Yogyakarta Perkuat Layanan Kesehatan Hewan untuk Cegah Penyakit Menular Strategis
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) kembali mengintensifkan program Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu (Yanduwan) sebagai langkah preventif menghadapi ancaman Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Program ini menjadi inisiatif kunci untuk menjaga kesehatan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba serta memastikan keberlangsungan usaha peternakan di wilayah kota.
Untuk triwulan ketiga tahun 2026, DPP menargetkan pemeriksaan sekitar 350 ekor kambing dan domba yang tersebar di berbagai kelompok peternak di seluruh Yogyakarta. Langkah ini penting mengingat potensi risiko penyebaran penyakit yang dapat mengganggu produktivitas ternak sekaligus perekonomian peternak lokal.
Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu: Vaksinasi dan Pemeriksaan Rutin
Sri Panggarti, Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan meliputi:
- Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
- Pemberian obat cacing
- Vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak
- Pemeriksaan kesehatan umum ternak
Menurut Sri, meskipun mayoritas ternak dalam kondisi sehat, pemeriksaan menyeluruh tetap penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan maupun penyakit menular.
"Petugas memberikan vaksinasi PMK, vitamin, serta pengobatan cacing sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing ternak," ujarnya.
Penyakit Hewan Menular Strategis yang Diwaspadai
DPP Kota Yogyakarta fokus mengantisipasi beberapa penyakit strategis yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan ternak dan keberlangsungan usaha peternakan, antara lain:
- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
- Lumpy Skin Disease (LSD)
- Septicaemia Epizootica (SE)
- Antraks
Selain itu, untuk hewan unggas, flu burung atau Avian Influenza (AI) juga terus menjadi perhatian serius. Pencegahan dilakukan secara aktif melalui vaksinasi, pemantauan kondisi kesehatan ternak unggas, edukasi biosekuriti kepada peternak, serta pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kekebalan ternak
- Mencegah penyebaran penyakit menular
Imbauan dan Edukasi untuk Peternak Lokal
Imam Abror, Medik Veteriner DPP Kota Yogyakarta, menambahkan bahwa kegiatan Yanduwan dilaksanakan secara rutin setiap triwulan dengan target menjangkau seluruh kelompok peternak. Ia mengimbau para peternak untuk:
- Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar
- Memberikan pakan berkualitas
- Melakukan pemeliharaan ternak sesuai prinsip kesejahteraan hewan
- Segera melaporkan apabila terdapat ternak yang menunjukkan gejala sakit
- Memastikan ternak baru yang masuk ke wilayah Yogyakarta dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
"Ternak yang masuk ke Kota Yogyakarta harus dilengkapi SKKH untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus mencegah masuknya penyakit menular," jelasnya.
Akses Mudah Layanan Kesehatan Hewan
Masyarakat dan peternak yang membutuhkan layanan kesehatan hewan dapat mengakses Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta pada jam kerja. Selain itu, layanan konsultasi dan penanganan lebih lanjut juga tersedia melalui nomor WhatsApp 0898-0133-3924. Dengan kemudahan akses ini, diharapkan peternak dapat memperoleh bantuan kesehatan hewan secara cepat dan tepat sesuai ketentuan retribusi yang berlaku.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penguatan layanan kesehatan hewan di Yogyakarta melalui program Yanduwan adalah langkah strategis yang sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor peternakan kota. Dengan rentannya ternak terhadap penyakit menular strategis seperti PMK dan Lumpy Skin Disease, intervensi preventif ini tidak hanya melindungi kesehatan hewan tetapi juga menjaga ekonomi peternak yang bergantung pada usaha ternaknya.
Lebih dari itu, edukasi biosekuriti dan kewajiban surat kesehatan hewan bagi ternak yang masuk ke wilayah Yogyakarta mencerminkan pendekatan komprehensif yang menggabungkan pengawasan, pencegahan, dan penanganan cepat. Namun, tantangan utama ke depan adalah memastikan kepatuhan peternak terhadap prosedur ini dan memperkuat koordinasi antarinstansi terkait agar pencegahan penyakit menular benar-benar efektif.
Kedepannya, penting juga untuk mengembangkan teknologi monitoring kesehatan ternak serta memperluas cakupan vaksinasi agar seluruh populasi ternak di Yogyakarta terlindungi. Pemantauan ketat terhadap pergerakan ternak dan edukasi berkelanjutan kepada peternak harus menjadi prioritas untuk menghindari potensi wabah yang dapat merugikan masyarakat luas.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru mengenai layanan kesehatan hewan di Yogyakarta, publik dapat mengakses artikel resmi di VIVA Jogja atau mengikuti pengumuman dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0