Polandia Serukan Negara Middle Power Bersatu Jaga Hukum Internasional
Polandia mengajak negara-negara middle power, termasuk Indonesia, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga hukum internasional dan kedaulatan negara di tengah ketegangan global yang semakin kompleks. Seruan ini disampaikan oleh Utusan Khusus Polandia untuk Indo-Pasifik, Wojciech Gerwel, dalam Middle Powers Conference 2026 yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.
Seruan Polandia untuk Perkuat Kedaulatan dan Hukum Internasional
Dalam konferensi tersebut, Gerwel menegaskan bahwa kedaulatan suatu negara tidak boleh ditentukan oleh kekuatan eksternal, melainkan harus berasal dari keputusan bangsa itu sendiri. Ia menambahkan bahwa pengalaman sejarah Polandia yang pernah mengalami pendudukan oleh kekuatan besar membentuk pandangan kuat soal pentingnya kemandirian nasional.
“Bagi kami, ini bukan sekadar identitas geopolitik, tetapi tentang hak untuk menentukan jalan sendiri sebagai sebuah bangsa,” ujar Gerwel.
Pengalaman tersebut menjadi latar belakang Polandia berkomitmen pada sistem internasional yang berbasis aturan (rules-based order), yang dianggap sebagai fondasi utama kemajuan dan stabilitas global.
Ancaman Keamanan dan Penguatan Kapasitas Pertahanan Polandia
Gerwel juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Polandia, terutama akibat konflik yang terjadi di Eropa Timur, khususnya dengan Rusia. Ancaman ini mendorong negara tersebut meningkatkan kapasitas pertahanan nasional secara signifikan.
- Anggaran pertahanan Polandia kini mencapai hampir 5% dari produk domestik bruto (PDB), salah satu yang tertinggi di antara negara anggota NATO.
- Polandia mendorong penguatan kapasitas pertahanan Eropa yang lebih mandiri, meski tetap menganggap kemitraan dengan Amerika Serikat sangat penting.
Peran Negara Middle Power dalam Menjaga Tatanan Global
Dalam konteks global, Gerwel mengajak negara-negara middle power untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai fondasi utama kerja sama internasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi antar negara menengah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mempertahankan tatanan dunia yang berbasis aturan di tengah meningkatnya rivalitas antara kekuatan besar.
“Saya pikir kita harus bekerja sama untuk memastikan dunia tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama,” kata Gerwel.
Menurutnya, middle powers memiliki posisi strategis untuk menjadi penyeimbang dalam dinamika global yang berubah cepat, terutama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun internasional.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, seruan Polandia ini mencerminkan perkembangan geopolitik yang semakin menuntut negara-negara menengah untuk tampil lebih aktif dalam mengawal sistem internasional. Peran negara middle power seperti Indonesia menjadi semakin penting di tengah persaingan kekuatan besar yang kian intens, terutama dalam isu keamanan dan kedaulatan wilayah.
Selain itu, dorongan Polandia untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan kemandirian militer juga menjadi sinyal bahwa negara-negara Eropa Timur mulai mempersiapkan diri menghadapi ancaman yang lebih nyata. Namun, hal ini juga membuka diskusi terkait keseimbangan antara penguatan militer dan diplomasi dalam menjaga perdamaian dunia.
Ke depan, kerja sama antar negara middle power berpotensi menjadi fondasi penting dalam menjaga tatanan global berbasis aturan, terutama dalam menghadapi tantangan dari kekuatan besar yang terkadang mengabaikan norma internasional. Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan konferensi dan kebijakan pertahanan yang relevan guna memahami pergeseran strategi global yang sedang terjadi.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengakses laporan lengkapnya di Metrotvnews.com serta berita terkait di Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0