FCC Blokir Robot dan Inverter Asing Baru karena Risiko Siber yang Mengancam

Jul 30, 2026 - 15:00
 0  2
FCC Blokir Robot dan Inverter Asing Baru karena Risiko Siber yang Mengancam

Federal Communications Commission (FCC) pada tanggal 28 Juli 2026 secara resmi menambahkan kategori baru berupa robot bergerak yang diproduksi di luar negeri dan inverter tenaga jaringan ke dalam Daftar Terlindungi (Covered List) mereka. Langkah ini mencegah model-model baru dari kedua kategori tersebut mendapatkan otorisasi peralatan yang diperlukan untuk impor, pemasaran, atau penjualan di Amerika Serikat.

Ad
Ad

Meski demikian, perangkat yang sudah mendapatkan otorisasi sebelumnya tetap boleh dijual dan perangkat yang sudah dimiliki masyarakat tidak akan terpengaruh oleh kebijakan baru ini. Selain itu, pembelian dan penggunaan perangkat tersebut oleh lembaga pemerintah federal juga tidak terhambat oleh keputusan FCC ini.

Ketentuan dan Kebijakan FCC Terhadap Perangkat Terdampak

Perangkat yang sudah disetujui sebelumnya tetap dapat menerima pembaruan keamanan dan kompatibilitas yang memenuhi syarat. Namun, perangkat yang masuk dalam kategori baru ini dikecualikan dari prosedur sertifikasi untuk perubahan kelas I dan kelas II yang bersifat permisif.

Pada hari yang sama, Kantor Teknik dan Teknologi FCC memberikan pengecualian sementara hingga 1 Januari 2029 untuk perubahan perangkat lunak dan firmware yang bertujuan menambal kerentanan dan meningkatkan kompatibilitas dengan sistem operasi berbeda.

Produsen dapat mengajukan permohonan Persetujuan Bersyarat (Conditional Approval) melalui FCC. Untuk perangkat robotik, persetujuan dapat diberikan oleh Departemen Perang AS (DoW), sementara inverter tenaga dapat disetujui oleh DoW atau Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS). Batas akhir pengajuan aplikasi adalah 1 Januari 2028.

Definisi dan Kriteria Perangkat yang Masuk Daftar

Kedua kategori ini tidak dibatasi oleh merek ataupun negara asal tertentu. Berdasarkan dua penilaian keamanan nasional yang dikirim ke FCC pada 27 Juli, istilah "produk asing" merujuk pada barang yang tidak memenuhi syarat sebagai "produk domestik" menurut standar Buy American pada 48 CFR 25.101(a).

Adapun definisi robot mencakup perangkat mekanis bergerak yang mampu melakukan lokomosi di tanah, menghindari rintangan, atau bernavigasi secara mandiri, serta dapat dioperasikan dari jarak jauh menggunakan perintah manusia atau data sensor. Robot tersebut harus memiliki berat lebih dari 4,4 pon (2 kg) termasuk dok atau stasiun pengisian, membawa sensor lingkungan, dan mendukung komunikasi kabel atau nirkabel dengan kecepatan minimal 200 kbps dua arah.

Robot juga harus menjalankan perangkat lunak secara lokal atau jarak jauh untuk mengendalikan gerakan, persepsi, pengumpulan data, atau perintah kendali jarak jauh. Perangkat lunak ini meliputi firmware serta model kecerdasan buatan atau pembelajaran mesin.

Untuk inverter tenaga, definisinya meliputi sistem yang mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) atau sebaliknya, dan mengandung komponen untuk komunikasi jarak jauh, kontrol, penginderaan, pengumpulan data, atau pemantauan.

Alasan dan Bukti Keamanan di Balik Kebijakan FCC

FCC tidak menyajikan daftar produsen atau model secara spesifik dalam paket kebijakan ini. Penentuan cakupan perangkat didasarkan pada kriteria produksi dan teknis, meskipun dokumen penilaian menyebutkan vendor, produk, dan insiden tertentu sebagai bukti pendukung.

Dalam penilaian robot, ada tiga laporan keamanan yang dijadikan referensi:

  • Penemuan pada awal 2026 oleh peneliti yang mampu mengakses umpan kamera, audio mikrofon, dan peta denah rumah dari ribuan robot rumah tangga.
  • Penelitian UniPwn yang mendokumentasikan empat kerentanan Bluetooth Low Energy (BLE), termasuk CVE-2025-35027, yang memungkinkan eksekusi perintah root pada unit Go2, B2, G1, dan H1 serta potensi penyebaran melalui BLE.
  • CVE-2025-2894 yang memungkinkan kendali jarak jauh penuh pada robot quadruped Unitree Go1 melalui layanan CloudSail dengan menggunakan API key yang benar.

FCC menyatakan kategori robot ini mencakup "robot bergerak seperti humanoid dan quadruped." Namun, pengecualian diberikan untuk kendaraan jalanan terkoneksi, peralatan rel, pesawat tanpa awak, kendaraan bawah air tanpa awak, perangkat medis dan mobilitas yang diatur FDA, serta lengan industri tetap seperti SCARA, gantry, dan delta. Perangkat di luar pengecualian tersebut yang memenuhi kriteria akan masuk dalam daftar.

Untuk inverter, FCC menyoroti risiko akses jarak jauh yang dapat digunakan untuk mematikan perangkat, mencuri data, mengawasi, atau mendukung serangan siber terhadap infrastruktur kritis. Penelitian SUN:DOWN dari Forescout menemukan 46 kerentanan pada produk Sungrow, SMA, dan Growatt, yang berpotensi memungkinkan manipulasi armada dan ketidakstabilan jaringan listrik, walaupun belum terjadi gangguan nyata.

Penilaian tersebut juga mengutip Idaho National Laboratory terkait risiko rantai pasokan dan konektivitas jarak jauh, ERCOT tentang potensi keruntuhan jaringan listrik secara cepat dalam skenario terburuk, serta satu kasus di mana produsen asing mematikan inverter secara jarak jauh setelah sengketa dengan distributor AS, tanpa menyebut nama perusahaan tersebut.

Konteks dan Dampak Kebijakan FCC

FCC menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan preventif terhadap risiko rantai pasokan dan bukan karena adanya kampanye eksploitasi aktif terhadap robot atau inverter yang sudah digunakan.

Ini merupakan tindakan ketiga yang menyasar kategori perangkat secara luas setelah penambahan drone asing pada Desember 2025 dan router konsumen pada Maret 2026 ke dalam Daftar Terlindungi FCC.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan FCC ini menunjukkan peningkatan keseriusan pemerintah AS dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital. Dengan memasukkan robot dan inverter tenaga asing ke dalam Daftar Terlindungi, AS mempertegas bahwa keamanan rantai pasokan teknologi bukan hanya urusan teknis, tetapi juga isu strategis dan nasional.

Langkah ini akan berdampak besar pada produsen dan importir perangkat teknologi asing yang ingin masuk pasar AS, memaksa mereka untuk meningkatkan standar keamanan atau menghadapi pembatasan ketat. Di sisi lain, konsumen dan industri yang bergantung pada teknologi ini harus waspada terhadap potensi gangguan layanan dan implikasi keamanan jangka panjang.

Ke depan, pengawasan lebih ketat terhadap teknologi yang berpotensi membahayakan keamanan nasional dan infrastruktur kritis akan menjadi norma baru. Para pembaca disarankan untuk mengikuti perkembangan regulasi ini dan menyiapkan strategi mitigasi risiko siber yang komprehensif.

Untuk informasi lebih lengkap dan pembaruan terkait, Anda dapat membaca artikel sumbernya langsung di The Hacker News atau mengikuti berita dari lembaga resmi terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad