Amazon Wajibkan Penjual Labeli Gambar AI Setelah Aturan Baru di New York

Jul 24, 2026 - 09:07
 0  3
Amazon Wajibkan Penjual Labeli Gambar AI Setelah Aturan Baru di New York

Amazon kini mewajibkan para penjual pihak ketiga untuk memberi label pada setiap foto atau video produk yang menampilkan orang yang dihasilkan oleh AI. Langkah ini merupakan respons langsung atas diberlakukannya hukum baru di New York yang mengatur pengungkapan saat iklan menggunakan "performer sintetis" sebagai pengganti aktor manusia.

Ad
Ad

Aturan Baru Amazon dan Implikasinya

Amazon menginformasikan kebijakan baru ini kepada para penjual pada hari Rabu, sebagaimana tercantum dalam salinan pengumuman yang diperoleh oleh CNBC. Dalam kebijakan tersebut, para penjual diharuskan menandai setiap gambar dan konten "A+" — yang mencakup video dan grafik pada halaman produk — dengan kata kunci metadata khusus sebelum mengunggahnya ke platform.

"Legislasi terbaru mengharuskan pengungkapan apabila gambar atau video dalam iklan mengandung orang fotorealistik yang dihasilkan AI," tulis Amazon dalam pengumuman tersebut.

Hukum di New York yang mulai berlaku bulan lalu ini mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan jika "performer sintetis" digunakan menggantikan aktor manusia dalam iklan. Istilah ini merujuk pada media digital yang menampilkan sosok yang tampak seperti manusia nyata. Gubernur New York, Kathy Hochul, menyebutnya sebagai hukum "pertama di negara bagian" yang mengatur transparansi semacam ini.

"Tanpa pemberitahuan bahwa konten yang dilihat publik bukan nyata, performer sintetis AI dan media yang dimanipulasi dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk membedakan fakta dari fiksi," ujar kantor Gubernur Hochul dalam rilis resminya.

Kriteria dan Pengecualian Amazon

Amazon menegaskan bahwa kewajiban pelabelan ini tidak berlaku untuk konten yang menampilkan karakter televisi, video game, atau film, maupun konten yang menampilkan orang asli meskipun telah diubah menggunakan teknologi AI. Perusahaan juga menyebut akan menambahkan indikator khusus pada halaman produk yang menampilkan orang hasil AI, jika diperlukan, untuk memberi tahu konsumen.

Namun, hingga kini, belum jelas kriteria pasti yang digunakan Amazon untuk menentukan kapan label tersebut akan muncul bagi pembeli.

AI dalam Ekosistem Amazon dan Penjualannya

Amazon sendiri telah mengintegrasikan teknologi AI secara luas dalam berbagai aspek bisnisnya. Mulai dari mengoptimalkan judul dan detail produk agar lebih mudah ditemukan oleh sistem AI, hingga menghadirkan asisten belanja bernama Alexa for Shopping yang baru-baru ini direbranding. Bahkan, fitur pencarian Amazon kini mampu menampilkan produk yang dihasilkan AI secara real-time berdasarkan kueri pengguna.

Para penjual pihak ketiga yang menggunakan AI untuk membuat teks, gambar, dan konten lainnya di halaman produk mereka juga semakin meningkat, sebagian besar memanfaatkan alat yang disediakan oleh Amazon sendiri. Penjual pihak ketiga ini adalah tulang punggung utama bisnis ritel Amazon, menyumbang lebih dari 60% dari total penjualan di marketplace Amazon.

Regulasi AI di Amerika Serikat dan Praktik Transparansi

Sampai saat ini, belum ada regulasi federal yang mewajibkan perusahaan mengungkapkan penggunaan konten AI dalam iklan. Namun, sejumlah negara bagian mulai mengambil langkah lebih awal untuk meningkatkan transparansi. Misalnya, California yang mewajibkan penyedia AI besar menanamkan watermark pada gambar, video, atau konten lain yang dihasilkan AI sejak awal tahun ini.

Selain Amazon, platform besar seperti Meta, TikTok, Pinterest, dan YouTube Google juga telah menambahkan label pada konten yang dihasilkan AI. Meski demikian, TikTok dan Meta sempat mendapat kritik karena dianggap kurang ketat dalam melabeli iklan yang menampilkan influencer AI yang mempromosikan produk yang meragukan, terkadang tanpa sepengetahuan merek terkait.

Menurut laporan CNBC, TikTok telah mengambil langkah untuk melarang akun yang menyebarkan klaim kesehatan menyesatkan, sementara Meta secara aktif melabeli video yang dihasilkan AI.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kebijakan Amazon ini merupakan langkah penting dalam mendorong transparansi penggunaan teknologi AI dalam e-commerce. Dengan menandai konten yang menampilkan synthetic performers, konsumen dapat lebih waspada dan membedakan mana gambar produk yang benar-benar menampilkan manusia asli dan mana yang hasil rekayasa digital. Ini juga menjadi preseden bagi platform digital lain untuk mengikuti jejak dalam menetapkan standar etik dan transparansi.

Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasi dan pengawasan. Amazon harus memastikan sistem pelabelan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga efektif dalam mengidentifikasi dan memberi tahu konsumen secara akurat. Jika tidak, risiko misinformasi dan penyalahgunaan AI dalam iklan tetap tinggi.

Ke depan, kita perlu mengamati bagaimana regulasi serupa akan berkembang di tingkat nasional dan internasional, serta bagaimana Amazon dan platform lainnya menyesuaikan kebijakan mereka seiring kemajuan teknologi AI. Transparansi yang lebih besar akan membantu membangun kepercayaan konsumen sekaligus mendorong inovasi yang bertanggung jawab di ranah digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad