Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan Selat Hormuz dengan Iran

Aug 18, 2026 - 09:50
 0  4
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan Selat Hormuz dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Oman terkait kesepakatan antara Oman dengan Iran mengenai Selat Hormuz. Trump memperingatkan Oman agar tidak mengganggu kesepakatan tersebut dan bahkan mengancam akan melakukan pemboman jika Oman menghalangi proses tersebut.

Ad
Ad

Ancaman Langsung Trump kepada Oman

Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, 18 Agustus 2026, Trump menyampaikan pernyataan yang mengejutkan dunia internasional. Ia mengatakan, "Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan." Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang semakin memanas antara AS dan Iran terkait kontrol atas Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi pintu gerbang penting bagi perdagangan minyak dunia.

Menurut laporan DetikNews, ancaman Trump ini disampaikan secara terbuka dan mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, mengingat Oman selama ini dikenal sebagai negara yang relatif netral dan menjadi mediator dalam konflik kawasan.

Seruan Trump untuk Iran Menyerah

Selain ancaman kepada Oman, Trump juga menyerukan agar Iran segera menyerah dalam konflik yang sedang berlangsung. Jurnalis Fox News, Trey Yingst, melaporkan melalui media sosial X bahwa Trump meminta Iran untuk mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah. Pernyataan ini menunjukkan sikap keras Trump yang tidak hanya menargetkan Oman, tetapi juga Iran.

Rencana Trump Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Dalam pernyataan sebelumnya yang disampaikan pada 14 Agustus 2026, Trump menegaskan niatnya untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran dalam perang yang sedang berjalan. "Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," tegas Trump saat berkunjung ke Akademi Kepolisian Nassau County di New York.

Trump juga menekankan bahwa blokade AS di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan dan menegaskan, "Tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya." Hal ini mempertegas posisi keras AS dalam mengontrol jalur laut yang sangat vital bagi perdagangan minyak global.

Reaksi Iran dan Ketegangan Berkepanjangan

Pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka bagi kapal-kapal internasional selama AS terus melakukan intervensi dan blokade di kawasan tersebut. Teheran juga menuduh Washington gagal memenuhi ketentuan dalam nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati.

Menanggapi klaim Trump bahwa AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, juru bicara militer Iran, Ibrahim Zolfaqari, menegaskan, "Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran." Pernyataan ini menegaskan ketegangan yang terus meningkat dan potensi konflik yang semakin serius antara kedua negara.

Implikasi dan Dampak Regional

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia. Sekitar sepertiga dari minyak dunia melewati jalur ini setiap hari, sehingga pengendalian atas Selat Hormuz memiliki dampak besar terhadap stabilitas energi global.

  • Peningkatan Risiko Konflik Militer: Ancaman Trump terhadap Oman menambah ketegangan di kawasan yang sudah sarat konflik. Hal ini berpotensi memicu eskalasi militer yang tidak diinginkan.
  • Gangguan Pasokan Minyak Global: Blokade atau konflik di Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan minyak dunia, memicu kenaikan harga energi secara global.
  • Dampak Politik Regional: Negara-negara di Timur Tengah harus bersiap menghadapi dinamika baru yang mungkin mempengaruhi hubungan diplomatik dan keamanan regional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman terbuka dari Presiden Trump kepada Oman merupakan langkah yang sangat kontroversial dan berisiko tinggi. Oman selama ini dikenal sebagai mediator yang berperan penting dalam menjaga kestabilan kawasan Teluk. Ancaman ini tidak hanya dapat merusak hubungan bilateral AS dengan Oman, tetapi juga mengancam keamanan regional secara keseluruhan.

Lebih jauh, niat Trump untuk mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah AS menandai eskalasi kebijakan luar negeri yang agresif dan berpotensi menimbulkan perlawanan keras dari negara-negara kawasan, terutama Iran. Jika konflik ini berlanjut, dampak yang dirasakan tidak hanya pada tingkat regional, tetapi juga global, terutama dalam hal keamanan energi dan stabilitas ekonomi.

Kedepannya, penting bagi para pengamat dan pemerintah dunia untuk memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz dengan seksama. Diplomasi yang lebih intensif dan keterlibatan organisasi internasional menjadi kunci untuk mencegah konflik berskala besar yang bisa mengguncang stabilitas dunia.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, pembaca disarankan mengikuti laporan dari sumber resmi dan media terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad