Jerman Tarik Dukungan untuk Israel dalam Kasus Genosida Gaza di ICJ Den Haag

Mar 24, 2026 - 17:31
 0  2
Jerman Tarik Dukungan untuk Israel dalam Kasus Genosida Gaza di ICJ Den Haag

Jerman, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel, secara mengejutkan menarik dukungannya dalam kasus gugatan genosida yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel terkait konflik di Jalur Gaza di Mahkamah Internasional (ICJ) Den Haag. Perubahan sikap ini menandai titik krusial dalam dinamika politik internasional seputar konflik Israel-Palestina.

Ad
Ad

Perubahan Sikap Jerman dalam Kasus Genosida Gaza

Gugatan genosida yang diajukan Afrika Selatan pada Desember 2023 menuduh Israel melakukan praktik genosida terhadap warga Palestina di Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Sebelumnya, Jerman sempat menolak tuduhan tersebut dan menyatakan klaim itu tidak berdasar, bahkan berencana mengajukan intervensi di ICJ untuk membela Israel.

Namun, dalam pernyataan terbaru pada 24 Maret 2026, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Josef Hinterseher, menegaskan bahwa Berlin memutuskan untuk tidak menggunakan opsi intervensi dalam kasus ini dan lebih fokus pada proses hukum lain yang melibatkan Jerman sendiri.

"Kami sekarang menjadi pihak dalam proses sengketa di hadapan ICJ dan karenanya telah memutuskan untuk tidak menggunakan opsi ini [untuk campur tangan]," ujar Josef, yang dikutip dari Anadolu Agency.

Fokus Jerman pada Gugatan Nikaragua terhadapnya di ICJ

Langkah ini dipengaruhi oleh gugatan yang diajukan Nikaragua terhadap Jerman pada 2024 di ICJ. Nikaragua menuduh Jerman memfasilitasi genosida Israel di Gaza melalui bantuan finansial dan militer serta penangguhan dana untuk UNRWA, badan PBB yang membantu pengungsi Palestina.

Josef menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Jerman menunggu hasil keputusan Mahkamah Internasional terkait kasus ini.

"Kami dengan tegas menolak tuduhan yang diajukan Nikaragua terhadap Jerman di hadapan Mahkamah Internasional," tambah Josef.

Kontroversi dan Konteks Dukungan Militer Jerman ke Israel

Menariknya, meski menarik dukungan di ICJ, Jerman tetap menjadi salah satu pemasok senjata terbesar bagi Israel. Data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa antara 2019 hingga 2023, Jerman menjadi pemasok senjata terbesar kedua setelah AS bagi Israel dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total impor senjata Israel.

  • Pada 2023, Jerman mengesahkan 308 lisensi ekspor militer ke Israel senilai 326,5 juta euro atau sekitar 380 juta dolar AS.
  • Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan 2022 yang hanya 32,3 juta euro.

Kebijakan ini memperlihatkan posisi Jerman yang kompleks dalam konflik Israel-Palestina, di satu sisi menarik dukungan hukum, namun di sisi lain memperkuat hubungan militer dengan Israel.

Peran Negara Lain di ICJ dan Dampak Gugatan Afrika Selatan

Selain Jerman, beberapa negara Eropa seperti Spanyol, Belanda, dan Irlandia juga mengajukan intervensi di Mahkamah Internasional terkait kasus genosida Gaza, meski pandangan mereka berbeda dengan Amerika Serikat yang secara terbuka membela Israel.

Gugatan yang diajukan Afrika Selatan menuduh Israel melakukan tindakan yang secara sengaja bertujuan memusnahkan warga Palestina di Gaza, terutama setelah serangan balasan Israel yang dimulai 8 Oktober 2023, yang menyebabkan lebih dari 72.000 korban jiwa, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Apa Arti Penarikan Dukungan Jerman bagi Kasus Ini?

Penarikan dukungan Jerman menunjukkan adanya pergeseran penting dalam hubungan diplomatik dan kebijakan luar negeri Jerman terkait isu Israel-Palestina. Keputusan ini juga mengindikasikan bahwa Jerman berupaya menjaga posisi netral atau fokus pada kasus hukum yang lebih langsung menyangkut negaranya sendiri.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Jerman menarik dukungan terhadap Israel di ICJ merupakan langkah strategis yang penuh pertimbangan. Dalam konteks meningkatnya tekanan global terhadap konflik Israel-Palestina, Jerman tampaknya mencoba menghindari keterlibatan yang bisa memperburuk citra dan posisinya di forum internasional.

Namun, fakta bahwa Jerman tetap menjadi pemasok senjata terbesar kedua bagi Israel memperlihatkan adanya dualisme kebijakan yang bisa memicu kritik dari berbagai pihak, terutama kelompok pro-Palestina dan organisasi HAM. Penarikan dukungan hukum tanpa diiringi perubahan kebijakan militer bisa dianggap sebagai upaya simbolis semata yang kurang berdampak nyata pada situasi di lapangan.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengamati apakah Jerman akan menyesuaikan posisinya secara menyeluruh, termasuk dalam hal ekspor senjata, ataukah penarikan dukungan ini hanya langkah sementara. Hal ini juga menjadi sinyal bagi negara lain untuk menilai kembali sikap mereka dalam kasus genosida Gaza yang sedang berlangsung di ICJ.

Kasus ini masih akan terus berkembang, dan hasil keputusan Mahkamah Internasional akan menjadi titik penting yang mempengaruhi dinamika geopolitik kawasan dan hubungan internasional secara lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad