Peristiwa Malari, Malapetaka 15 Januari 74 dan Mei 1998 Yang Menyisakan Trauma Jangan Terulang Lagi

Pengalaman pahit itu harus menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk diingat, tetapi untuk diambil pelajaran agar tragedi serupa tid

Peristiwa Malari, Malapetaka 15 Januari 74 dan Mei 1998 Yang Menyisakan Trauma Jangan Terulang Lagi

HarianKami.com --Jangan ada Kerusuhan Lagi di Negeri Ini. Peristiwa Malari 74 dan Mei 1998 cukuplah sudah. Demikian catatan S.S Budi Raharjo, wartawan senior yang pernah meliput tragedi itu.

Setengah abad yang lalu, pada tanggal 15 Januari 1974, Jakarta, Ibu Kota negara, menjadi saksi peristiwa yang kelam. Suasana kota dipenuhi kelabu yang mencekam, dan keheningan terasa menyesakkan.

Anak muda bangsa, para mahasiswa, bersatu dalam demonstrasi besar menentang dominasi investasi asing.

Mereka merasa bahwa investasi asing menggerogoti kedaulatan bangsa, merendahkan potensi lokal, dan merusak martabat Indonesia yang merdeka.

Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka, berkunjung ke Indonesia pada 14 Januari, dan protes mahasiswa menyambut kedatangannya.

Peristiwa ini dikenal sebagai Malari (Malapetaka 15 Januari), yang menyisakan trauma dengan 11 orang meninggal, 137 terluka, dan 750 orang ditangkap.

Pemimpin mahasiswa dihukum, sejumlah tokoh dan akademisi dipenjara. Gerakan ini tak hanya mengguncang Jakarta, tetapi juga bergema di daerah-daerah.

Demikian juga Kerusuhan Mei 1998, sebuah tragedi Pilu di Balik Perubahan Politik Indonesia.

Peristiwa Mei 1998 telah menjadi memori kolektif bagi masyarakat Indonesia, menandai berakhirnya Orde Baru dan munculnya berbagai kerusuhan yang melatarbelakangi perubahan ini.

Puncaknya adalah lengsernya Soeharto pada Kamis, 21 Mei 1998, setelah tuntutan massa yang menyelenggarakan aksi sepanjang bulan Mei 1998.

Meskipun tercapainya tujuan melengserkan hegemoni politik Soeharto, peristiwa Mei meninggalkan sejumlah fakta kelabu yang diwarnai tragedi dan kriminalitas.

Sebelum terjadinya demonstrasi massal di kota-kota besar, aksi di Medan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) pada April 1998 menjadi pemicu awal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow