Dari Kacamata Pengamat, Reuni Akbar 212 Bisa Rugikan Prabowo-Sandiaga !

0
809
Copyright©cnnindonesia

Pengamat: Reuni Akbar 212 Kemungkinan Merugikan Prabowo-Sandiaga !

Indoawarta.com – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens yang menganggap bahwa Reuni Akbar 212 hari ini, Minggu 2 Desember 2018, yang dinilai dapat berpengaruh akan banyak hal terutama soal politik elektoral. Dimana salah satunya, ucap dia, reuni 212 yang dinilai mampu memperlemah dukungan terhadap pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lanjut Baca : Prabowo Turut Berduka, Saat Ada Peserta Reuni 212 Meninggal Dunia !

“Ini tergantung bagaimana massa Reuni Akbar 212 melakukan gerakan,” ujar Boni dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2018. Reuni Akbar 212 merupakan peringatan aksi yang terjadi pada 2 Desember 2016.

Reuni 212
Copyright ©tribunnews

Adapun pada waktu itu, agenda Aksi 212 yang mempermasalahkan mantan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disebut telah menistakan agama. Sementara agenda reuni sekarang, yang ditunggangi oleh dukungan pada Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019. Diketahui Reuni 212 kemarin yang dimulai pada pukul 03.00 hingga menjelang 12.00 WIB.

Disisi lain, Boni yang menyatakan, bahwa Reuni 212 yang mampu memperlemah elektabilitas Prabowo apabila massa yang menyatakan dukungan dengan terang-terangan kepada mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut. karena, pungkas dia, gerakan 212 tersebut yang seharusnya memiliki tujuan untuk memperingati aksi 2 Desember 2016 silam,

Bukan adanya gerakan politik demi memberikan dukungannya kepada calon. “Ini akan memicu antipati publik terhadap mereka”.

Lanjut Baca : Diukung oleh Keluarga Pendiri NU, Prabowo-Sandi Optimis Menang di Pilpres 2019 !

Boni yang menuturkan, apabila massa Reuni Akbar 212 yang menyatakan atas dukungan ke Prabowo tersebut juga bisa dinilai sebagai pelanggaran pemilu. Terlebih bahwa Prabowo yang turut hadir dalam acara itu, dapat dikatakan sebagai kampanye pada ruang terbuka yang kemungkinan belum diperbolehkan dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018.

“Ini tergolong suatu pelanggaran kampanye dan tentu merugikan Prabowo-Sandiaga,” kata Boni.

Lantas Boni yang mengatakan, jika Reuni Akbar 212 sebagai gerakan politik yang memiliki tujuan yang menguntungkan kubu oposisi. Karena, Reuni Akbar 212 tersebut yang menangkat wacana yang mengacu pada serangan kepada pemerintah. “Ini murni gerakan oposisi politik dan pasti menguntungkan kubu Prabowo dan Sandiaga,” kata Boni.

Lanjut Baca : Galang Sumbangan Kampanye, Prabowo-Sandiaga Kantongi Lebih dari Rp2 Miliar !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here