Mengapa OpenAI Benar-Benar Menutup Sora, Alat Video AI yang Kontroversial

Mar 30, 2026 - 13:40
 0  3
Mengapa OpenAI Benar-Benar Menutup Sora, Alat Video AI yang Kontroversial

OpenAI membuat keputusan mengejutkan pada pekan lalu dengan menutup Sora, alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang baru diluncurkan enam bulan sebelumnya. Langkah ini memicu spekulasi dan kecurigaan di kalangan publik, terutama karena Sora mengundang penggunanya untuk mengunggah foto wajah mereka sendiri. Banyak yang menduga ini adalah langkah data grab atau pengumpulan data wajah secara besar-besaran.

Ad
Ad

Namun menurut investigasi terbaru dari Wall Street Journal (WSJ), alasan sebenarnya jauh lebih sederhana dan kurang dramatis: Sora adalah proyek yang sangat merugi dan jarang digunakan, sehingga terus mempertahankan layanan ini malah menghambat posisi OpenAI dalam persaingan AI global.

Pengguna Menurun dan Biaya Operasional Melonjak

Setelah peluncuran yang cukup menghebohkan, jumlah pengguna Sora sempat mencapai sekitar satu juta secara global. Namun, angka ini kemudian merosot drastis menjadi kurang dari 500 ribu pengguna. Sementara itu, biaya operasional aplikasi ini mencapai sekitar 1 juta dolar AS per hari, bukan karena pengguna sangat antusias, melainkan karena proses pembuatan video AI sangat mahal dan intensif sumber daya.

Setiap pengguna yang memasukkan wajahnya ke dalam adegan video fantastis menggunakan chip AI yang jumlahnya terbatas. Hal ini membuat biaya terus membengkak tanpa diimbangi dengan pertumbuhan pengguna yang signifikan.

Tekanan Persaingan dari Anthropic dan Fokus Ulang Strategi

Di tengah perjuangan mempertahankan Sora, tim OpenAI harus menghadapi kekuatan kompetitor yang semakin kuat, khususnya Anthropic. Produk mereka, Claude Code, berhasil menarik perhatian insinyur perangkat lunak dan perusahaan yang menjadi sumber pendapatan signifikan di bidang AI.

CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan Sora, melepaskan sumber daya komputasi, dan mengalihkan fokus perusahaan ke produk yang lebih menjanjikan dan menguntungkan.

Betapa mendadaknya keputusan ini, terlihat dari bagaimana Disney—yang telah menginvestasikan 1 miliar dolar AS untuk bermitra dengan OpenAI terkait Sora—baru mengetahui penutupan aplikasi ini kurang dari satu jam sebelum diumumkan ke publik. Akibatnya, kesepakatan tersebut langsung batal.

Efek dan Pelajaran dari Penutupan Sora

  • Biaya tinggi pembuatan video AI: Menjadi pengingat bahwa teknologi video AI masih membutuhkan investasi besar dan belum tentu menguntungkan dalam jangka pendek.
  • Pentingnya fokus pada produk inti: OpenAI memilih untuk mengarahkan sumber dayanya ke teknologi AI yang lebih menjanjikan secara komersial.
  • Persaingan ketat di industri AI: Anthropic dan produk seperti Claude Code menunjukkan bahwa pasar AI semakin kompetitif dan dinamis.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penutupan Sora adalah contoh nyata bahwa inovasi teknologi tanpa pertimbangan bisnis yang matang bisa menjadi beban. Banyak perusahaan AI fokus mengejar fitur canggih, tapi gagal mempertimbangkan biaya operasional dan pasar yang ada. Keputusan OpenAI menunjukkan realitas keras bahwa keberlanjutan produk teknologi harus didukung oleh model bisnis yang kuat dan adaptasi cepat terhadap persaingan.

Lebih jauh, Sora mengingatkan kita bahwa teknologi AI video, meskipun menarik, masih dalam tahap pengembangan yang mahal dan belum pasti menguntungkan. Kompetitor seperti Anthropic yang fokus pada produk AI yang lebih ringan dan mudah diadopsi berhasil merebut pangsa pasar, sebuah sinyal penting bagi OpenAI dan pemain lain untuk tidak terlalu cepat terpaku pada teknologi yang mahal dan kurang diminati.

Ke depan, publik dan pengamat teknologi perlu mengawasi bagaimana OpenAI mengalokasikan sumber dayanya dan apakah akan muncul inovasi lain yang lebih efisien dan bernilai komersial tinggi. Penutupan Sora juga menjadi peringatan bagi investor agar selalu waspada terhadap hype teknologi tanpa didukung strategi bisnis yang realistis.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan lengkapnya langsung di TechCrunch.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad