Mengapa Azerbaijan, Mayoritas Syiah, Rahasiakan Bantuan ke Israel Lawan Iran?
Azerbaijan, sebuah negara mayoritas Muslim Syiah di Asia Tengah, secara rahasia membantu Israel dalam perang melawan Iran melalui kerja sama militer dan intelijen yang erat. Hubungan unik ini menarik perhatian karena Azerbaijan adalah satu-satunya negara Muslim yang mempertahankan hubungan hangat dengan Israel, bahkan saat ketegangan di wilayah Timur Tengah meningkat.
Kerjasama Militer Rahasia Azerbaijan dan Israel
Investigasi terbaru oleh CNN mengungkap bahwa Israel mengirim pasukan operasi khusus ke wilayah selatan Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran, kurang dari 100 kilometer dari Kota Tabriz, Iran. Operasi ini termasuk misi pengumpulan intelijen dan penggunaan drone untuk mengamati wilayah utara Iran dalam konteks perang yang sedang berlangsung.
Menurut sumber anonim yang diwawancarai CNN, pengerahan pasukan Israel di Azerbaijan memberikan posisi strategis yang sangat berharga untuk memantau aktivitas Iran dan memfasilitasi operasi militer Israel di kawasan tersebut. Ini merupakan salah satu dari beberapa lokasi militer rahasia Israel di Timur Tengah.
Hubungan Unik Azerbaijan dan Israel
Meskipun Azerbaijan merupakan negara dengan populasi mayoritas Muslim Syiah sekitar 60 persen, negara ini mempertahankan hubungan bilateral yang sangat erat dengan Israel. Saat sebagian besar negara Muslim secara vokal mengutuk tindakan militer Israel, Azerbaijan memilih sikap tenang dan diplomasi yang terukur.
Menurut Mordechai Kedar, peneliti senior di Pusat Studi Strategis Begin-Sadat,
"Azerbaijan tidak pernah membiarkan konflik Israel-Palestina memengaruhi hubungannya dengan Israel."Hal ini tercermin dari fakta bahwa sejak perang 7 Oktober 2023, Azerbaijan justru meningkatkan ekspor energi ke Israel. Bahkan sebelum perang, sekitar 50 persen produksi minyak Azerbaijan sudah dijual ke Israel.
Sejak awal 1990-an, Azerbaijan sudah menjadi pemain kunci dalam menjaga keamanan energi Israel. Minyak yang dipasok Azerbaijan membantu kestabilan pasokan energi Israel, menjadikan Azerbaijan satu-satunya negara Muslim yang tetap menjalankan bisnis minyak dengan Israel bahkan selama periode Intifada Kedua.
Manfaat Ganda dari Aliansi Militer dan Ekonomi
Bukan hanya Israel yang diuntungkan, Azerbaijan juga mendapat manfaat besar dari hubungan ini. Pada akhir 2000-an, Azerbaijan menjadi importir senjata terbesar Israel, dengan hampir 70 persen impor militer Azerbaijan berasal dari Israel dalam dekade terakhir. Kesepakatan senjata ini memperkuat perekonomian Israel dan meningkatkan kapasitas militer Azerbaijan.
Pada tahun 2023, Israel diam-diam memasok senjata untuk mendukung kampanye militer Azerbaijan dalam merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh dari etnis Armenia. Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat kargo militer Azerbaijan bolak-balik antara pangkalan udara Israel di selatan dan area konflik hanya beberapa minggu sebelum serangan kilat pada 19 September 2023.
Azerbaijan juga berperan sebagai mediator penting antara Israel dan Turki, dua sekutu utama yang memiliki hubungan kompleks namun saling membutuhkan. Bahasa Azerbaijan yang merupakan dialek Turki dan hubungan kedekatan budaya membuat Azerbaijan menjadi perantara yang efektif.
Latar Belakang Aliansi yang Terjalin 30 Tahun
Hubungan erat ini bermula sekitar 30 tahun lalu saat pertemuan pribadi antara Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, dan Presiden Azerbaijan, Heydar Aliyev di New York. Dalam pertemuan yang berlangsung tanpa perantara tersebut, keduanya sepakat bahwa Israel memerlukan sumber minyak yang stabil sementara Azerbaijan butuh sistem pertahanan militer Israel.
Sejak itu, aliansi antara kedua negara berkembang menjadi salah satu yang paling stabil dan dapat diandalkan di kawasan Timur Tengah.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, hubungan rahasia antara Azerbaijan dan Israel menggambarkan kompleksitas geopolitik di Timur Tengah, terutama di antara negara-negara Muslim dengan mayoritas Syiah. Aliansi ini menunjukkan bahwa afiliasi agama bukanlah satu-satunya faktor penentu dalam hubungan internasional, melainkan kepentingan strategis dan ekonomi yang mendominasi.
Kerjasama militer dan intelijen rahasia ini juga mengindikasikan eskalasi ketegangan yang lebih luas antara Israel dan Iran, dengan Azerbaijan menjadi pemain kunci yang selama ini kurang mendapat sorotan publik. Keberadaan pasukan Israel di Azerbaijan bisa memicu dinamika baru dalam hubungan regional, terlebih dengan posisi strategis Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran.
Ke depan, penting untuk memantau bagaimana reaksi Iran dan negara-negara regional terhadap kerjasama ini, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan. Hubungan erat Azerbaijan dan Israel juga bisa menjadi contoh bagaimana negara-negara Muslim mencari jalan pragmatis dalam menghadapi tantangan keamanan dan ekonomi global.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca laporan asli di CNN Indonesia dan analisis terkait dari BBC News.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0