Anak SD dengan Kadar Gula Tinggi Berisiko Stroke dan Penyakit Jantung Dewasa

Jul 30, 2026 - 12:04
 0  3
Anak SD dengan Kadar Gula Tinggi Berisiko Stroke dan Penyakit Jantung Dewasa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan adanya peningkatan kadar gula darah yang tinggi pada anak-anak usia sekolah dasar (SD). Kondisi ini menjadi peringatan serius karena berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti stroke dan penyakit jantung ketika mereka beranjak dewasa.

Ad
Ad

Kadar Gula Tinggi pada Anak SD: Fakta dan Standar Normal

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa ditemukan indikasi awal kadar gula darah anak SD sudah menunjukkan angka tinggi, padahal seharusnya kadar gula mereka normal mengingat aktivitas fisik yang banyak pada usia ini.

"Anak-anak SD itu kadar gula darahnya sudah tinggi. Kita telah temui indikasi awalnya, padahal seharusnya itu pada anak-anak kan kadar gula darahnya normal, aktivitasnya banyak," ujar Nadia di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut standar kadar gula darah berdasarkan usia, anak di bawah 6 tahun normalnya berkisar antara 100-200 mg/dL, anak usia 6-12 tahun sekitar 70-150 mg/dL, dan remaja di atas 12 tahun di bawah 140-180 mg/dL. Kenaikan kadar gula di atas rentang ini sudah menunjukkan alarm kesehatan.

Risiko Kesehatan Jangka Panjang dari Kadar Gula Tinggi

Nadia mengingatkan jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan kebijakan pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak, maka tren peningkatan kadar gula darah pada anak-anak akan terus berlanjut dan berdampak fatal.

"Kalau kita tidak melakukan segera policy-policy untuk menjaga konsumsi atau melakukan pengendalian gula, garam, lemak, ya dari tren anak-anak kita saja sudah kelihatan seperti ini," tambah Nadia.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kadar gula darah tinggi sejak kecil dapat memicu penyakit serius pada usia 40-an tahun, seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal, karena gula berdampak langsung pada kesehatan pembuluh darah.

"Jika dari kecil saja gula darahnya sudah tinggi, maka dalam usia 40 tahun, dia (berpotensi) akan terkena (penyakit) jantung, stroke, ginjal. Karena teorinya, gula itu kan mempengaruhi pembuluh darah," jelasnya.

Mitos dan Fakta Diabetes sebagai "Mother of Disease"

Banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa diabetes hanya berisiko pada komplikasi tertentu seperti luka kaki yang sulit sembuh. Namun, kenyataannya, diabetes dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh dan memicu berbagai penyakit mematikan.

"Dulu kita kan pikir kalau orang jantung, stroke, (terjadi pada) orang yang hipertensi saja. Tapi sekarang ternyata orang dengan sakit DM (Diabetes Melitus) itu bisa terkena serangan jantung. Penyakit gula itu adalah mother of disease ya," ujar Nadia.

Langkah Pencegahan dan Peran Masyarakat

Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menekan angka kadar gula darah tinggi pada anak. Kemenkes menekankan perlunya pengaturan pola makan sehat, pembatasan konsumsi gula berlebih, serta peningkatan aktivitas fisik anak.

  • Pengawasan ketat terhadap asupan makanan dan minuman manis pada anak
  • Peningkatan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini
  • Pelibatan keluarga dan sekolah dalam program kesehatan anak
  • Pengembangan kebijakan yang mendukung lingkungan sehat untuk anak

Dengan langkah-langkah tersebut, risiko penyakit kronis yang berasal dari kadar gula tinggi bisa ditekan sejak anak-anak.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan Kemenkes ini menjadi alarm serius bagi kesehatan generasi muda Indonesia. Kenaikan kadar gula darah di usia SD menunjukkan perubahan pola hidup, terutama konsumsi makanan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik. Jika tidak ada intervensi cepat, lonjakan penyakit jantung dan stroke di masa depan akan membebani sistem kesehatan nasional.

Lebih dari itu, masyarakat dan pemerintah perlu mengubah paradigma bahwa diabetes bukan sekadar masalah "luka kaki" tetapi penyakit sistemik yang memicu kematian dini. Pendidikan kesehatan yang tepat dan kebijakan pengendalian konsumsi gula menjadi kunci mencegah krisis kesehatan ini. Para orang tua dan sekolah harus lebih proaktif dalam mengawasi asupan dan aktivitas anak-anak.

Ke depan, penting untuk memantau data kadar gula darah anak secara berkala dan menerapkan program edukasi gizi yang komprehensif. Jika berhasil, langkah ini akan menjadi a game-changer untuk memperbaiki derajat kesehatan anak Indonesia secara keseluruhan.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber aslinya di detikHealth dan juga mengikuti update terbaru dari Kementerian Kesehatan RI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad