Tim Hukum Aktivis KontraS Minta Polisi Dalami Temuan Botol dan Helm Pelaku Penyiraman Air Keras

Mar 16, 2026 - 17:30
 0  5
Tim Hukum Aktivis KontraS Minta Polisi Dalami Temuan Botol dan Helm Pelaku Penyiraman Air Keras

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), sebagai kuasa hukum aktivis KontraS Andrie Yunus, mendesak pihak kepolisian untuk mendalami temuan barang bukti berupa botol dan helm yang diduga milik pelaku penyiraman air keras. Hal ini disampaikan dalam jumpa pers yang digelar pada Senin, 16 Maret 2026 dan disiarkan melalui kanal YouTube YLBHI.

Ad
Ad

Kondisi Luka Andrie Yunus dan Permintaan Perlindungan

Jane Rosalina Rumpia, perwakilan TAUD, mengungkapkan kondisi luka yang dialami Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Menurut Jane, Andrie mengalami luka bakar mencapai 24 persen di bagian wajah, khususnya pada mata kanan yang menjadi bagian paling parah.

"Andrie telah mengalami luka bakar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari air keras yang mengenai kulit. Luka tersebut di wajah sisi kanan, mata kanan, kedua tangan kanan, dan juga dada, dengan bagian mata kanan yang paling serius dan kini sedang dalam penanganan dokter spesialis bedah mata," ujar Jane.

Selain itu, TAUD mengimbau masyarakat dan pihak lain untuk tidak berkunjung langsung ke rumah sakit kecuali keluarga pendamping, demi menjaga ketenangan dan keamanan dalam proses pemulihan Andrie.

Temuan Botol dan Helm yang Diduga Milik Pelaku

Setelah konferensi pers Polda Metro Jaya yang mengungkapkan adanya temuan helm dan wadah air keras di sekitar lokasi kejadian, TAUD menilai ada barang bukti penting yang belum disampaikan ke publik, yakni sebuah botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram air keras.

"Ada barang bukti yang belum disebutkan dalam konferensi pers, yaitu botol berwarna ungu yang mungkin berupa tumbler. Botol ini ditemukan saksi di sekitar TKP dan sudah kami amankan serta serahkan ke tim Resmob Polda Metro," ujar Erlangga Julio, perwakilan TAUD.

Julio menegaskan pentingnya pendalaman terhadap botol tersebut karena diduga pelaku juga mengalami luka akibat cairan kimia yang ia semprotkan.

Tim Investigasi Independen dan Dugaan Luka Pelaku

TAUD telah membentuk tim investigasi independen yang bekerja paralel dengan penyelidikan polisi. Dari hasil pendalaman, diduga pelaku menyiram air keras dalam arah berlawanan dan helm yang ditemukan di lokasi kemungkinan terkena cipratan cairan tersebut.

"Sulit dipercaya pelaku membuang helm dan botol jika tidak terkena air keras. Kami menduga pelaku juga terluka oleh cairan tersebut," kata Julio.

Penjelasan Polisi Mengenai Barang Bukti

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memastikan bahwa polisi tengah melakukan uji laboratorium forensik terhadap helm dan wadah air keras yang ditemukan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap sidik jari dan DNA pelaku.

"Uji labfor sedang kami lakukan untuk menemukan sidik jari dan DNA pelaku di helm dan wadah cairan kimia tersebut," jelas Iman.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menambahkan helm yang ditemukan sesuai dengan rekaman CCTV pelaku dan sudah dikirim ke Bareskrim Polri untuk analisis sidik jari dan DNA.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, permintaan TAUD untuk mendalami temuan botol dan helm pelaku sangat krusial dalam memastikan kejelasan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Temuan botol yang belum diungkap secara resmi menunjukkan adanya potensi informasi penting yang dapat menguatkan penyidikan. Selain itu, dugaan bahwa pelaku juga mengalami luka dari air keras menjadi perspektif baru yang bisa membuka arah penyelidikan lebih mendalam terkait motif dan kronologi kejadian.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian aktivis HAM dan komunitas demokrasi, tetapi juga mencerminkan tantangan serius dalam perlindungan aktivis di Indonesia. Keberadaan tim investigasi independen yang berjalan paralel dengan kepolisian bisa menjadi mekanisme penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proses hukum. Masyarakat dan pihak berwenang sebaiknya mengawal perkembangan kasus ini secara ketat agar keadilan dapat ditegakkan.

Kedepannya, publik perlu mengawasi hasil uji laboratorium forensik yang akan menjadi kunci bukti dalam mengungkap identitas pelaku serta memastikan kasus ini tidak berhenti pada tahap penyidikan. Perlu juga diperhatikan langkah-langkah perlindungan lebih intensif bagi korban dan aktivis lain yang berpotensi menjadi sasaran kekerasan serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad