Bra dan Lingerie Bekas Impor Laris di Pasar Senen, Ini Alasan Tak Terduga

Mar 15, 2026 - 21:20
 0  4
Bra dan Lingerie Bekas Impor Laris di Pasar Senen, Ini Alasan Tak Terduga

Pasar Senen, Jakarta Pusat, kini menjadi pusat pembelian bra, celana dalam, dan lingerie bekas impor yang tengah naik daun di kalangan warga Indonesia. Meski dikenal sebagai pakaian yang sifatnya pribadi dan harus diperhatikan kebersihannya, banyak pembeli justru memilih produk bekas dari luar negeri dengan alasan yang tak terduga.

Ad
Ad

Harga Murah dan Merek Terkenal Jadi Daya Tarik Utama

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, salah satu alasan utama pembeli tetap berburu pakaian dalam bekas, khususnya bra dan celana dalam, adalah harga yang sangat terjangkau namun tetap bisa mendapatkan merek terkenal.

Desi, salah satu pembeli, mengungkapkan bahwa ia bisa mendapatkan bra bermerek dengan harga hanya Rp35.000. "Ya karena murah, di mana lagi bisa dapatin bra merek terkenal, tapi cuma bayar Rp35.000 saja," ujar Desi saat ditemui.

Selain itu, desain dari produk impor bekas yang unik menjadi alasan tambahan mengapa ia memilih membeli di Pasar Senen. "Karena kan di sini impor dari Korea Selatan ya, desainnya unik gitu, mana ada yang jual barunya di sini, kalaupun ada, pasti mahal, makanya nyari di sini," tambah Desi.

Desain Unik dan Kebersihan Jadi Pertimbangan Pembeli

Sama halnya dengan Nira, pembeli lainnya, yang tertarik dengan desain pakaian dalam yang berbeda dari yang dijual di toko biasa. Ia menegaskan bahwa produk impor bekas yang dijual di Pasar Senen memang memiliki keunikan desain yang tidak mudah ditemukan secara lokal.

Meski membeli produk bekas, Nira mengaku tidak mengalami masalah kesehatan seperti iritasi kulit, karena selalu mencuci pakaian dengan air panas dan memisahkannya dari pakaian lain saat dicuci.

"Kalau dibilang khawatir sih ada ya, tapi saya bisa bedain mana yang masih layak dan bersih. Biasanya yang ada noda kuning saya hindari, walaupun harganya murah. Yang saya beli biasanya sudah bersih, tapi tetap saya cuci air panas di rumah," ungkap Nira.

Lingerie Bekas Impor, Alternatif dengan Desain dan Kualitas Berbeda

Tidak hanya bra dan celana dalam, lingerie bekas impor juga tersedia meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kedua jenis pakaian dalam tersebut. Pedagang di Pasar Senen menyebut bahwa perbedaan utama lingerie impor bekas dengan produk lokal baru terletak pada desain dan kualitas.

Neri, salah satu penjual, menyampaikan, "Kalau impor bekas itu lebih bervariasi desainnya, enggak itu-itu saja, jadi pembeli bisa lihat-lihat dulu, kalau menarik, ya dibeli." Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah, rata-rata tidak lebih dari Rp75.000.

Merek-merek ternama seperti Victoria Secret, Wacoal, dan La Perla menjadi incaran karena kualitasnya yang dianggap lebih baik dibanding produk lokal. Mamang, penjual lain, menambahkan, "Kalau impor bekas itu unik desainnya, yang tidak dapat ditemui di produksi lokal, dan kualitasnya pun cenderung lebih bagus, tidak cepat melar."

Ukuran Lebih Variatif Jadi Keunggulan Produk Impor

Dewi, pembeli lingerie bekas impor, mengatakan bahwa salah satu alasan memilih produk tersebut adalah ukuran yang lebih variatif dan cenderung lebih besar dibandingkan lingerie lokal.

"Ukuran sih, lebih bervariasi ukurannya, malah lebih besaran. Desainnya juga unik dan tidak gampang lentur," ujar Dewi.

Harga yang murah dengan merek ternama menjadi nilai tambah. "Harga Rp70.000 sudah bisa dapat merek ternama, di mana lagi coba?" tambahnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena maraknya pembelian pakaian dalam bekas impor di Pasar Senen mencerminkan dinamika pasar yang unik di Indonesia. Harga yang murah dan merek terkenal menjadi daya tarik utama dalam kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi pengeluaran. Namun, sisi kebersihan dan kesehatan tentu menjadi perhatian serius yang harus diimbangi dengan kesadaran konsumen.

Selain itu, keunikan desain dan ukuran yang lebih variatif dari produk impor menjadi faktor pembeda yang sulit ditandingi oleh produk lokal. Hal ini menunjukkan adanya celah pasar yang bisa dimanfaatkan oleh produsen lokal untuk meningkatkan kualitas dan variasi desain agar kompetitif.

Kedepannya, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengawasi distribusi produk pakaian dalam bekas agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi konsumen. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilih dan merawat produk bekas demi mencegah risiko kesehatan.

Dengan tren ini, kita perlu menantikan bagaimana pasar pakaian dalam bekas akan berkembang, serta bagaimana produsen lokal merespons permintaan desain unik dan kualitas tinggi yang saat ini didominasi oleh produk impor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad