Aktor China Xu Peng Jual Sayur Setelah Pekerjaan Digantikan AI, Apa Selanjutnya?

Jul 28, 2026 - 10:03
 0  3
Aktor China Xu Peng Jual Sayur Setelah Pekerjaan Digantikan AI, Apa Selanjutnya?

Xu Peng, aktor China yang pernah dikenal lewat peran CEO dalam drama pendek vertikal populer, kini menjalani kehidupan baru sebagai penjual sayur di kampung halamannya setelah kehilangan pekerjaan akibat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perubahan drastis ini mencerminkan bagaimana AI mengubah lanskap industri hiburan di China secara fundamental.

Ad
Ad

Perjalanan Karier Xu Peng Sebelum Kehilangan Pekerjaan

Berusia 30 tahun dan lulusan Central Academy of Drama, Xu Peng sempat menikmati puncak kariernya saat tren drama mikro meledak pada 2025. Beralih dari serial televisi ke drama pendek atas saran penggemar, ia mampu memikat banyak penonton dengan kemampuan akting yang menawan. Pada masa kejayaannya, Xu bahkan harus menjalani syuting selama 15-16 jam per hari dengan jadwal yang sangat padat.

Namun, keberhasilan ini berubah drastis ketika teknologi AI mulai mengambil alih proses produksi drama pendek. Menurut laporan dari CNBC Indonesia, pada kuartal pertama 2026, lebih dari 95% drama pendek baru di China diproduksi menggunakan AI, dengan total sekitar 128.000 judul, yang berarti sekitar 122.000 di antaranya adalah produksi AI.

Dampak AI Terhadap Industri Hiburan dan Kehidupan Xu Peng

Peralihan besar ini menyebabkan Xu Peng kehilangan seluruh peluang kerja sebagai aktor. Setelah menyelesaikan proyek terakhirnya di awal 2026, ia meninggalkan Hengdian, pusat industri film dan televisi China, dan kembali ke kampung halaman di Provinsi Shandong. Kini, ia membantu kakeknya berjualan sayur di pasar tradisional, sebuah perubahan hidup yang cukup mengejutkan bagi kerabat dan penggemarnya.

  • Xu mengendarai kendaraan listrik keluarga menuju pasar setiap hari.
  • Ia menjajakan hasil panen di bawah terik matahari, jauh dari gemerlap lampu studio.
  • Meski begitu, penggemar masih datang berkunjung ke pasar hanya untuk berfoto dengannya.

Dalam menghadapi perubahan ini, Xu mengaku tetap menerima kenyataan tersebut dan menyatakan,

"Menjadi aktor hanyalah sebuah profesi. Jika tidak ada pekerjaan akting, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya memperoleh penghasilan dengan cara yang jujur melalui kerja keras sendiri, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya lewati."

Perubahan Ekonomi dan Industri Kreatif Akibat AI

Xu Peng bukan satu-satunya yang terdampak. Media China melaporkan bahwa ledakan produksi drama pendek berbasis AI telah memengaruhi hampir 2 juta lapangan pekerjaan di sektor hiburan. Dahulu, aktor papan atas drama pendek bisa mendapatkan bayaran hingga 20.000 yuan (sekitar Rp45,4 juta) per hari, namun kini banyak yang kesulitan mendapat pekerjaan bahkan dengan bayaran 1.200 yuan (sekitar Rp2,72 juta) per hari.

AI sekarang digunakan hampir di seluruh tahapan produksi, mulai dari:

  • Penulisan naskah otomatis
  • Pembuatan karakter digital
  • Proses penyuntingan cepat dan murah

Dengan teknologi ini, satu drama pendek dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan produksi tradisional yang menggunakan aktor manusia.

Ambisi dan Harapan Xu Peng di Tengah Era AI

Walaupun sudah beralih profesi sementara, Xu menegaskan bahwa ia belum meninggalkan dunia hiburan sepenuhnya. Ia berencana membuka program pelatihan akting dan tetap ingin memproduksi drama pendek yang diperankan oleh manusia. Menurutnya, ancaman AI adalah kenyataan yang sulit diabaikan, namun ia percaya masih ada ruang bagi manusia di industri kreatif.

"Meski profesi saya berubah, saya tetap orang yang sama," ujarnya dengan optimisme.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus Xu Peng adalah cerminan nyata bagaimana kemajuan AI tidak hanya mengubah teknologi, tapi juga berdampak sosial dan ekonomi yang luas, terutama di industri kreatif yang selama ini dianggap sangat bergantung pada sentuhan manusia. Kehilangan pekerjaan secara massal di kalangan aktor drama pendek menunjukkan perlunya adaptasi cepat dan strategi baru bagi para pekerja seni agar tetap relevan.

Selain itu, fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting tentang masa depan pekerjaan di sektor kreatif dan bagaimana pemerintah maupun pelaku industri dapat memberikan perlindungan dan pelatihan ulang bagi para pekerja yang terdampak. Upaya Xu membuka pelatihan akting bisa menjadi model adaptasi yang layak dicontoh, dengan fokus menggabungkan teknologi dan keahlian manusia.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana regulasi dan inovasi akan berjalan agar teknologi AI tidak menghilangkan nilai kemanusiaan dalam seni peran. Bagi pembaca, ini menjadi pengingat bahwa perubahan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan mental dan strategi pengembangan diri.

Simak terus perkembangan industri hiburan dan tren AI di CNBC Indonesia agar tak ketinggalan informasi penting seputar masa depan pekerjaan dan teknologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad