Kerentanan Azure Cosmos DB Bocorkan Kunci Platform untuk Akses Semua Database

Jul 30, 2026 - 21:00
 0  2
Kerentanan Azure Cosmos DB Bocorkan Kunci Platform untuk Akses Semua Database

Kerentanan serius pada Azure Cosmos DB baru-baru ini terungkap dan berpotensi memungkinkan penyerang meloloskan diri dari sandbox query Gremlin serta memperoleh akses baca dan tulis penuh ke database lintas tenant pelanggan. Temuan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber Wiz, yang menamai rangkaian eksploitasi tersebut sebagai CosmosEscape.

Ad
Ad

Bagaimana Eksploitasi CosmosEscape Bekerja

Menurut Wiz, rantai eksploitasi ini dimulai dari sebuah query Gremlin yang dirancang khusus yang dijalankan pada database Gremlin yang mereka kendalikan sebagai penyerang. Dari titik ini, mereka berhasil mengeksekusi kode pada gateway multi-tenant Cosmos DB, yang kemudian mengekspos kunci tanda tangan platform serta direktori akun regional. Dengan informasi ini, para peneliti dapat menemukan target tertentu dan mengambil kunci utama akun yang memberikan akses penuh ke seluruh sumber daya dalam akun tersebut.

Wiz menyebutkan bahwa gateway tersebut dapat mengakses kunci yang memungkinkan mendapatkan kunci utama untuk akun manapun di seluruh tenant, wilayah, dan API Cosmos DB, termasuk SQL, MongoDB, Cassandra, dan Gremlin.

Respons dan Tindakan Microsoft

Microsoft langsung menutup titik masuk Gremlin yang rentan dalam waktu 48 jam setelah laporan November 2025. Perbaikan menyeluruh untuk seluruh wilayah selesai pada Juli 2026, termasuk penghapusan kunci platform yang rentan itu. Microsoft juga menyatakan bahwa tidak ada aktivitas tidak sah yang ditemukan di luar pengujian yang dilakukan oleh Wiz, serta tidak ada data pelanggan yang diakses.

Microsoft menegaskan bahwa pelanggan tidak perlu melakukan tindakan tambahan apapun terkait masalah ini.

Detail Teknis dan Implikasi Keamanan

Menurut penjelasan teknis dari Wiz, mesin Gremlin kustom Cosmos DB menerjemahkan query Gremlin menjadi kode .NET yang dijalankan di dalam lingkungan terbatas. Namun, pembatasan tersebut gagal memperhitungkan fitur .NET reflection, yang memungkinkan peneliti membangun kemampuan baca dan tulis file serta akhirnya mengeksekusi kode arbitrer.

Setelah eksekusi kode berhasil, penyerang dapat mengakses DB Gateway, komponen yang menjalankan query pelanggan di cluster multi-tenant Azure Service Fabric. Walaupun database pelanggan tidak disimpan di cluster ini, gateway dapat mengambil kunci utama untuk akun Cosmos DB yang diminta.

Selain itu, penyerang juga dapat mengakses database regional bernama Config Store yang berisi nama akun Cosmos DB, identitas langganan dan tenant, pengaturan jaringan, dan tag-tag lain. Ini memungkinkan penyerang untuk menemukan akun organisasi tertentu dan mengambil kunci utama mereka.

Wiz juga memperingatkan bahwa rantai eksploitasi ini bisa mengakses akun yang bersifat privat dan terisolasi secara jaringan karena gateway yang terkompromi menjalankan pembatasan jaringan dari dalam layanan.

Potensi Dampak pada Produk Microsoft

Dokumentasi Microsoft menunjukkan bahwa data pesan Teams disimpan di Cosmos DB, sementara postingan rekayasa Microsoft menyebut bahwa Copilot menyimpan query dan riwayat percakapan pengguna di sana. Meskipun database ini mungkin berpotensi diakses, Wiz tidak melaporkan adanya pengambilan data tersebut selama pengujian.

Aspek yang Belum Terungkap

Belum diketahui kapan mesin Gremlin rentan dan jalur kunci tanda tangan ini mulai digunakan secara produksi, serta berapa lama potensi paparan sebelum diperbaiki. Microsoft juga belum mengungkap detail periode log yang diperiksa selama tinjauan keamanan.

Khususnya, tidak ada CVE atau skor tingkat keparahan yang diterbitkan untuk celah ini. CosmosEscape berbeda dari kerentanan Cosmos DB sebelumnya seperti ChaosDB dan CosMiss yang melibatkan fitur Jupyter Notebook.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini menegaskan bahwa meskipun layanan cloud besar seperti Azure Cosmos DB menawarkan skalabilitas dan kemudahan, mereka tetap rentan terhadap eksploitasi kompleks yang memanfaatkan celah teknis mendalam. Eksploitasi ini menunjukkan bagaimana kombinasi kelemahan dalam sandboxing dan pengelolaan kunci dapat berakibat fatal, memungkinkan akses lintas tenant yang sangat berbahaya.

Meski Microsoft telah merespons cepat dan belum ditemukan aktivitas jahat selain pengujian dari Wiz, kasus ini harus menjadi peringatan bagi penyedia layanan cloud dan pengguna untuk terus meningkatkan proteksi data dan audit keamanan. Terutama, penting bagi organisasi yang menggunakan Cosmos DB untuk tetap mengikuti pembaruan dan memastikan praktik keamanan terbaik.

Kedepannya, publik dan pengguna Azure perlu mengawasi apakah Microsoft akan meningkatkan transparansi terkait durasi kerentanan dan tindakan mitigasi pasca-insiden. Selain itu, pelaporan teknis lengkap yang akan dipresentasikan Wiz di Black Hat USA 6 Agustus mendatang wajib diantisipasi untuk pemahaman lebih mendalam.

Untuk informasi lebih rinci, dapat mengakses laporan asli di The Hacker News dan mengikuti berita keamanan teknologi terkini di sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad