AS Teken Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi, Ini Tanggapan Netanyahu dan Dampaknya

Jul 23, 2026 - 09:32
 0  2
AS Teken Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi, Ini Tanggapan Netanyahu dan Dampaknya

Amerika Serikat resmi meneken kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, sebuah langkah yang memicu reaksi kuat terutama dari kalangan politik Israel. Kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu, 22 Juli 2026 ini membuka peluang bagi perusahaan AS untuk mengembangkan program nuklir sipil dan membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi.

Ad
Ad

Meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi terkait kesepakatan ini, kritik keras datang dari sejumlah politikus lawan dan mantan pejabat Israel. Mereka menilai kerja sama tersebut berpotensi menimbulkan risiko besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan Israel.

Kritik Politik Israel terhadap Kesepakatan Nuklir AS-Arab Saudi

Mantan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Liberman, yang juga pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, menyatakan melalui akun X (sebelumnya Twitter) bahwa program nuklir sipil untuk Arab Saudi berisiko berubah menjadi program senjata nuklir. Ia memperingatkan bahwa hal ini dapat memicu perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali di seluruh Timur Tengah.

Sementara itu, Yair Golan, Ketua Partai Demokrat Israel dan purnawirawan jenderal militer, menyebut kesepakatan ini menciptakan realitas berbahaya bagi Israel. Golan menilai Netanyahu gagal memanfaatkan kesempatan normalisasi hubungan dengan Arab Saudi dan malah memungkinkan Riyadh memperoleh kemampuan nuklir.

Implikasi Kesepakatan Nuklir Terhadap Normalisasi Israel-Arab Saudi

Menurut Yoel Guzansky, peneliti senior di Institute for National Security Studies (INSS), kerja sama nuklir ini terkait erat dengan proses normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Namun, peristiwa serangan Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dan konflik lanjutan telah menghilangkan prospek normalisasi tersebut.

Guzansky menambahkan bahwa mengingat pemerintahan sayap kanan di Israel saat ini, kondisi politik sangat tidak mendukung terwujudnya normalisasi hubungan dengan Riyadh. Dari sisi Arab Saudi, kesepakatan ini dianggap menguntungkan karena mereka memperoleh program nuklir tanpa memberikan kompensasi politik kepada Israel.

Risiko Proliferasi Nuklir dan Model Saudi

Kesepakatan ini juga berpotensi menciptakan preseden baru di kawasan, yang disebut Guzansky sebagai "model Saudi". Model ini bisa menjadi referensi bagi negara-negara lain di Timur Tengah untuk menuntut kerja sama nuklir serupa, yang pada gilirannya dapat memperbesar risiko proliferasi nuklir di kawasan.

Meski Israel diperkirakan sulit menghentikan perjanjian ini, Guzansky menyebut masih ada ruang bagi Israel untuk memperbaiki isi kesepakatan melalui jalur legislatif di Kongres AS, misalnya dengan memperkuat mekanisme pengawasan dan inspeksi nuklir.

Kesepakatan Nuklir di Tengah Ketegangan AS-Iran

Kerja sama nuklir AS dan Arab Saudi terjadi di saat ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat. Salah satu tujuan utama AS di kawasan adalah melucuti senjata nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman utama keamanan regional.

Menurut laporan CNN Indonesia, detail resmi dokumen kerja sama nuklir AS-Saudi belum dirilis secara lengkap, sehingga publik dan para pemangku kepentingan masih menunggu penjelasan lanjutan mengenai cakupan dan batasan kesepakatan tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penandatanganan kerja sama nuklir antara AS dan Arab Saudi merupakan langkah strategis yang memiliki dampak kompleks bagi dinamika politik dan keamanan Timur Tengah. Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat posisi Riyadh dalam bidang teknologi nuklir sipil, tetapi juga membuka peluang bagi ketegangan baru terkait potensi proliferasi senjata nuklir di kawasan yang sudah penuh konflik.

Dalam konteks hubungan Israel-Arab Saudi, kesepakatan ini bisa menjadi game-changer yang menghambat normalisasi hubungan kedua negara. Netanyahu yang selama ini berupaya menjaga dominasi Israel di kawasan kini menghadapi tantangan baru dari sekutu dekatnya, AS, yang memilih memperluas kerja sama dengan Riyadh.

Ke depan, penting bagi komunitas internasional untuk memantau perkembangan implementasi kerja sama nuklir ini, khususnya mekanisme pengawasan dan transparansi yang diterapkan. Jika tidak, risiko perlombaan senjata nuklir dan eskalasi ketegangan di Timur Tengah akan semakin nyata. Pembaca disarankan untuk terus mengikuti berita terbaru terkait kebijakan nuklir dan dinamika politik kawasan agar mendapat gambaran lengkap atas konsekuensi jangka panjang kesepakatan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad