Iran Kecam Larangan YouTube pada Video AI Bergaya Lego Pro-Iran yang Viral

Apr 14, 2026 - 18:20
 0  6
Iran Kecam Larangan YouTube pada Video AI Bergaya Lego Pro-Iran yang Viral

Iran mengecam keras keputusan YouTube yang melarang akun sebuah kelompok pro-Iran yang memproduksi video bergaya Lego berbasis kecerdasan buatan (AI). Larangan ini diberlakukan setelah kelompok tersebut mengunggah video yang menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan menyatakan "Iran menang" pekan lalu.

Ad
Ad

Kelompok bernama Explosive Media mengumumkan melalui platform X bahwa akun YouTube mereka disuspend dengan alasan "konten kekerasan", sementara akun-akun mereka di platform lain tampaknya tidak terdampak.

"Serius! Apakah animasi bergaya LEGO kami benar-benar mengandung kekerasan?" tulis Explosive Media pada Jumat lalu.

Kecaman Kementerian Luar Negeri Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai larangan ini sebagai upaya sistematis untuk menekan "kebenaran" terkait perang ilegal yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

"Di negeri yang bangga menjadi rumah bagi Pixar, DreamWorks Animation, dan The Walt Disney Company, sebuah kanal animasi independen di YouTube — yang tumbuh secara organik dengan menampilkan agresi dan sikap permusuhan AS, serta menarik jutaan penonton — tiba-tiba ditutup!! Mengapa?" tulis Baghaei di X pada Senin.

Baghaei menambahkan, "Ini semata-mata untuk menekan kebenaran tentang 'perang ilegal' mereka terhadap Iran dan melindungi narasi palsu pemerintahan Amerika dari suara-suara yang berseberangan."

Video Meme yang Menyindir Presiden Trump

Explosive Media, kelompok pembuat konten pro-Iran yang mengklaim independen namun diduga memiliki hubungan dengan pemerintah Iran, telah menghasilkan serangkaian video yang meraih jutaan penonton di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Video mereka yang terbaru memuat tulisan, "Cara menghancurkan imperialisme telah ditunjukkan kepada dunia. Trump menyerah. IRAN MENANG," yang diunggah setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April lalu.

Selain itu, video tersebut juga menyertakan akronim TACO yang berarti "Trump selalu pengecut".

Sebuah klip lain di X menampilkan sosok karikatur Trump dengan kepala besar berwarna kuning dan bagian belakang yang terbakar sambil memegang tulisan: "KEMENANGAN! Saya pecundang."

Video-video Explosive Media ini kerap menggunakan budaya populer Amerika untuk menggambarkan Trump sebagai sosok tua, terisolasi, dan mudah meledak-ledak seperti anak kecil, yang tampak jauh dari kenyataan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, larangan YouTube terhadap video-video ini bukan sekadar soal kebijakan platform terhadap konten kekerasan, melainkan juga wujud dari persaingan narasi geopolitik dalam dunia digital. Video bergaya Lego yang sederhana namun mengemas pesan politik kuat ini menjadi medium efektif untuk menyebarkan propaganda dan kritik terhadap kebijakan AS, terutama dalam konteks konflik Iran-AS yang sudah berlangsung lama.

Langkah YouTube bisa dilihat sebagai langkah yang dinilai kontroversial karena memicu perdebatan soal kebebasan berekspresi dan sensor digital. Sementara itu, bagi Iran dan kelompok pro-pemerintah, ini adalah upaya mengendalikan informasi dan membendung pengaruh narasi pro-Iran yang mulai mendapatkan audiens internasional.

Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana platform digital global mengelola konten bernuansa politik yang sensitif dan bagaimana aktor-aktor negara menggunakan media sosial sebagai medan baru perang informasi. Ini juga menjadi peringatan bagi publik agar lebih kritis dalam menyaring berbagai konten yang beredar di dunia maya.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca langsung laporan lengkapnya di Al Jazeera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad