Babe, Kode Baru yang Diungkap oleh KPK dalam Kasus Suap Meikarta !

0
820
Copyright©tempo

KPK Temukan Kode Suap ‘Babe’ di Kasus Proyek Meikarta !

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berhasil mengungkap satu lagi kode suap yang diduga digunakan dalam kasus dugaan suap Meikarta. Dimana Kode tersebut adalah Babe. “Kami menemukan kode baru dalam proses pengurusan izin Meikarta, yaitu Babe,” tandas juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu, 17 Oktober 2018.

Lanjut Baca : Jadi Tersangka Suap Izin Meikarta, KPK Cokok Bupati Bekasi !

Dimana Febri Diansyah yang menuturkan, KPK sampai dengan saat ini yang masih menelusuri orang yang telah menggunakan sandi itu. Atas ditemukannya kode Babe, dipastikan KPK telah mengidentifikasi total ada enam kode suap yang digunakan dalam kasus suap ini. Sementara untuk kode-kode lainnya diperkirakan turut digunakan ialah Melvin, Windu, Tina Toon, Penyanyi dan Susi.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Hak Angket DPR Jadi Bahan Intervensi KPK?
Copyright©liputan6

Hingga detik ini, KPK yang belum membeberkan dengan jelas siapa saja pejabat di Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak swasta yang menggunakan dengan kode-kode itu. sampai dengan saat ini baru diketahui, julukan untuk Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin adalah Susi. Sementara Febri Diansyah yang mengatakan

penggunaan kode suap dalam kasus ini tentunya memiliki tujuan guna menyamarkan atas pembicaraan atas proyek dan untuk menyembunyikan identitas asli dari pelaku. Diketahui, KPK yang telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah serta empat pejabat Pemkab Bekasi yang juga menjadi tersangka dari penerima suap.

Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

WAJIB BACA :  Jadi Tersangka Suap Izin Meikarta, KPK Cokok Bupati Bekasi !

Lanjut Baca : Banyak Kepala Daerah Dicokok KPK, Akhirnya Khofifah Turun Tangan !

KPK yang menduga jika Neneng dan keempat pejabat tersebut yang telah menerima komitmen fee sebanyak Rp13 miliar soal pengurusan perizinan pembangunan fase pertama proyek Meikarta seluas 84,6 hektare. Dari hasil laporan KPK, total pemberian yang telah terealisasi sebanyak Rp7 miliar.

Lantas KPK yang memperkirakan jika uang itu diberikan oleh Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama dan para Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Disini KPK yang telah menetapkan keempat orang itu sebagai tersangka pemberi suap.

Atas Terbongkarnya kasus suap Meikarta bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh KPK di Bekasi dan Surabaya pada Minggu 14 Oktober 2018 hingga Senin, 15 Oktober 2018 dini hari. Adapun Dalam operasi tersebut, KPK yang berhasil menangkap 10 orang dan menyita uang SGD 90 ribu dan Rp513 juta.

Lanjut Baca : Penuhi Panggilan Polisi, Amin Rais Ngaku Bakal Bongkar Kasus Mangkrak di KPK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here