Studi: Kematian Lalu Lintas Naik 15% Saat Album Musik Besar Rilis

Aug 18, 2026 - 12:35
 0  2
Studi: Kematian Lalu Lintas Naik 15% Saat Album Musik Besar Rilis

Penelitian terbaru dari Harvard Medical School mengungkap fakta mengejutkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Amerika Serikat meningkat sebesar 15,1 persen pada hari rilis album musik besar. Studi ini mengamati 233.809 kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor antara tahun 2017 hingga 2022 dan menemukan korelasi signifikan antara lonjakan streaming musik dan jumlah kecelakaan fatal.

Ad
Ad

Kematian Lalu Lintas Naik Signifikan Saat Album Baru Dirilis

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open pada 17 Agustus 2026, para peneliti mengevaluasi 10 hari sebelum dan sesudah perilisan sepuluh album dengan jumlah streaming hari pertama tertinggi, seperti karya musisi terkenal seperti Taylor Swift, Drake, Bad Bunny, Kendrick Lamar, dan Harry Styles.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada hari perilisan album, rata-rata streaming harian melonjak dari sekitar 86,1 juta menjadi 123,3 juta, atau naik 43 persen. Pada waktu yang sama, rata-rata kematian lalu lintas meningkat dari 120,9 menjadi 139,1 kasus per hari, yang berarti tambahan sekitar 18,2 kematian atau kenaikan 15,1 persen. Jika ditotal untuk seluruh tanggal perilisan, model memperkirakan sekitar 182 kematian tambahan yang terkait dengan fenomena ini.

Para peneliti juga sudah melakukan analisis untuk menghilangkan kemungkinan bahwa lonjakan kematian ini disebabkan oleh faktor lain seperti hari dalam seminggu atau periode liburan yang biasanya ramai perjalanan. Analisis tersebut memastikan bahwa faktor-faktor tersebut tidak menjelaskan peningkatan kematian jalan raya secara signifikan.

Distracted Driving Jadi Faktor Utama, Bukan Musik Itu Sendiri

Meskipun ada korelasi antara perilisan album besar dan peningkatan kematian lalu lintas, studi ini tidak membuktikan bahwa mendengarkan musik secara langsung menyebabkan kecelakaan. Para peneliti menduga bahwa distracted driving—yaitu pengemudi yang terganggu saat mengoperasikan smartphone atau sistem infotainment untuk memilih lagu, mengganti album, atau mencari track berikutnya—merupakan penyebab utama meningkatnya risiko kecelakaan.

Fakta menarik lainnya, peningkatan kematian lebih terasa pada pengemudi muda, laki-laki, kendaraan dengan satu penumpang, dan kendaraan yang dilengkapi dengan sistem infotainment. Pengemudi yang tidak terpengaruh alkohol juga menunjukkan peningkatan risiko yang lebih tinggi pada hari-hari tersebut.

Menurut definisi dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), distracted driving mencakup segala aktivitas yang mengalihkan perhatian pengemudi dari jalan, termasuk penggunaan ponsel, mengutak-atik stereo, dan sistem navigasi atau hiburan dalam mobil. Data tahun 2024 mencatat bahwa kecelakaan akibat pengemudi terdistraksi menyebabkan 3.208 kematian di AS.

Studi sebelumnya yang dipublikasikan dalam jurnal Transportation Research Part F juga mengonfirmasi bahwa musik dapat memengaruhi performa berkendara, dengan efek yang bergantung pada jenis musik, situasi berkendara, dan tingkat gangguan yang ditimbulkan.

Apakah Harus Menghindari Musik Saat Mengemudi?

Penelitian ini tidak menyarankan agar pengemudi sama sekali berhenti mendengarkan musik saat berkendara. Para peneliti justru merekomendasikan agar pengemudi memilih album atau daftar putar musik terlebih dahulu sebelum mulai mengemudi sehingga tidak perlu mengoperasikan perangkat selama perjalanan. Jika perlu melakukan pengaturan musik atau mencari lagu, sebaiknya dilakukan saat kendaraan dalam keadaan berhenti untuk meminimalkan risiko.

Karena metode studi ini bersifat observasional dengan pendekatan quasi-eksperimental, hubungan yang ditemukan belum membuktikan sebab-akibat langsung. Ada kemungkinan faktor-faktor lain yang tidak terukur juga berkontribusi terhadap peningkatan kematian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penelitian ini memberikan peringatan penting tentang risiko yang mungkin belum banyak disadari oleh masyarakat luas terkait kebiasaan menggunakan ponsel dan sistem hiburan saat mengemudi. Lonjakan streaming musik saat perilisan album besar menjadi semacam indeks untuk meningkatnya aktivitas pengemudi yang terdistraksi, yang berujung pada risiko kecelakaan fatal.

Fenomena ini juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi pengembang teknologi otomotif untuk menciptakan sistem infotainment yang lebih aman dan mudah digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi. Selain itu, edukasi publik tentang bahaya distracted driving harus terus digencarkan, terutama kepada pengemudi muda yang cenderung lebih sering menggunakan perangkat digital selama berkendara.

Ke depan, penting juga untuk memantau pola perilaku pengemudi pasca implementasi teknologi baru dan regulasi yang meminimalkan gangguan selama mengemudi. Studi ini membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi solusi efektif dalam mengurangi kecelakaan lalu lintas akibat distraksi digital.

Untuk informasi lebih lengkap, studi ini dapat dilihat di IDN Times dan jurnal JAMA Network Open.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad