Donald Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Berikutnya

Jul 23, 2026 - 11:50
 0  3
Donald Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Berikutnya

Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, secara mengejutkan mengusulkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagai kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Usulan ini muncul jelang pemilihan penting yang akan menentukan pengganti António Guterres dari Portugal, yang akan pensiun pada akhir Desember 2026.

Ad
Ad

Trump dan Hubungannya dengan Gianni Infantino

Gianni Infantino, pria kelahiran Swiss berusia 56 tahun, dikenal luas di dunia sepakbola internasional. Ia membangun hubungan dekat dengan Donald Trump terutama melalui penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat dan negara tetangga. Bahkan, pada Desember 2025, Infantino memberikan Hadiah Perdamaian FIFA perdana kepada Trump sebagai bentuk penghormatan.

Menurut sumber yang dekat dengan Trump dan dilansir New York Post, Trump memandang Infantino sebagai sosok yang dihormati di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan orang-orang. Hal ini menjadi alasan utama Trump mengajukan nama Infantino untuk posisi tertinggi di PBB tersebut.

Proses Pemilihan Sekjen PBB dan Tantangannya

Posisi Sekjen PBB memang sangat strategis dan penuh tantangan. Untuk benar-benar menjadi Sekjen, Infantino harus mendapat dukungan dari minimal 15 anggota Dewan Keamanan, termasuk lima anggota tetap yang memiliki hak veto. Setelah itu, perlu konfirmasi oleh Majelis Umum PBB.

Saat ini, terdapat tujuh kandidat yang masuk dalam bursa calon Sekjen PBB, yang menurut sumber internal digambarkan sebagai kandidat "lemah". Kandidat lain yang juga bersaing antara lain mantan Presiden Chili, Michelle Bachelet, yang kemungkinan mendapat penolakan dari AS, dan Rafael Grossi dari Argentina, Direktur Badan Energi Atom Internasional, yang menghadapi isu sensitif terkait Kepulauan Falkland yang disengketakan dengan Inggris, salah satu anggota tetap Dewan Keamanan.

Implikasi Usulan Trump dan Potensi Perubahan Politik PBB

Usulan Trump terhadap Infantino ini berpotensi mengubah pola tradisional pemilihan Sekjen PBB yang biasanya berasal dari kawasan Amerika Latin atau Karibia. Terakhir kali kawasan ini diwakili adalah oleh Javier Pérez de Cuéllar dari Peru pada periode 1982-1991.

Beberapa sumber meyakini bahwa meskipun PBB memiliki kebijakan tidak tertulis untuk merotasi jabatan tinggi antar wilayah geografis, hal tersebut tidak otomatis menghalangi Infantino untuk memperoleh nominasi. Ada kemungkinan Infantino mendapatkan dukungan dari beberapa negara yang menilai kepemimpinannya di FIFA sebagai prestasi global yang signifikan.

Belum Jelas Keinginan Infantino dan Langkah Selanjutnya

Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah Gianni Infantino sendiri menginginkan posisi Sekjen PBB tersebut dan sejauh mana Donald Trump telah membahas hal ini secara langsung dengan Infantino. Namun, langkah Trump ini menunjukkan adanya peluang besar, terutama jika dibandingkan dengan kandidat lain yang dianggap kurang kuat.

Jika Infantino benar-benar maju dan berhasil mendapatkan dukungan, ini akan menjadi perubahan besar dalam sejarah PBB, mengingat latar belakangnya yang berasal dari dunia olahraga dan bukan diplomasi tradisional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, usulan Donald Trump mengangkat Gianni Infantino sebagai calon Sekretaris Jenderal PBB adalah sebuah langkah yang tidak konvensional namun strategis. Trump tampaknya memanfaatkan popularitas dan jaringan global Infantino yang luas, terutama setelah sukses bersama FIFA dan Piala Dunia 2026, untuk memperkenalkan figur baru yang bisa membawa dinamika berbeda di PBB.

Jika berhasil, Infantino dapat membawa pendekatan yang lebih segar dan lintas sektor ke dalam organisasi internasional yang selama ini didominasi oleh diplomat karier. Namun, tantangan terbesar tetaplah mendapatkan dukungan politik dari negara-negara anggota Dewan Keamanan, terutama dari lima anggota tetap yang memiliki hak veto.

Ke depan, publik dan pengamat internasional patut mengamati proses pemilihan Sekjen PBB ini dengan seksama, karena hasilnya tidak hanya akan mempengaruhi kebijakan global, tetapi juga mengindikasikan arah perubahan dalam mekanisme pemilihan pemimpin organisasi dunia. Apakah sepakbola dan diplomasi bisa bersatu dalam satu figur? Waktu yang akan menjawabnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad