Kritis Karena Salah Diagnosa, Nyeri Perut 2 Hari Ternyata Radang Usus Buntu

Jul 20, 2026 - 15:45
 0  3
Kritis Karena Salah Diagnosa, Nyeri Perut 2 Hari Ternyata Radang Usus Buntu

Radang usus buntu yang terlambat ditangani dapat berakibat fatal, seperti yang dialami seorang pasien di Hanoi yang mengabaikan nyeri perut selama dua hari dengan menganggapnya hanya gangguan pencernaan. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk tidak meremehkan keluhan nyeri perut, terutama pada lansia.

Ad
Ad

Kasus Kritis Akibat Keterlambatan Perawatan Radang Usus Buntu

Pada tanggal 20 Juli 2026, Rumah Sakit Nasional untuk Penyakit Tropis melaporkan penanganan darurat terhadap Bapak NVT, pasien yang datang dengan kondisi radang usus buntu akut akibat penundaan mencari pertolongan medis. Pasien ini mengalami nyeri tumpul di perut bagian kanan bawah selama dua hari, namun mengira gejala tersebut hanyalah gangguan pencernaan biasa sehingga tidak segera berobat.

Menurut Dr. Dang Hoang Quoc dari Pusat Bedah Hepatobilier dan Pencernaan rumah sakit tersebut, pasien mengalami nyeri tekan yang jelas di fossa iliaka kanan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan jumlah sel darah putih mencapai 19.000/mm³, hampir dua kali lipat dari normal, menandakan adanya inflamasi akut. Pemindaian CT scan memperlihatkan pembesaran usus buntu sekitar 7 mm dan infiltrasi lemak di sekitarnya, yang berarti peradangan sudah menyebar ke jaringan sekitar.

Proses Operasi dan Temuan Medis Langka

Pasien kemudian menjalani operasi laparoskopi darurat. Namun, saat tindakan bedah berlangsung, ditemukan kondisi yang lebih serius dari perkiraan awal. Rongga perut pasien berisi cairan keruh bercampur pseudomembran, indikasi bahwa radang sudah berkembang selama dua hari. Yang unik, ujung usus buntu pasien ternyata tertanam dalam dasar mesenterium usus halus, sebuah kelainan anatomi yang jarang ditemui dan menambah tingkat kesulitan operasi.

Dr. Quoc menjelaskan, "Biasanya kami hanya perlu mengekspos dan mengangkat usus buntu, tetapi kali ini kami harus sangat hati-hati membebaskan ujung usus buntu dari dasar mesenterium agar tidak merusak pembuluh darah penting yang memasok usus. Jika pembuluh tersebut rusak, pasien bisa mengalami iskemia dan nekrosis usus halus, yang berarti harus menjalani pengangkatan usus tambahan."

Operasi berhasil dilakukan dengan aman, disertai pembersihan rongga perut dan pemasangan drainase. Pasien menunjukkan perbaikan cepat, demam mereda dan mulai makan pada hari pertama pasca operasi. Setelah lima hari perawatan, pasien sudah stabil dan diperbolehkan pulang.

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Usus Buntu

Radang usus buntu sering dimulai dengan gejala ringan seperti demam rendah dan nyeri tumpul di perut kanan bawah, yang mudah terabaikan terutama oleh lansia. Pada kelompok usia lanjut, sistem imun yang melemah membuat gejala menjadi atipikal sehingga diagnosis sering terlambat.

Dr. Quoc menekankan, "Nyeri perut ringan dengan disertai mual, muntah, atau keinginan buang air besar harus segera diperiksakan ke dokter. Terutama bagi lansia, jangan pernah menganggap remeh nyeri perut karena kondisi bisa berkembang menjadi serius dan mengancam nyawa."

Penundaan penanganan usus buntu dapat menyebabkan pecahnya usus buntu dan peritonitis yang berpotensi fatal. Selain itu, operasi yang terlambat cenderung lebih kompleks, memperpanjang masa rawat, dan meningkatkan risiko komplikasi.

Daftar Gejala Radang Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri tumpul atau tajam di perut bagian kanan bawah
  • Demam ringan hingga sedang
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perubahan pola buang air besar

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menyoroti salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi, yaitu keterlambatan mencari pertolongan medis akibat salah persepsi terhadap gejala. Salah diagnosis diri terhadap nyeri perut sebagai gangguan pencernaan yang ringan sangat berbahaya karena bisa menunda penanganan penyakit serius seperti radang usus buntu.

Lebih jauh, lansia merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi karena gejala yang tidak khas dan sistem imun yang melemah. Oleh karena itu, edukasi publik khususnya kepada lansia dan keluarga mereka sangat penting agar waspada terhadap gejala nyeri perut dan segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Kedepannya, upaya peningkatan kesadaran masyarakat serta pelatihan tenaga kesehatan untuk mengenali gejala atipikal radang usus buntu dapat mengurangi risiko komplikasi dan angka kematian. Pembaca disarankan untuk selalu waspada dan tidak menunda pemeriksaan jika mengalami nyeri perut yang tidak biasa, terutama di bagian kanan bawah.

Informasi lengkap terkait kasus ini dapat dilihat di sumber resmi Vietnam.vn dan berita kesehatan terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad