Survei: 78 Persen Orang Khawatir Cacar Api Ganggu Aktivitas Harian Lansia

Apr 24, 2026 - 10:51
 0  7
Survei: 78 Persen Orang Khawatir Cacar Api Ganggu Aktivitas Harian Lansia

Survei terbaru dari GSK mengungkap bahwa 78 persen orang dewasa usia 50 tahun ke atas merasa khawatir bahwa cacar api (herpes zoster) dapat mengganggu aktivitas harian mereka. Selain itu, 72 persen responden juga takut harus menjalani perawatan rumah sakit dalam jangka waktu lama akibat penyakit ini. Temuan ini memperlihatkan betapa pentingnya perhatian terhadap cacar api, terutama bagi kelompok lansia dan penderita penyakit kronis yang memiliki risiko lebih tinggi.

Ad
Ad

Penyakit Kronis dan Risiko Cacar Api pada Lansia

Survei yang melibatkan 6.000 responden dari 10 negara ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pemahaman dan pengalaman terkait cacar api. Hasilnya menunjukkan bahwa penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, PPOK, HIV/AIDS, kanker, dan autoimun secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena cacar api. Studi klinis global menunjukkan peningkatan risiko cacar api:

  • Penyakit kardiovaskular naik 34 persen
  • Penyakit ginjal naik 29 persen
  • Diabetes naik 38 persen
  • PPOK/asthma naik hingga 41 persen

Di Indonesia, data BPJS Kesehatan mencatat sekitar 390.000 kasus cacar api selama 2015-2022 di sejumlah provinsi besar. Risiko tertinggi dialami pasien HIV/AIDS dengan peningkatan risiko 3,22 kali lipat, diikuti oleh kanker dan penyakit autoimun. Faktor lain yang juga meningkatkan risiko adalah usia lanjut, riwayat cacar api sebelumnya, stres, dan jenis kelamin perempuan.

Menurut dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven, "Risiko herpes zoster memang lebih tinggi pada kelompok imunokompromi seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, dan lansia dengan sistem imun yang melemah."

Beban Kesehatan dan Ekonomi Cacar Api di Indonesia

Selain dampak kesehatan, cacar api juga menimbulkan beban ekonomi yang tidak kecil. Data BPJS menunjukkan bahwa pada tahun 2021, biaya penanganan cacar api mencapai Rp27,1 miliar. Biaya perawatan per kasus pun cukup tinggi, dengan rawat inap mencapai Rp10 juta dan rawat jalan hingga Rp3 juta.

Secara individual, nyeri berat akibat cacar api yang dialami 42 persen pasien dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas harian hingga 33 persen. Namun, survei GSK juga menemukan bahwa 54 persen responden belum pernah membicarakan cacar api dengan dokter mereka, dan hampir setengahnya tidak menyadari hubungan antara penyakit kronis dan risiko cacar api yang lebih berat.

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan Cacar Api

Menurut Reswita Dery Gisriani, Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, kesadaran tentang hubungan antara penyakit kronis dan penurunan kekebalan tubuh yang meningkatkan risiko cacar api masih rendah di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh menurun secara alami dan diperparah oleh penyakit kronis seperti diabetes dan PPOK.

Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang masif sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman publik, khususnya lansia dan penderita penyakit kronis, agar mereka sadar akan pentingnya pencegahan cacar api. Cacar api sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi dan manajemen kesehatan yang tepat, sehingga penyakit ini harus menjadi bagian dari perhatian dalam program healthy ageing.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hasil survei ini menjadi alarm penting bagi sistem kesehatan dan masyarakat luas. Masih banyak orang tua dan penderita penyakit kronis yang kurang menyadari bahaya cacar api yang dapat merusak kualitas hidup mereka. Padahal, dengan beban biaya perawatan yang tinggi dan dampak produktivitas yang signifikan, cacar api bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh.

Selain itu, rendahnya tingkat komunikasi antara pasien dan dokter mengenai cacar api menunjukkan kesenjangan edukasi kesehatan yang harus segera diatasi. Pemerintah dan lembaga kesehatan perlu memperkuat kampanye pencegahan termasuk vaksinasi herpes zoster, terutama bagi kelompok rentan. Langkah ini akan sangat membantu menekan angka kasus sekaligus mengurangi beban ekonomi yang ditimbulkan.

Ke depan, publik harus terus didorong untuk memahami bahwa pencegahan cacar api adalah bagian integral dari menjaga kesehatan lansia dan pasien penyakit kronis. Meningkatkan kesadaran dan akses terhadap vaksinasi akan menjadi kunci untuk mengurangi risiko komplikasi serius dan meminimalisasi gangguan aktivitas sehari-hari akibat penyakit ini.

Untuk informasi lebih lengkap dan lengkap mengenai survei ini, kunjungi sumber asli di IDN Times.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad