Phishing Asuransi Kini Berubah Jadi Pembajakan Akun Real-Time, CTM360 Ungkap Cara Baru Penjahat Siber

Jul 25, 2026 - 17:50
 0  2
Phishing Asuransi Kini Berubah Jadi Pembajakan Akun Real-Time, CTM360 Ungkap Cara Baru Penjahat Siber

Penelitian terbaru dari CTM360 mengungkap perubahan drastis dalam metode phishing yang menargetkan industri asuransi. Jika dulu para pelaku kejahatan siber hanya mengumpulkan username dan password untuk disalahgunakan di kemudian hari, kini mereka melangkah lebih jauh dengan real-time account hijacking atau pembajakan akun secara langsung saat korban sedang melakukan login.

Ad
Ad

Asuransi Jadi Target Menarik dengan Akses Digital yang Meluas

Perkembangan layanan digital di sektor asuransi, seperti pembelian polis, pengajuan klaim, dan pengelolaan akun secara daring, membuatnya semakin menarik bagi penjahat siber. Berbeda dengan serangan pada perbankan yang fokus pada transaksi finansial, akun asuransi berisi data pribadi lengkap, dokumen identitas, serta metode pembayaran yang bisa dimanfaatkan untuk penipuan lebih luas.

CTM360 mengidentifikasi kampanye phishing terkoordinasi yang menyasar berbagai penyedia asuransi di beberapa wilayah, dengan fokus utama di Arab Saudi, serta aktivitas yang tersebar di Eropa, Amerika Serikat, dan India. Kampanye tersebut menggunakan infrastruktur yang sama untuk berbagai merek asuransi dengan bahasa dan branding yang disesuaikan tiap pasar lokal.

Salah satu temuan penting adalah penggunaan iklan berbayar Google sebagai vektor utama serangan. Alih-alih mengandalkan email phishing atau SMS, pelaku membeli iklan yang muncul saat pengguna mencari penawaran asuransi, seperti "Bandingkan penawaran asuransi mobil" atau "Asuransi pihak ketiga termurah". Iklan tersebut mengarahkan korban ke situs phishing yang sangat mirip dengan portal resmi asuransi, lengkap dengan branding dan alur kerja yang meyakinkan.

Menariknya, infrastruktur situs phishing ini bersifat disposable—menggunakan pembuat situs web dan hosting gratis seperti GitHub Pages, Netlify, Hostinger, Wix, dan layanan cloud lainnya. Domain yang digunakan acak dan tidak mirip dengan merek asuransi memungkinkan serangan berganti-ganti dengan cepat, menghindari deteksi konvensional.

Phishing Kini Berubah Menjadi Pembajakan Akun Real-Time

Melangkah lebih jauh dari sekadar pencurian data, phishing modern ini mengintervensi proses autentikasi secara langsung. Saat korban memasukkan data login dan OTP (One-Time Password), data tersebut langsung diteruskan ke portal asuransi asli oleh pelaku secara real-time. Hal ini memungkinkan pelaku melewati sistem autentikasi multi-faktor seketika, membuka sesi akun tanpa disadari korban.

CTM360 menamai kit phishing yang digunakan dalam serangan ini sebagai InsureOTP Kit, sebuah platform canggih yang mendukung:

  • Pengawasan korban secara real-time
  • Dashboard administrasi backend
  • Alur kerja persetujuan manual
  • Pelacakan sesi
  • Integrasi dengan Telegram Bot
  • Komunikasi API backend langsung
  • Penanganan OTP secara langsung

Beberapa varian menggunakan API Telegram Bot untuk menerima data korban secara instan, sementara yang lain mengirimkan data ke server backend yang dikendalikan pelaku. Bahkan, ada mekanisme untuk meminta OTP ulang jika autentikasi gagal, sehingga usaha pembajakan bisa berlanjut sampai kode OTP kadaluarsa.

Infrastruktur Kampanye Mengungkap Operasi Pelaku

Investigasi CTM360 juga menemukan sumber daya backend yang dapat diakses publik, termasuk kode sumber, database SQLite, dan catatan operasional. Hal ini memberi wawasan mendalam mengenai bagaimana kit phishing ini berfungsi, sekaligus menunjukkan bahwa intelijen ancaman modern harus melampaui pencarian domain jahat dan situs phishing saja.

Fokus kini bergeser pada pemahaman infrastruktur, alat, dan metodologi operasi pelaku agar bisa melakukan deteksi dan mitigasi lebih tepat sasaran.

Mengapa Pendekatan Pertahanan Harus Berubah

Ciri khas utama dari kampanye ini adalah pembajakan sesi secara langsung. Biasanya, pencurian kredensial dan penyalahgunaan akun terjadi dengan jeda waktu, memberi peluang bagi korban atau pihak keamanan untuk mendeteksi dan mencegah. Namun, pada modus ini, pencurian data dan pembajakan akun terjadi dalam satu alur kerja kontinu di sesi yang sama.

Artinya, pendeteksian tidak bisa hanya mengandalkan identifikasi situs phishing setelah muncul. Organisasi harus memantau iklan berbayar yang menyalahgunakan merek, domain tiruan baru, infrastruktur phishing berbasis cloud yang mudah diganti, dan pola autentikasi yang mencurigakan, terutama yang mengindikasikan pencurian OTP secara real-time.

Selain itu, penting untuk memahami ekosistem pelaku di balik kampanye ini, bukan hanya menganggap setiap situs phishing sebagai insiden terpisah.

Melihat Lebih Jauh dari Sekadar Situs Phishing

Kampanye phishing asuransi ini menggambarkan evolusi ancaman eksternal yang semakin mengutamakan kecepatan dan otomatisasi demi akses langsung. Infrastruktur yang mudah diganti, kit phishing yang berfungsi sebagai platform operasi, dan kompromi akun di sesi aktif menunjukkan bahwa pendekatan keamanan harus mengikuti perkembangan ini.

Tim keamanan kini membutuhkan intelijen konteks mendalam yang menghubungkan infrastruktur, alur kerja pelaku, dan perilaku kampanye untuk mengantisipasi dan memutus rantai serangan sebelum merugikan pelanggan.

CTM360 sendiri telah bertransformasi dari penyedia Digital Risk Protection menjadi platform Cyber Threat Intelligence yang komprehensif. Pengakuan dari Gartner di Magic Quadrant™ untuk teknologi intelijen ancaman siber menegaskan posisi mereka dalam mengantisipasi tren keamanan masa depan.

Meski laporan ini fokus pada phishing asuransi, pelajaran yang didapat sangat relevan untuk semua organisasi yang ingin melindungi aset digital mereka dari ancaman serangan yang semakin canggih.

Untuk detail lengkap, Anda dapat membaca laporan resmi CTM360 di situs resmi CTM360.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan CTM360 ini memperlihatkan game-changer dalam dunia keamanan siber, khususnya di sektor asuransi. Perubahan dari pencurian data pasif ke pembajakan sesi real-time menghilangkan celah waktu bagi korban dan tim keamanan untuk merespons, sehingga sangat meningkatkan risiko kerugian besar.

Lebih dari itu, penggunaan iklan berbayar Google sebagai vektor serangan menunjukkan bagaimana pelaku kejahatan siber semakin cerdas dalam memanfaatkan platform legal untuk menyebarkan serangan, yang selama ini jarang diperhatikan oleh banyak organisasi.

Ke depannya, industri asuransi dan sektor keuangan lain perlu mengadopsi pendekatan intelijen ancaman yang holistik, menggabungkan pemantauan infrastruktur, analisis perilaku serangan, dan pemahaman mendalam tentang metode pelaku agar bisa membangun pertahanan yang adaptif dan proaktif.

Dengan tren serangan yang semakin cepat dan terintegrasi ini, pembaca dan pelaku industri harus terus mengikuti perkembangan dan mempersiapkan diri menghadapi ancaman yang tidak hanya meniru, tapi juga berinovasi dalam skema serangan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad