini pertama kali diunggah pada 7 Agustus 2026 oleh sebuah akun Facebook dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform.

"Assalamualaikum saya Pak Jusuf Kalla sangat mendukung program dari Menteri Keuangan Bapak Purbaya Sadewa mengenai bantuan dana pensiunan bagi yang sudah berjasa bagi negara, sangat mendukung sekali" — klaim dalam video hoaks.

Namun, hasil cek fakta dari Liputan6.com membuktikan bahwa video tersebut adalah palsu dan telah diedit menggunakan AI. Jusuf Kalla tidak pernah menyatakan dukungan dalam bentuk video seperti itu. Penyebaran video ini berpotensi menyesatkan publik dan memanipulasi opini masyarakat terkait program pemerintah.

Hoaks Jusuf Kalla Terbang ke Iran untuk Upaya Perdamaian

Selain hoaks video, terdapat klaim lain yang menyebutkan bahwa Jusuf Kalla terbang ke Iran untuk misi perdamaian di tengah konflik Timur Tengah yang sedang memanas. Unggahan ini muncul pada 26 Maret 2026 di Facebook dengan menyertakan foto JK bersama rombongan yang dikatakan sedang dalam perjalanan ke Iran.

"JK dan rombongan dikabarkan terbang ke Iran untuk upaya perdamaian" — klaim yang ternyata tidak benar.

Padahal, setelah dilakukan penelusuran, klaim ini tidak memiliki dasar fakta. Foto yang digunakan adalah dokumen lama dan tidak terkait dengan misi perdamaian ke Iran. Hoaks ini berpotensi menimbulkan salah paham dan spekulasi yang tidak berdasar di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Hoaks Tuduhan Korupsi Jusuf Kalla dalam Kasus BTS Tower

Hoaks ketiga yang mencuat adalah tuduhan bahwa Jusuf Kalla terlibat dalam kasus korupsi pengadaan BTS tower senilai triliunan rupiah. Video yang beredar pada 29 Mei 2023 tersebut menampilkan gambar JK dengan narasi yang menudingnya terlibat dalam skandal korupsi.

"Jvsuf Ka11a Terl1bat K0rupsi B-ts T0wer - Kej4gung T3mukan 2 Tri1iun S4at Penggled4han" — judul video hoaks.

Penelusuran fakta menunjukkan bahwa video tersebut merupakan manipulasi dan klaimnya tidak berdasar. Tuduhan korupsi terhadap JK tidak pernah terbukti dan video itu merupakan bentuk fitnah yang merugikan reputasi mantan Wakil Presiden itu.

Daftar Hoaks Mencatut Nama Jusuf Kalla

  • Video palsu dukungan JK terhadap program bantuan dana pensiunan.
  • Klaim JK terbang ke Iran dalam misi perdamaian Timur Tengah.
  • Tuduhan palsu keterlibatan JK dalam korupsi BTS tower.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Untuk melawan penyebaran hoaks, Cek Fakta Liputan6.com aktif sejak 2018 memberikan literasi media dan verifikasi informasi. Sebagai bagian dari International Fact Checking Network (IFCN) dan mitra Facebook, Cek Fakta Liputan6.com berkomitmen menjaga independensi dan kredibilitas dalam menelusuri kebenaran berita yang beredar di masyarakat.

Jika Anda menemukan informasi mencurigakan yang mencatut nama Jusuf Kalla atau figur publik lain, Anda dapat menghubungi mereka melalui email [email protected] atau chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 untuk verifikasi cepat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, maraknya hoaks yang menggunakan teknologi AI untuk menyunting video tokoh publik seperti Jusuf Kalla menunjukkan trend berbahaya dalam penyebaran disinformasi di Indonesia. Hoaks semacam ini tidak hanya merusak reputasi individu, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Penggunaan AI dalam pembuatan video palsu menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat dan aparat penegak hukum dalam membedakan fakta dan hoaks. Oleh karena itu, edukasi literasi digital kepada masyarakat menjadi sangat penting agar publik semakin kritis terhadap sumber informasi yang diterima.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan platform media sosial untuk memperketat pengawasan konten serta mengembangkan teknologi deteksi hoaks yang lebih canggih. Masyarakat juga dianjurkan untuk selalu melakukan verifikasi melalui sumber resmi dan cek fakta sebelum mempercayai dan menyebarkan berita di media sosial.

Untuk informasi terbaru dan verifikasi hoaks lainnya, Anda bisa mengunjungi laman resmi Liputan6 Cek Fakta dan sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad