Ada Perbedaan Data Korban Gempa Lombok 7 SR, BNPB Beri Penjelasan !

0
298
Copyright©detik

Penjelasan BNPN Terkait Perbedaan Data Korban Gempa Lombok 7 SR !

Indowarta.com – Terdapat perbedaan data mengenai jumlah korban bencana gempa di Lombok yang berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemprov NTB. Dimana BNPB yang menganggap perbedaan data korban tersebut merupakan sesuatu yang wajar saat bencana besar terjadi.

Baca Juga : Menag Minta Warga Doa Bersama untuk Korban Gempa Lombok !

“Kejadian perbedaan data korban selama masa tanggap darurat adalah hal yang biasa,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan, Rabu (8/8/2018).

Sutopo yang menjelaskan hal itu juga pernah terjadi ketika gempa bumi di Sumatera Barat tahun 2009, erupsi Gunung Merapi tahun 2010, tsunami Mentawai tahun 2010 dan beberapa bencara lainnya. Sutopo yang menuturkan, perbedaan tersebut terjadi sebab setiap institusi mempunyai dan mengumpulkan data-data sendiri.

Copyright©liputan6

Kebutuhan kecepatan melaporkan kondisi penanganan bencana saat krisis diperlukan sehingga menggunakan data sendiri. Akhirnya yang terjadi antara satu institusi memiliki data sendiri-sendiri dan berbeda sehingga membingungkan masyarakat,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Sutopo yang menyatakan perlu adanya koordinasi yang intensif antar institusi. Dimana koordinasi tersebut yang dapat disepakati di satu tempat seperti posko utama tanggap darurat.

Untuk itu perlu koordinasi bersama menyamakan data korban bencana. Hal ini dapat disepakati di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, BNPN yang merilis data korban tewas akibat gempa Lombok yang berjumlah 131 orang, sementara Pemprov NTB korban tewas mencapai 381 orang. Lombok Utara yang merupakan daerah terparah terdampak gempa. Sutopo yang juga menyatakan jumlah-jumlah korban itu.

Baca Juga : Bocah 4 Tahun Peringatkan Sebelum Gempa Besar Guncang Lombok !

Data korban meninggal dunia menurut BNPB dan BPBD NTB sebanyak 131 orang untuk wilayah NTB dan Bali hingga Rabu (8/8/2018) siang. Namun data laporan TNI sebanyak 381 orang meninggal dunia. Sementara itu pernyataan Gubernur NTB kepada media jumlah korban meninggal dunia di NTB 226 orang. Basarnas juga 226 orang. Sedangkan data menurut Bupati Lombok Utara korban meninggal dunia di Lombok Utara 347 jiwa berdasarkan pertemuan camat se Lombok Utara,” tutur Sutopo.

Adapun jumlah korban tewas terkini yang disampaikan oleh Gubernur Terpilih NTB Zulkieflimansyah kepada detikcom, Rabu (8/8/2018). Dimana data ini yang diperoleh dari Pemprov NTB yang diperbaharui pada Rabu pukul 15.00 WITA.

Baca Juga : Viral, Video Imam Shalat Tetap Berdiri Tegak di Lombok, Saat Terjadi Gempa !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here