Tanda-Tanda Kematian Menurut Alquran: Penjelasan Lengkap Prof Quraish Shihab

Mar 13, 2026 - 16:00
 0  7
Tanda-Tanda Kematian Menurut Alquran: Penjelasan Lengkap Prof Quraish Shihab

Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Dalam ajaran Islam, terdapat penjelasan mendalam mengenai tanda-tanda yang muncul ketika seseorang mulai mendekati akhir hayatnya. Prof M. Quraish Shihab, seorang ahli tafsir Alquran terkemuka, memberikan gambaran lengkap tentang proses kematian menurut perspektif Alquran dan pentingnya persiapan spiritual menghadapi kematian.

Ad
Ad

Tanda-Tanda Kematian dalam Alquran

Menurut Prof Quraish Shihab, ada sekitar 300-an ayat dalam Alquran yang membahas kematian dan proses menjelangnya. Salah satu tanda awal yang disebutkan adalah melemahnya kekuatan tubuh secara bertahap, yang dalam Alquran digambarkan sebagai kondisi "lutut bertemu lutut". Ini melambangkan saat energi kehidupan mulai menghilang secara perlahan.

"Ada sekitar 300-an ayat (Alquran) yang berbicara tentang kematian. Misalnya tanda awal yang digambarkan dalam Al-Qur'an adalah ketika kekuatan tubuh mulai menghilang sedikit demi sedikit hingga digambarkan 'lutut bertemu lutut'," jelas Quraish Shihab dalam program Shihab & Shihab.

Selain itu, pada tahap akhir sakaratul maut, nyawa dikatakan berada di kerongkongan. Pada saat ini, seseorang sudah berada di ujung kehidupannya dan kesempatan untuk bertobat maupun memperbaiki diri telah berakhir.

Suara Nafas Berat dan Tanda Kematian

Quraish Shihab juga menyebutkan bahwa biasanya di sekeliling orang yang akan meninggal terdengar suara napas berat atau suara mendengkur yang khas. Suara ini menjadi salah satu penanda bahwa nyawa akan segera meninggalkan tubuh.

"Sebelum keluar nyawa, maka terdengar oleh orang di sekelilingnya suara 'grghhh' itu tanda nyawa sudah akan keluar," tambahnya.

Perjalanan Setelah Kematian: Alam Barzakh dan Hari Kiamat

Setelah kematian, ruh manusia tidak lagi berada di dunia melainkan berpindah ke alam barzakh, sebuah fase transisi antara kehidupan dunia dan akhirat. Di alam ini, manusia menunggu datangnya hari kiamat saat sangkakala ditiup.

Ketika hari kiamat tiba, seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani perhitungan amal. Setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal baik dan buruk selama hidup di dunia.

"Al Quran menceritakan, bahwa setiap pagi dan petang ditampakan kepadanya neraka. Itu salah satu bentuk dari siksa, nanti di hari kemudian masuk neraka jika amalannya buruk," kata Quraish Shihab.

Simbolisme Manusia di Padang Mahsyar dan Persiapan Menghadapi Kematian

Dalam sejumlah hadis, manusia yang dibangkitkan di Padang Mahsyar digambarkan datang tanpa pakaian atau telanjang. Namun, menurut Quraish Shihab, gambaran ini tidak perlu dipahami secara harfiah melainkan sebagai simbol bahwa manusia akan hadir di hadapan Tuhan apa adanya, tanpa atribut duniawi seperti status sosial atau harta.

Seluruh amal akan terbuka dan menjadi bahan pertanggungjawaban. Proses perhitungan amal ini bisa berbeda-beda bagi setiap orang, ada yang diperiksa secara rinci dan ada yang lebih mudah.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan memperbaiki amal dan menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama.

"Karena itu berhati-hatilah, jangan sampai kematian datang ketika kita tidak berada dalam koridor ajaran Islam," pesan Quraish Shihab.

Aktivitas Sehari-hari Bisa Jadi Saat Kematian Datang

Kematian bisa datang dalam situasi apa pun, baik saat seseorang sedang berbicara, duduk, atau melakukan aktivitas biasa. Oleh sebab itu, kesadaran dan kesiapan spiritual harus selalu dijaga agar kita tidak terkejut saat waktu itu tiba.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penjelasan Prof Quraish Shihab ini mengingatkan kita bahwa kematian bukanlah sesuatu yang jauh atau abstrak, melainkan realitas yang sangat dekat dan pasti datang. Tanda-tanda sakaratul maut yang dijelaskan memberikan gambaran konkret bagi umat Islam agar tidak hanya sibuk dengan urusan dunia, tetapi juga mempersiapkan akhirat dengan sungguh-sungguh.

Lebih jauh lagi, pemahaman tentang alam barzakh dan perhitungan amal di Padang Mahsyar menegaskan pentingnya integritas dan konsistensi dalam menjalani kehidupan. Tidak ada yang bisa disembunyikan, dan setiap amal akan dipertanggungjawabkan secara adil. Ini menjadi pengingat agar umat Islam tidak menunda-nunda perbaikan diri dan terus memperkuat iman serta amal saleh.

Ke depan, masyarakat perlu lebih giat mengedukasi pentingnya kesiapan spiritual menghadapi kematian, sehingga kematian tidak menjadi momok yang menakutkan tetapi sebagai fase yang sudah disiapkan dengan baik. Tetaplah mengikuti perkembangan dan kajian keagamaan yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang kematian dan kehidupan setelahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad