Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa, Begini Kata Menteri Bappenas!

0
120
Bambang Brodjonegoro
Copyright©Medcom

Bambang Brodjonegoro Sebut Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa Butuh Waktu Hingga 10 Tahun!

Indowarta.com – Pemerintah Indonesia berencana membentuk badan otoritas untuk mengurus pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke luar Jawa.

Hal ini di sampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) yakni Bambang Brodjonegoro. Ia menyebutkan pemindahana Ibu Kota Negara ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar yakni sekitar 5 sampai 10 tahun dan juga butuh persiapan matang termasuk perencanaan pembangunan infrastruktur.

“Karena multi years, size-nya besar, mau tidak mau ini tidak bisa ditangani oleh tim atau oleh lembaga yang eksisting. Sehingga usulan kami memang semacam badan otoritas,” kata Bambang usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019) di lansir dari Liputan6.

WAJIB BACA :  Cawapres Jokowi Akan Dibahas Usai Pilkada Serentak

Baca juga : Jokowi Mengaku Setuju Ibu Kota Dipindahkan ke Luar Pulau Jawa !

Bambang Brodjonegoro mengatakan badan otoritas nantinya tidak hanya bertugas membangun kantor-kantor pemerintahan di Ibu Kota baru, tapi juga mengawasi pergerakan harga tanah.

“Tugasnya juga mengawasi pergerakan harga tanah. Kita tidak mau harga tanah di kawasan baru tersebut dikontrol oleh pihak swasta. Kalau sudah dikontrol swasta, maka masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan lahan atau pemukiman yang layak,” jelasnya.

Mantan Menteri Keuangan itu menyebut hingga saat ini pemerintah belum menentukan lokasi Ibu Kota yang baru. Hanya saja sudah bisa di pastika Ibu Kota Negara akan di pindahkan ke luar Jawa, mengarah ke kawasan timur Indonesia.

WAJIB BACA :  Ini Alasan Keluarga Sandiaga Uno di Gorontalo Dukung Jokowi Satu Periode Lagi!

Baca juga : Anies Beri Pesan ke Jokowi, soal Rencana Pemindahan Ibu Kota Akibat Banjir ?

Copyright©kompas

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyetujui rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke luar pulau Jawa. Hal ini di sampaikan oleh Jokowi ketika menanggapi laporan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengenai tiga lokasi alternative Ibu Kota baru Indonesia.

Dalam laporannya Bambang menyebutkan tiga lokasi alternative yakni pertama tetap di Jakarta, kedua di sekitar Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Serta yang ketiga di luar pulau Jawa.

“Kalau saya sih alternatif satu dan dua sudah tidak,” ucap Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Jokowi memiliki pertimbangan tersendiri sehingga menolak Ibu Kota di Jakarta atau di pindahkan di sekitar Pulau Jawa. Hal itu di karenakan Jakarta atau Pulau Jawa di sebut sebagai kawasan rawan macet dan banjir.

Baca juga : Begini Tanggapan Anies Baswedan Usai Jajal Bus Listrik Jakarta!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here