Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik 4 Hari di Laut China Selatan

Aug 18, 2026 - 16:00
 0  4
Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik 4 Hari di Laut China Selatan

Kapal perang Amerika Serikat USS Benfold mengalami insiden mati listrik selama empat hari saat menjalankan operasi rutin di Laut China Selatan pada 24 Juli 2026. Kejadian ini menyebabkan tidak berfungsinya fasilitas penting seperti toilet, dapur, dan penyejuk udara di kapal seberat 10.000 ton tersebut.

Ad
Ad

Kerusakan Mesin dan Dampaknya pada USS Benfold

Menurut Armada ke-7 AS, kegagalan sistem generator menjadi penyebab utama mati listrik pada kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke ini. Juru bicara Armada ke-7, Komandan Angkatan Laut Matthew Comer, menjelaskan bahwa kerusakan teknis tersebut juga membuat USS Benfold kehilangan kemampuan bermanuver secara mandiri selama insiden berlangsung.

"(Ada) kerusakan teknis yang melibatkan generatornya," ujar Comer, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Meski demikian, tidak ada awak yang terluka selama masa mati listrik tersebut. Para awak kapal menunjukkan ketahanan, ketabahan, profesionalisme, dan keteguhan tak tergoyahkan dalam menghadapi situasi sulit ini, menurut pernyataan resmi Armada ke-7.

Bantuan dan Perbaikan Setelah Insiden

Selama empat hari tanpa listrik, USS Benfold menerima bantuan logistik dari kapal-kapal lain dalam Gugus Tempur Kapal Induk USS George Washington, yang berbasis di Jepang. Kapal penjelajah rudal berpemandu USS Robert Smalls memberikan pasokan makanan matang kepada awak Benfold.

Setelah masa kritis tersebut, USS Benfold kemudian ditarik ke Teluk Subic di Filipina untuk menjalani perbaikan. Angkatan Laut AS menyatakan bahwa perbaikan selesai pada 8 Agustus 2026, dan kapal tersebut sudah kembali bertugas.

Konsekuensi dan Konteks Insiden

Insiden mati listrik ini menjadi perhatian di tengah situasi yang menegangkan bagi kapal perang AS di wilayah Indo-Pasifik, khususnya Laut China Selatan yang merupakan kawasan strategis dan sering menjadi sorotan geopolitik.

USS Benfold sendiri sering tergabung dalam kelompok serang kapal induk USS George Washington, yang saat ini sedang menuju ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah bertugas selama lebih dari 260 hari dalam dukungan operasi militer melawan Iran.

Para analis dan anggota parlemen dari Partai Demokrat menyoroti bahwa Angkatan Laut AS kini menghadapi tekanan besar akibat tuntutan operasi militer yang berkepanjangan serta komitmen global yang semakin kompleks.

Pengalaman dan Tekanan Saat Mati Listrik di Kapal Perang

Mantan kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, yang pernah mengalami mati listrik selama beberapa jam di kapal perusak dekat Puerto Rico, menggambarkan situasi mati lampu di kapal perang sebagai kondisi yang sangat menegangkan, di mana perwira operasi khawatir tentang moral kru dan operasional, sementara kru lainnya khawatir soal kebutuhan dasar serta cuaca.

"Saya jamin, empat jam di perairan tenggara Puerto Rico tidak sama stresnya dengan empat hari di Laut China Selatan," ujar Schuster.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden mati listrik yang dialami USS Benfold bukan hanya masalah teknis semata, melainkan juga mencerminkan tekanan besar yang dialami Angkatan Laut AS dalam menjaga kehadiran militernya di wilayah strategis seperti Laut China Selatan dan Indo-Pasifik. Kerusakan mendadak yang menyebabkan hilangnya kemampuan bermanuver kapal perang menunjukkan potensi risiko besar dalam operasi militer yang semakin kompleks dan intensif.

Selain itu, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapan dan pemeliharaan sistem kapal perang yang optimal, mengingat peran penting USS Benfold sebagai bagian dari gugus serang kapal induk dalam menghadapi tantangan geopolitik global. Di tengah peningkatan ketegangan di kawasan tersebut, kejadian ini bisa membuka diskusi lebih luas mengenai kesiapan teknis dan strategi Angkatan Laut AS dalam mempertahankan dominasi maritimnya.

Ke depan, publik dan pengamat militer harus memantau bagaimana Angkatan Laut AS merespons dan memperbaiki manajemen risiko teknis agar insiden serupa tidak terulang, terutama mengingat semakin banyaknya operasi yang dijalankan di perairan yang penuh ketegangan politik dan militer. Hal ini menjadi kunci agar kapal-kapal perang AS tetap bisa menjalankan tugasnya dengan efektif tanpa mengorbankan keselamatan awak dan stabilitas regional.

Untuk perkembangan lebih lanjut terkait isu ini, pembaca dapat mengikuti laporan resmi dari Angkatan Laut Amerika Serikat dan sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad