Prabowo Usulkan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI 2026
Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Perry Warjiyo. Pengajuan ini dilakukan melalui surat presiden (surpres) yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (10/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa surat presiden tersebut mencantumkan nama Destry sebagai satu-satunya calon Gubernur BI. Selain itu, surpres juga berisi nama calon tunggal Deputi Gubernur Senior (DGS) BI yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Destry, namun nama tersebut belum diungkap secara resmi.
"Secara resmi kami diutus dan ditugaskan menyerahkan beberapa surat presiden ke DPR. Calon definitif Gubernur Bank Indonesia, kalau namanya tunggal satu nama yaitu Ibu Destry," ujar Prasetyo.
Respon Pasar dan Pengaruh Terhadap Rupiah
Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pencalonan Destry sebagai sentimen positif yang mampu menguatkan nilai tukar rupiah. Menurutnya, pengalaman luas Destry di sektor keuangan diyakini dapat menjaga independensi bank sentral serta menjalankan kebijakan makroprudensial dengan baik.
"Calon gubernur tunggal ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Pasar pun merespons dengan menguatkan rupiah secara signifikan," kata Ibrahim.
Berdasarkan data pasar spot pada pembukaan perdagangan Senin (10/8), nilai tukar rupiah terapresiasi 0,48 persen ke level Rp17.800 per dolar AS, memperpanjang tren positif yang sebelumnya menutup pekan lalu di angka Rp17.885 per dolar AS.
Profil Destry Damayanti dan Kariernya
Destry Damayanti, lahir di Jakarta tahun 1963, memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Kariernya dimulai sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1987-1990), lalu berlanjut ke sektor swasta sebagai ekonom Citibank (1997-2000). Selanjutnya, Destry menjabat sebagai Senior Economic Advisor untuk Duta Besar Inggris di Indonesia (2000-2003).
Ia kemudian menduduki posisi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan Chief Economist Bank Mandiri (2005-2015), sekaligus Direktur Eksekutif Mandiri Institute. Pada 2015, Destry menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan juga Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK.
Sejak Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry dipercaya sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, memegang peranan penting menjaga stabilitas dan kebijakan bank sentral.
Proses dan Langkah Selanjutnya
Dengan pengajuan calon tunggal ini, DPR akan segera melakukan proses fit and proper test terhadap Destry Damayanti sebagai bagian dari mekanisme pengangkatan Gubernur BI.
Sementara itu, pengumuman resmi untuk posisi Deputi Gubernur Senior BI yang baru masih dinantikan. Penunjukan posisi ini krusial karena akan mendukung kinerja Gubernur BI dalam mengelola kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
Menurut laporan Fortune Indonesia, langkah ini menunjukkan sinyal positif bagi pasar dan diyakini mampu menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi Bank Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Dengan rekam jejak yang kuat dan pengalaman luas di sektor keuangan, Destry dinilai mampu menjaga independensi BI sekaligus melanjutkan kebijakan makroprudensial yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Selain itu, penguatan rupiah yang terjadi pasca pengumuman ini menandakan pasar merespon positif stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga. Namun, redaksi melihat tantangan besar di depan, seperti bagaimana BI akan menghadapi tekanan inflasi global dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Masyarakat dan pelaku bisnis perlu mencermati proses DPR dalam mengesahkan calon ini, karena keputusan tersebut akan sangat menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Redaksi merekomendasikan pembaca untuk terus mengikuti perkembangan resmi dan analisis mendalam seputar kinerja Bank Indonesia di masa mendatang.
Dengan demikian, pengusulan ini bukan hanya penggantian biasa, melainkan langkah strategis dalam menjaga kredibilitas dan stabilitas ekonomi Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0