Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo, Rocky Gerung Sebut Algoritma Media Sosial Jadi Faktor
Jakarta – Elektabilitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikabarkan unggul atas Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa survei terbaru. Pengamat politik terkenal, Rocky Gerung, memberikan pandangannya bahwa hasil tersebut sangat dipengaruhi oleh algoritma media sosial, bukan hanya oleh persepsi publik secara langsung.
Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Elektabilitas
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Total Politik pada Selasa (11/8), Rocky Gerung menjelaskan bahwa narasi kegagalan pemerintahan Prabowo menjadi latar belakang utama publik mencari alternatif figur yang dinilai lebih kompeten, salah satunya Dedi Mulyadi.
"Kan itu terpengaruh oleh isu bahwa pemerintahan Prabowo gagal ya. Orang cari sesuatu yang masih mungkin untuk tidak gagal dan itu semuanya dipamerkan hanya lewat media sosial," ujar Rocky Gerung.
Rocky menegaskan bahwa persepsi yang terukur lewat survei saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial yang dikendalikan oleh algoritma. Menurutnya, sekitar 50% hasil survei elektabilitas Dedi yang unggul merupakan dampak algoritma yang menampilkan figur-figur tertentu lebih dominan di platform digital.
"Jadi persepsi yang disurvei adalah persepsi bahkan persepsi di media sosial dan media sosial dikendalikan oleh algoritma. Jadi 50% itu adalah hasil algoritma. Itu algoritma semua (Dedi di atas Prabowo)," jelasnya.
Hasil Survei Elektabilitas Terbaru
Survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026 memperlihatkan data menarik:
- SMRC dalam simulasi semi terbuka menunjukkan Dedi Mulyadi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sementara Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 14,5%.
- Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi makin melebar dengan perolehan 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo.
- Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas, meskipun tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% berbanding 88,2% untuk Dedi).
- Tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul dengan angka 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.
Pengaruh Media Sosial dalam Politik Modern
Fenomena di atas menegaskan peran media sosial yang semakin vital dalam membentuk opini publik dan menentukan hasil survei elektabilitas calon pemimpin. Algoritma yang mengatur apa yang dilihat pengguna dapat memperkuat narasi tertentu dan mempengaruhi persepsi secara tidak langsung.
Dalam konteks politik Indonesia yang semakin dinamis, algoritma media sosial menjadi senjata baru dalam persaingan elektabilitas. Hal ini membuka diskusi tentang bagaimana data survei harus diinterpretasikan dengan hati-hati, mengingat pengaruh media digital yang tidak selalu mencerminkan suara mayoritas masyarakat secara langsung.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, klaim Rocky Gerung bahwa algoritma media sosial berperan besar dalam mengangkat elektabilitas Dedi Mulyadi mengandung implikasi penting bagi demokrasi Indonesia. Jika hasil survei sangat bergantung pada algoritma, maka pemahaman publik terhadap calon pemimpin berpotensi bias dan terfragmentasi berdasarkan konten yang dikonsumsi di media sosial.
Hal ini juga menandakan perlunya regulasi dan edukasi terkait literasi digital agar masyarakat dapat membedakan antara opini yang dibentuk algoritma dan persepsi yang benar-benar independen. Selain itu, para calon pemimpin harus memahami betul strategi komunikasi digital agar bisa menyampaikan visi dan misi secara efektif, tidak hanya mengandalkan algoritma untuk 'memenangkan' survei.
Ke depan, penting untuk memantau bagaimana perkembangan elektabilitas ini berlangsung di tengah pergeseran pola konsumsi informasi dan dominasi media sosial. Survei harus dilihat sebagai salah satu indikator, bukan satu-satunya ukuran popularitas dan kelayakan calon pemimpin.
Untuk informasi lebih lengkap, baca artikel asli di Warta Ekonomi dan pantau terus perkembangan politik terkini di sumber berita terpercaya seperti Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0