Sekjen PBB Kecam Kekerasan Israel Terhadap Palestina di Tepi Barat dan Gaza

Mar 24, 2026 - 16:50
 0  5
Sekjen PBB Kecam Kekerasan Israel Terhadap Palestina di Tepi Barat dan Gaza

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengecam keras aksi kekerasan yang terus-menerus dilakukan oleh Israel, baik oleh aparat keamanan maupun pemukim Zionis, terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat dan Gaza. Kekerasan ini masih terjadi setiap hari, bahkan meningkat intensitasnya sejak dimulainya Perang Timur Tengah yang melibatkan kolaborasi Israel-Amerika Serikat melawan Iran pada akhir Februari 2026.

Ad
Ad

Kecaman Sekjen PBB Terhadap Serangan Pemukim Israel

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, pada Senin (23/3), Guterres menyampaikan kecaman terhadap serangan yang dilakukan pemukim Israel kepada warga Palestina serta perusakan properti di Tepi Barat yang diduduki. Menurut Dujarric:

"Sekretaris Jenderal mengutuk serangan baru-baru ini oleh penjajah Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat yang diduduki."

Guterres menegaskan bahwa serangan hampir setiap hari oleh pemukim menyebabkan kematian, luka-luka, dan kerusakan signifikan pada harta benda warga Palestina. Bahkan, kekerasan tersebut sering berujung pada pengusiran warga dari rumah mereka sendiri.

"Pemukiman Israel dan infrastruktur terkait tidak memiliki validitas hukum dan melanggar hukum internasional serta resolusi PBB," tambah Dujarric, menegaskan pentingnya pemerintah Israel sebagai kekuatan pendudukan untuk melindungi penduduk Palestina dan meminta pertanggungjawaban pelaku kekerasan.

Data Kekerasan di Tepi Barat dan Gaza

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, tercatat:

  • 1.133 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel dan pemukim di Tepi Barat.
  • 11.700 warga terluka dalam gelombang kekerasan yang berlanjut.
  • 22.000 orang ditangkap dalam operasi keamanan Israel di wilayah itu.
  • Pada Februari 2026, pemukim ilegal Israel melakukan 511 serangan di seluruh Tepi Barat, menewaskan tujuh warga Palestina.

Selain itu, Mahkamah Internasional pada Juli 2024 memutuskan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Kondisi Terbaru di Masafer Yatta dan Gaza

Menurut laporan Kantor Berita Palestina WAFA, sekelompok kolonis Zionis membakar rumah warga Palestina di Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, pada Selasa dini hari. Aktivis lokal Fouad Amour mengungkapkan bahwa serangan dan aksi provokatif oleh para kolonis terus meningkat, termasuk penyemprotan slogan rasis di dinding rumah warga.

Para aktivis mengingatkan perlunya memperkuat komite perlindungan dan ketahanan komunitas untuk menghadapi gelombang serangan yang terus berlangsung ini.

Sementara di Jalur Gaza, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina pada Minggu (22/3) di sekitar kamp pengungsi Nuseirat. Serangan drone pada Kamis (19/3) juga menargetkan kampung Zeitoun di Gaza City, menewaskan tiga orang dan melukai banyak lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sejak Oktober 2023, agresi Israel telah menewaskan sekitar 72.000 warga Palestina, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan banyak bangunan akibat serangan udara dan darat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kecaman keras dari Sekjen PBB António Guterres menandai keprihatinan mendalam komunitas internasional terhadap eskalasi kekerasan yang tidak pernah mereda di wilayah Palestina, terutama di Tepi Barat dan Gaza. Kekerasan yang terus berulang ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan penderitaan besar bagi warga sipil, tetapi juga semakin memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sudah sangat rawan.

Serangan yang dilakukan oleh pemukim Zionis dan aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina secara sistematis melanggar hukum internasional, namun hingga kini belum ada tindakan efektif yang mampu menghentikan aksi kekerasan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas mekanisme internasional dalam menegakkan hukum dan melindungi hak asasi manusia di wilayah konflik.

Ke depan, penting bagi dunia internasional untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan memberikan dukungan nyata terhadap upaya perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Pembaca sebaiknya terus mengikuti perkembangan situasi ini karena dampaknya tidak hanya terbatas pada Palestina dan Israel, tetapi juga pada stabilitas regional dan global.

Dengan meningkatnya serangan dan penderitaan di Palestina, perhatian dan aksi global sangat diperlukan untuk memastikan perlindungan hak-hak warga sipil serta tercapainya solusi damai yang menghormati hukum internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad