BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser ke Dampak Sosial dan Lingkungan

Aug 13, 2026 - 18:55
 0  3
BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser ke Dampak Sosial dan Lingkungan

Pasar modal Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam paradigma investasi. Presiden Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Nurhaida menegaskan bahwa investor kini tidak hanya mengincar keuntungan finansial semata, melainkan juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari dana yang mereka tanamkan. Pernyataan tersebut disampaikan Nurhaida dalam Impact Investment Festival 2026 yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Ad
Ad

"Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar modal. Indonesia membutuhkan modal yang memiliki tujuan untuk mampu menjadi penggerak perubahan," ujar Nurhaida dalam acara tersebut. Perubahan fokus investasi ini sangat krusial mengingat Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan inklusi keuangan.

Instrumen Pasar Modal untuk Investasi Berdampak

Nurhaida menjelaskan bahwa pasar modal Indonesia telah menyediakan berbagai instrumen yang mendukung pembiayaan berdampak. Beberapa instrumen tersebut adalah:

  • Green bond – obligasi yang hasilnya digunakan untuk proyek ramah lingkungan;
  • Sustainability bond – obligasi yang menargetkan keberlanjutan sosial dan lingkungan;
  • Social bond – obligasi yang fokus pada pembiayaan proyek sosial yang berdampak positif.

Instrumen-instrumen ini memungkinkan investor mengarahkan dana mereka ke proyek-proyek yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Selain itu, menurut Nurhaida, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 30 juta sampai 7 Agustus 2026, sementara jumlah perusahaan tercatat sudah melampaui 960 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 11.000 triliun. Angka ini menegaskan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap pasar modal sebagai sarana investasi dan pembiayaan.

Peran YCAB Foundation dalam Mendorong Investasi Berdampak

Selain BEI, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation juga aktif mendorong pengembangan investasi berdampak di Indonesia. Chairwoman YCAB, Lisa Luhur-Schad, menyebutkan bahwa potensi produk investasi berdampak di Indonesia bisa mencapai Rp 30 triliun. Potensi ini menjadi peluang besar bagi pasar modal untuk mendukung kegiatan sosial sekaligus memberikan manfaat investasi bagi masyarakat.

"Kami ingin mengajak pasar modal untuk bersama-sama membuka potensi besar Indonesia dalam mendukung kegiatan sosial melalui produk impact yang dapat menjadikan Indonesia sebagai pemain terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mendekati Rp 30 triliun," kata Lisa.

Nilai tersebut bahkan belum mencakup investasi berdampak dalam bentuk venture fund. YCAB sendiri sudah memiliki pengalaman mengembangkan produk investasi berdampak melalui kerja sama dengan Juara Capital, salah satunya adalah peluncuran reksa dana Juara Empowerment Balance Fund dua tahun lalu yang menghubungkan investasi dengan pemberdayaan masyarakat.

Momentum Penguatan Pasar Modal dan Investasi Berdampak

Lisa menilai bahwa ketangguhan pasar modal Indonesia di tengah tekanan global merupakan momentum yang tepat untuk mendorong investasi berdampak. Pasar modal Indonesia menunjukkan resilience yang positif dengan tren peningkatan yang konsisten.

"Di tengah berbagai ujian tersebut, pasar modal kita justru menunjukkan hal yang sangat positif yaitu ketangguhan. Dan syukurnya belakangan ini terus menunjukkan tren yang meningkat," ujarnya.

Data dan pernyataan ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tidak hanya berperan sebagai tempat perdagangan saham dan obligasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong perubahan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergeseran paradigma investasi yang dipaparkan oleh BEI mencerminkan tren global yang semakin mengedepankan environmental, social, and governance (ESG) sebagai kriteria utama investasi. Hal ini penting karena Indonesia sebagai negara berkembang menghadapi berbagai tantangan multidimensi yang memerlukan solusi inovatif dan pembiayaan yang berkelanjutan.

Instrumen seperti green bond dan social bond bukan hanya sekadar produk keuangan, melainkan juga alat strategis untuk mengajak investor berkontribusi langsung dalam pembangunan berkelanjutan. Namun, tantangan selanjutnya adalah bagaimana memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut agar dampak yang diharapkan benar-benar terwujud.

Lebih jauh lagi, kolaborasi antara institusi seperti BEI dan YCAB menunjukkan bahwa impact investment dapat menjadi game-changer untuk mendorong inklusi sosial dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Publik perlu terus mengamati perkembangan produk-produk investasi berdampak ini, karena potensinya tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberi kontribusi nyata pada perubahan sosial dan lingkungan di Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap dan update tentang tren investasi berdampak ini, kunjungi sumber resmi BEI melalui Liputan6.com dan pantau berita terbaru dari CNN Indonesia Ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad