Alat AI Suara Jadi Favorit Joanna Stern Setelah Setahun Menggunakan AI untuk Segalanya
Joanna Stern, seorang jurnalis teknologi ternama, mengintegrasikan berbagai aplikasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai aspek kehidupannya selama setahun penuh saat menulis buku berjudul "I Am Not a Robot". Dari berbagai eksperimen yang dilakukan, Stern menemukan bahwa alat AI suara adalah yang paling membantu dan tetap ia gunakan hingga saat ini.
Pengalaman Joanna Stern dengan AI Selama Setahun
Sebagai mantan jurnalis Wall Street Journal dan pendiri media teknologi New Things, Joanna Stern tidak hanya mencoba satu atau dua aplikasi AI secara terpisah. Ia benar-benar menyelami penggunaan AI dalam hampir segala hal—mulai dari mesin pemotong rumput, kacamata pintar, hingga bahkan aplikasi AI yang berperan sebagai "pacar" virtual. Semua pengalaman ini didokumentasikannya secara mendalam dalam bukunya I Am Not a Robot: My Year Using AI to Do (Almost) Everything.
Namun dari semua perangkat dan aplikasi AI yang dicoba, Stern menyadari bahwa beberapa alat tidak memberikan manfaat yang signifikan dan akhirnya tidak digunakan lagi, seperti alat pelipat kaos otomatis dan robot rumah tangga tertentu. Namun, satu alat yang tetap bertahan dan terus digunakan adalah alat AI berbasis suara.
Kenikmatan Berkomunikasi dengan AI Suara
Stern mengembangkan kebiasaan berbicara dengan ChatGPT melalui mode suara, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan chatbot AI secara lisan dan menerima balasan berupa suara.
"Saya hampir setiap hari berbicara dengan ChatGPT saat berkendara,"ujar Stern kepada CNBC Make It, kebiasaan yang tetap ia lakukan meskipun bukunya sudah terbit.
Saat menulis bukunya, Stern menggunakan ChatGPT dan Claude untuk membuat "BookBots"—bot AI khusus yang terhubung dengan garis besar, riset, dan transkripnya untuk melakukan berbagai tugas seperti mengedit naskah, menganalisis data, dan membantu brainstorming. Ia sering berbicara dengan BookBots ini melalui AirPods agar tetap fokus dan terorganisir.
Berbicara sebagai cara untuk memproses ide-ide terasa sangat alami, kata Stern, dan seringkali memicu munculnya gagasan baru. Ia menambahkan, suara AI terdengar sangat manusiawi dan respons yang diberikan terus membaik selama setahun penggunaan.
Stern juga menyebutkan bahwa menggunakan AI suara mengurangi tekanan karena tidak ada rasa malu jika salah eja atau berbicara tidak jelas.
"AI tidak benar-benar menghakimi saya,"ujarnya.
Manfaat AI Suara untuk Produktivitas dan Fokus
Stern mengenang satu momen saat ia sedang mengemudi dengan kepala dipenuhi ide-ide, dan anaknya tengah menonton film di kursi belakang. Saat itu, ChatGPT menjadi 'teman curhat' untuk mengurai tema besar bukunya. Meskipun ia merasa agak sedih berbicara dengan bot seolah-olah itu teman, hal ini justru membantunya mengurangi kecemasan dan bisa lebih menikmati waktu bersama anaknya di pantai.
Sebelum eksperimen ini, Stern biasanya mendengarkan podcast atau musik saat bepergian, sehingga ketika ide muncul, ia sulit mengembangkan atau memprosesnya. Dengan teknologi AI suara, ia bisa menggunakan waktu perjalanan untuk mempersiapkan sesuatu.
Stern masih rutin menggunakan mode suara saat berjalan atau berkendara di New York untuk brainstorming atau mempersiapkan pertanyaan wawancara. Menurutnya, AI suara membantu meningkatkan produktivitas dan meminimalkan kecemasan sebelum pertemuan atau wawancara penting.
Keunggulan lain yang dirasakan Stern adalah kemampuan untuk tetap fokus tanpa terganggu oleh layar yang penuh notifikasi.
"Suara memungkinkan saya untuk berkonsentrasi dan mengeluarkan ide-ide,"katanya.
Selain itu, AI selalu tersedia kapan saja, sehingga saat Stern hanya punya waktu sebentar antara satu rapat dan rapat berikutnya, ia bisa langsung berdiskusi dengan AI tanpa harus menunggu orang lain menjawab panggilan telepon.
Tips Joanna Stern Menggunakan AI Suara
Stern menyarankan agar pengguna baru AI suara tidak merasa harus sempurna saat menggunakan alat ini.
"Gunakan AI saat kamu hanya ingin melempar ide atau brainstorming. Tidak perlu sempurna,"ujarnya.
Eksperimen Stern ini juga datang di saat banyak perusahaan mulai mendorong karyawannya untuk mengadopsi teknologi AI. Menurut survei CNBC dan SurveyMonkey pada Mei 2026, 57% karyawan sudah menggunakan AI di tempat kerja, dan 73% pengguna AI harian atau mingguan merasa produktivitas mereka meningkat.
Namun, para ahli mengingatkan agar selalu memeriksa ulang hasil yang diberikan AI karena bisa saja informasi yang dihasilkan tidak akurat atau dibuat-buat (hallucination). Psikolog juga memperingatkan agar chatbot AI tidak menggantikan hubungan sosial manusia.
Stern pun mengingatkan, "Kita harus ingat bahwa AI bukan manusia. Jangan sampai kita tertipu oleh kemiripannya."
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengalaman Joanna Stern selama setahun menggunakan AI secara intensif menggambarkan bagaimana teknologi ini semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan modern. Pilihan Stern untuk tetap mempertahankan penggunaan alat AI suara menyoroti tren penting dalam pemanfaatan AI sebagai asisten berpikir dan produktivitas yang efisien.
Keunggulan AI suara dalam membantu proses kreatif, pengelolaan ide, dan mengurangi kecemasan sebelum presentasi menunjukkan bahwa AI bukan hanya alat otomatisasi, tetapi juga dapat menjadi mitra kolaborasi yang memperkaya cara manusia bekerja. Namun, redaksi juga mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keterbatasan teknologi ini, terutama soal keakuratan data dan pentingnya interaksi manusia.
Ke depan, pengguna dan perusahaan harus terus mengeksplorasi cara mengintegrasikan AI secara bijak, memanfaatkan kelebihan AI suara sebagai alat pendukung tanpa mengabaikan peran manusia dalam pengambilan keputusan dan komunikasi personal. Fenomena ini menjadi cerminan awal bagaimana AI dapat menjadi pengubah permainan dalam berbagai bidang, terutama komunikasi dan produktivitas sehari-hari.
Untuk informasi lengkap mengenai pengalaman Joanna Stern dan alat AI yang ia gunakan, kunjungi artikel aslinya di CNBC.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0