PDIP Tegaskan Biaya Politik Tinggi Bisa Diatasi dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung

Jul 4, 2026 - 02:00
 0  2
PDIP Tegaskan Biaya Politik Tinggi Bisa Diatasi dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Giri Ramanda Kiemas, menegaskan bahwa berbagai kelemahan dalam pelaksanaan Pilkada secara langsung tidak boleh dijadikan alasan untuk kembali menggunakan sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau Pilkada tak langsung. Menurutnya, persoalan seperti tingginya biaya politik dan maraknya praktik politik uang harus diselesaikan melalui perbaikan regulasi, bukan dengan mengubah sistem demokrasi yang sudah berjalan selama ini.

Ad
Ad

Tantangan Biaya Politik dalam Pilkada Langsung

Banyak pihak mengkritik sistem Pilkada langsung karena dianggap menimbulkan beban biaya politik yang sangat tinggi. Dalam konteks ini, biaya politik yang dimaksud berkaitan dengan dana yang harus dikeluarkan peserta pemilihan untuk berkampanye, logistik, hingga berbagai bentuk pengeluaran yang terkadang membuka peluang politik uang.

Giri Ramanda Kiemas menilai bahwa masalah ini memang nyata, namun bukanlah alasan yang tepat untuk mengembalikan sistem Pilkada ke DPRD. Ia menekankan perlunya memperkuat regulasi dan pengawasan sebagai solusi utama.

"Memang pilkada langsung ada kelemahan. Kelemahan ini harus kita perbaiki. Perkuat regulasinya, perkuat pengawasan agar pemilu yang kita harapkan jujur dan adil serta bersih bisa terjadi," ujar Giri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Perbaikan Regulasi sebagai Solusi Utama

Menurut Giri, fokus utama harus diarahkan pada pembenahan regulasi yang mengatur penyelenggaraan Pilkada. Hal ini meliputi pengetatan mekanisme pengawasan untuk mencegah praktik politik uang dan penyalahgunaan dana kampanye.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran kampanye dan politik uang.
  • Peningkatan transparansi dalam pendanaan kampanye.
  • Pemberian edukasi kepada masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh politik uang.
  • Pemanfaatan teknologi untuk pengawasan dan pelaporan pelanggaran pemilu.

Giri juga menyinggung bahwa tingginya biaya politik sebenarnya bisa ditekan seminimal mungkin jika sistem pengawasan dijalankan dengan efektif dan konsisten.

Menolak Kembalinya Sistem Pilkada Tak Langsung

Beberapa kalangan mengusulkan agar Pilkada kembali diadakan secara tak langsung melalui DPRD, dengan alasan dapat memangkas biaya politik yang tinggi. Namun, Giri menolak gagasan tersebut karena dinilai berpotensi mengurangi kualitas demokrasi dan menghilangkan hak rakyat untuk memilih langsung pemimpin daerahnya.

Ia menegaskan bahwa sistem Pilkada langsung memberikan ruang yang lebih luas bagi partisipasi masyarakat dan menjaga akuntabilitas pejabat publik kepada konstituen mereka secara langsung.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perdebatan mengenai sistem Pilkada memang sudah lama menjadi isu penting dalam demokrasi Indonesia. Namun, argumen bahwa tingginya biaya politik menjadi alasan utama untuk kembali ke Pilkada tak langsung adalah langkah mundur dalam proses demokratisasi.

Solusi yang ditawarkan PDIP melalui perbaikan regulasi dan pengawasan merupakan pendekatan yang lebih konstruktif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat aturan dan meningkatkan transparansi, maka potensi penyalahgunaan dana serta praktik politik uang bisa diminimalisasi.

Ke depan, masyarakat dan legislator harus mengawasi proses reformasi regulasi ini agar Pilkada tetap berjalan demokratis, bersih, dan berbiaya efisien. Jika tidak, risiko kembalinya sistem yang menghilangkan suara rakyat bisa berdampak negatif bagi kualitas pemerintahan daerah di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca berita lengkapnya di SINDOnews.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad