Kemenkes Sebut Banyak Anak SD Alami Gula Darah Tinggi, Ini Bahayanya

Jul 31, 2026 - 14:21
 0  3
Kemenkes Sebut Banyak Anak SD Alami Gula Darah Tinggi, Ini Bahayanya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kesehatan anak usia sekolah dasar (SD). Data terbaru menunjukkan banyak anak SD kini memiliki kadar gula darah tinggi, sebuah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa jika tidak segera ditangani.

Ad
Ad

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan bahwa temuan ini berasal dari berbagai pemantauan kesehatan yang dilakukan oleh Kemenkes. Menurutnya, kondisi ini cukup mencemaskan karena seharusnya anak-anak usia SD memiliki kadar gula darah yang normal karena aktivitas fisik mereka yang relatif tinggi.

"Anak-anak SD itu kadar gula darahnya sudah tinggi. Kita telah temui indikasi awalnya, padahal seharusnya itu pada anak-anak kan kadar gula darahnya normal, aktivitasnya banyak," ujar Nadia seperti dikutip dari Detik.

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih pada Anak

Kondisi gula darah tinggi pada anak-anak menjadi sinyal penting bahwa konsumsi gula harus mendapat perhatian serius. Nadia menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak sejak usia dini guna mencegah lonjakan masalah kesehatan di masa depan.

"Kalau kita tidak melakukan segera policy-policy untuk menjaga konsumsi atau melakukan pengendalian gula, garam, lemak, ya dari tren anak-anak kita saja sudah kelihatan seperti ini," ujarnya.

Batas Normal Kadar Gula Darah pada Anak

Untuk memahami seberapa tinggi kadar gula darah yang ditemukan, berikut adalah batas normal gula darah pada anak berdasarkan kelompok usia:

  • Anak di bawah usia 6 tahun: sekitar 100-200 mg/dL
  • Anak usia 6-12 tahun: sekitar 70-150 mg/dL
  • Remaja di atas 12 tahun: di bawah 140-180 mg/dL

Jika kadar gula darah anak melebihi batas tersebut, pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan untuk mendiagnosis penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Risiko Penyakit Kronis di Usia Dewasa

Nadia mengingatkan bahwa kadar gula darah tinggi sejak kecil tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit serius lainnya di kemudian hari. Paparan gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.

"Jika dari kecil saja gula darahnya sudah tinggi, maka dalam usia 40 tahun, dia (berpotensi) akan terkena (penyakit) jantung, stroke, ginjal. Karena teorinya, gula itu kan memengaruhi pembuluh darah," jelas Nadia.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang salah kaprah memandang bahwa diabetes hanya berisiko menyebabkan komplikasi seperti luka atau pembusukan kaki. Padahal, dampak penyakit ini sangat luas dan bisa menyerang seluruh sistem pembuluh darah tubuh.

"Dulu kita kan pikir kalau orang jantung, stroke, (terjadi pada) orang yang hipertensi saja. Tapi sekarang ternyata orang dengan sakit DM (Diabetes Melitus) itu bisa terkena serangan jantung. Penyakit gula itu adalah mother of disease ya," tambahnya.

Upaya Pencegahan dan Pola Hidup Sehat

Untuk mencegah risiko penyakit tidak menular sejak dini, Nadia menekankan pentingnya membiasakan pola makan sehat dan membatasi konsumsi makanan serta minuman tinggi gula pada anak-anak. Selain itu, aktivitas fisik secara rutin juga sangat dianjurkan.

Langkah-langkah ini dianggap krusial agar tren penyakit tidak menular yang semakin mengkhawatirkan di usia muda bisa ditekan dan kesehatan generasi muda tetap terjaga.

Menurut laporan CNN Indonesia, perhatian serius dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar masalah ini tidak semakin memburuk.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan kadar gula darah tinggi pada anak SD ini adalah alarm kesehatan yang harus segera ditindaklanjuti. Jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah dan masyarakat, beban penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung akan semakin meningkat di masa depan, menimbulkan tekanan besar pada sistem kesehatan nasional.

Lebih dari sekadar angka statistik, fenomena ini mencerminkan perubahan gaya hidup anak-anak yang semakin dipengaruhi oleh konsumsi gula berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Masyarakat perlu segera mengubah pola makan dan kebiasaan sehari-hari anak agar risiko ini dapat ditekan.

Ke depan, pembaca harus mengawasi perkembangan kebijakan pengendalian konsumsi gula dan edukasi kesehatan anak yang digalakkan pemerintah. Selain itu, peran aktif orang tua dan lingkungan sekolah sangat penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan terhindar dari penyakit tidak menular sejak usia dini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad