Ancaman Trump Bombardir Oman Terkait Kesepakatan Selat Hormuz dengan Iran

Aug 18, 2026 - 10:41
 0  5
Ancaman Trump Bombardir Oman Terkait Kesepakatan Selat Hormuz dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman mengejutkan dengan menyatakan akan membombardir Oman jika negara tersebut menghalangi kesepakatan antara AS dan Iran yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Trump saat wawancara dengan Fox News pada Senin, 17 Agustus 2026.

Ad
Ad

Ancaman ini muncul di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Iran dan Oman untuk mengatur masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi titik panas dalam konflik regional antara AS dan Iran. Trump, yang berambisi menguasai jalur penting tersebut, merasa terganggu karena negosiasi ini tidak melibatkan Amerika Serikat.

Konflik Selat Hormuz dan Peran Oman

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, khususnya untuk transportasi minyak. Pada akhir Februari, Iran menutup jalur ini sebagai balasan atas serangan militer AS dan sekutunya terhadap negara tersebut. Setelah itu, Oman dan Iran memulai pembicaraan untuk menetapkan rute pelayaran yang aman di Selat Hormuz tanpa keterlibatan AS, yang menimbulkan kekhawatiran Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Oman sudah memasuki tahap akhir dan menuju finalisasi. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang dan rute pelayaran yang disepakati akan menjadi jalur baru hasil kesepakatan bilateral antara Iran dan Oman.

Isu Keamanan Maritim dan Implikasi Regional

Menurut Baghaei, Iran dan Oman memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan maritim dan navigasi yang aman di Selat Hormuz. Ia juga menyoroti poin kelima dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Iran dan AS pada Juni 2026, yang menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan dilakukan oleh Iran dengan konsultasi kepada Oman dan negara-negara di kawasan.

Baghaei menyatakan bahwa selama 22-23 hari pertama implementasi MoU, jalur utara Selat Hormuz relatif aman dan kapal-kapal dapat melintas. Namun, agresi terhadap Iran terjadi sebelum masa 30 hari berakhir, yang semula direncanakan untuk mengembalikan lalu lintas maritim seperti sebelum perang.

"Negosiasi Teheran dan Muscat bersifat bilateral dan tidak melibatkan pihak ketiga," tegas Baghaei, menambahkan bahwa mereka ingin memastikan Selat Hormuz tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang melakukan agresi terhadap Iran.

Kenapa Trump Mengancam Oman?

Ancaman Trump ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dengan Iran dan sekutunya di kawasan. Dengan Oman yang menjadi mediator dan negosiator dalam pembahasan Selat Hormuz tanpa melibatkan AS, Washington merasa kehilangan pengaruh strategis di jalur vital tersebut.

Trump bahkan menyatakan,

"Jika Oman menghalangi, kami akan mengajar mereka habis-habisan."
Hal ini memperlihatkan sikap keras Trump dalam mempertahankan kepentingan AS di kawasan yang selama ini menjadi ajang persaingan geopolitik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman Trump untuk membombardir Oman merupakan langkah yang dinilai kontroversial dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah. Oman selama ini dikenal sebagai negara yang berperan sebagai mediator damai, dan tindakan agresif terhadap Muscat justru bisa memicu isolasi diplomatik AS di kawasan.

Selain itu, sikap unilateral AS ini berisiko menimbulkan ketidakstabilan baru yang dapat mengganggu kelancaran jalur pelayaran global, terutama di Selat Hormuz yang sangat vital bagi ekonomi dunia. Masyarakat internasional perlu mengawasi dengan cermat perkembangan ini karena konflik yang semakin memanas bisa berdampak luas pada harga minyak dan keamanan maritim internasional.

Ke depan, penting bagi AS untuk mempertimbangkan kembali pendekatan diplomatik yang lebih inklusif dan menghormati peran Oman serta negara-negara regional lain. Negosiasi damai yang melibatkan semua pihak akan jauh lebih efektif dalam menciptakan kestabilan jangka panjang di kawasan yang sarat konflik ini.

Untuk informasi terbaru dan perkembangan lanjut dari situasi ini, pembaca dapat mengikuti laporan resmi dan analisis mendalam yang tersedia di CNN Indonesia dan media internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad