Paus Leo XIV Tegaskan Dirinya Bukan Orang Amerika, Ini Alasannya
Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, mengungkapkan bahwa dirinya tidak menganggap dirinya sebagai orang Amerika Serikat, meskipun ia lahir dan besar di Chicago, AS. Pernyataan ini diungkapkan dalam wawancara eksklusif bersama NBC pada Rabu malam, 29 Juli 2026.
Paus Leo XIV: "Saya Paus yang Kebetulan Orang Amerika"
Dalam wawancara tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ia lebih melihat dirinya sebagai "paus yang kebetulan orang Amerika" daripada sebagai warga Amerika biasa. Ia menyatakan,
"Saya lebih menganggap diri saya sebagai paus yang kebetulan orang Amerika. Bukan berarti saya meremehkan makna menjadi orang Amerika."
Paus Leo menambahkan bahwa meskipun ia sangat mencintai Amerika Serikat, panggilan utamanya adalah menjadi gembala bagi umat Katolik di seluruh dunia dan menyampaikan pesan universal yang melampaui batas-batas negara.
Cinta terhadap Amerika dan Nilai-nilai yang Dipegang Teguh
Ketika ditanya mengenai hal-hal yang disukainya dari Amerika, Paus berusia 70 tahun ini menyebutkan bahwa ada banyak aspek yang ia hargai, terutama nilai-nilai prinsip yang diperjuangkan negeri Paman Sam. Ia menyebutkan nilai kebebasan, adanya peluang yang terbuka, dan sikap inklusif yang telah mengundang imigran dari seluruh dunia selama beberapa generasi.
"Dalam artian, mengenai prinsip dan nilai-nilai yang diperjuangkan Amerika, seperti semangat kebebasan, adanya peluang, serta sikap terbuka yang selama beberapa generasi telah mengundang orang-orang dari seluruh dunia untuk menjadi bagian dari Amerika," ujarnya.
Latar Belakang Keluarga dan Sikap Terhadap Imigran
Paus Leo XIV juga membuka cerita tentang asal-usul keluarganya, yang memiliki sejarah kompleks sebagai keturunan imigran. Menariknya, ia menyebut bahwa dari pihak ibu, garis keturunannya termasuk leluhur yang pernah menjadi budak sekaligus pemilik budak.
"Kami punya leluhur yang pernah menjadi budak sekaligus pemilik budak," ungkapnya dengan jujur.
Keterbukaan Paus Leo terhadap isu-isu sosial ini sejalan dengan sikap vokalnya dalam membela hak-hak para migran. Serupa dengan pendahulunya, Paus Fransiskus, ia kerap mengkritik kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak manusiawi, seperti kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Rencana Kunjungan ke Amerika Serikat
Ketika ditanya mengenai apakah ia berencana mengunjungi Amerika Serikat, Paus Leo mengaku saat ini belum ada jadwal pasti untuk kunjungan tersebut. Namun, ia berharap dapat berkunjung kembali ke tanah kelahirannya dalam waktu dekat untuk menyapa umat dan melaksanakan misi pastoral.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan Paus Leo XIV yang menegaskan bahwa dirinya adalah "paus yang kebetulan orang Amerika" merupakan pengingat kuat bahwa identitas pemimpin agama global tidak boleh terbatas oleh batasan nasionalisme sempit. Ini menunjukkan fokus Paus pada misi universalnya sebagai pemimpin spiritual yang mengayomi umat dari berbagai latar belakang budaya dan bangsa.
Pernyataan ini juga memberi sinyal bahwa meskipun Paus memiliki akar kuat di Amerika Serikat, ia tidak ingin dikotakkan oleh identitas nasional semata. Ini relevan mengingat peran Gereja Katolik yang sangat luas dan beragam di seluruh dunia, di mana pemimpin gereja harus mampu menjembatani berbagai kepentingan dan masalah lintas negara.
Selain itu, pengakuan tentang garis keturunan yang kompleks—yang melibatkan sejarah budak dan pemilik budak—menggarisbawahi kesadaran Paus akan pentingnya refleksi sejarah dan keadilan sosial dalam konteks agama dan kemanusiaan. Sikap vokalnya terhadap isu imigran juga menegaskan bahwa kepemimpinan Paus Leo XIV akan terus berfokus pada advokasi kemanusiaan yang inklusif dan mengutamakan martabat manusia, terutama bagi mereka yang rentan.
Ke depan, masyarakat dunia perlu mengamati bagaimana Paus Leo XIV akan menavigasi peran globalnya yang penuh tantangan, terutama dalam konteks geopolitik dan sosial yang semakin kompleks. Kunjungan ke Amerika Serikat yang direncanakan nantinya bisa menjadi momentum penting untuk menegaskan pesan persatuan dan belas kasih yang menjadi inti dari kepemimpinannya.
Untuk informasi lebih lengkap dan wawancara langsung, kunjungi sumber asli di CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0