Program JKN Kini Mengcover Semua Jenis Penyakit Kejiwaan, Apa Saja Manfaatnya?

Jul 30, 2026 - 14:41
 0  1
Program JKN Kini Mengcover Semua Jenis Penyakit Kejiwaan, Apa Saja Manfaatnya?

Penyakit kejiwaan sering kali tidak disadari oleh penderitanya maupun orang di sekitarnya. Gejala awal seperti depresi ringan, yang ditandai dengan sikap mudah tersinggung, kurang semangat, perubahan nafsu makan, kecemasan, hingga hilangnya rasa percaya diri, kerap diabaikan. Namun, kini masyarakat mendapat kabar baik bahwa Program JKN BPJS Kesehatan mengcover semua jenis penyakit kejiwaan, termasuk pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan.

Ad
Ad

Gejala dan Persepsi Penyakit Kejiwaan di Masyarakat

Banyak orang belum memahami bahwa gangguan kejiwaan seperti depresi dan anxiety merupakan penyakit serius yang membutuhkan penanganan medis. Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, menjelaskan bahwa masyarakat masih menganggap gangguan kejiwaan bukan penyakit menular sehingga sering kali tidak dianggap sebagai penyakit yang dijamin oleh Program JKN.

"Jadi orang sudah banyak yang berobat karena penyakit depresi dan anxiety terutama. Kebiasaan masyarakat kita kan kalau penyakit depresi atau bipolar itu dianggap bukan penyakit menular, sehingga dianggap tidak ditanggung oleh Program JKN BPJS Kesehatan," ujar Asyraf saat ditemui di Makassar.

Padahal, penyakit kejiwaan membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Asyraf mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit jiwa atau rumah sakit dengan layanan psikiatri jika mengalami gejala gangguan mental.

Jaminan Pengobatan Penyakit Kejiwaan Melalui Program JKN

Program JKN memberikan perlindungan komprehensif bagi pasien gangguan kejiwaan. Baik pengobatan rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan, semuanya dijamin. Asyraf menegaskan, biaya pengobatan penyakit kejiwaan tidak murah dan bisa mencapai jutaan rupiah per bulan karena proses pemulihan yang lama, namun jangan khawatir karena semua biaya tersebut ditanggung oleh Program JKN.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus gangguan kesehatan mental dari tahun 2025 ke 2026. Pada Juni 2025 tercatat 189.129 kasus dengan 47.542 jiwa penderita, dan meningkat pada tahun 2026 menjadi 210.760 kasus dengan 53.832 jiwa penderita.

Jumlah klaim pembayaran untuk pengobatan gangguan mental juga meningkat, dari Rp 74 triliun pada 2025 menjadi Rp 76 triliun pada 2026. Penyakit yang paling banyak mendapatkan perawatan adalah gangguan neurotik seperti depresi ringan, stres, dan gangguan somatoform, yaitu kelainan psikologis dengan keluhan fisik tanpa tanda fisik yang jelas, biasanya dipicu oleh stres dan tekanan pikiran.

Peran Rumah Sakit dan Tantangan Stigma Masyarakat

Sukirman, Plt. Kabid Humas RSK Dadi Makassar, mengungkapkan bahwa stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi tantangan besar. Bahkan, tindakan pemasungan yang dulu sering terjadi kini telah dilarang dan dapat berujung pada tuntutan hukum.

"Jika ada orang yang sakit kejiwaannya, sebaiknya dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Tindakan pemasungan sudah tidak dibenarkan," ujar Sukirman.

RSK Dadi Makassar memberikan kemudahan layanan bagi pasien gangguan kejiwaan, baik rawat inap maupun rawat jalan, yang semuanya dapat menggunakan fasilitas Program JKN. Untuk pasien dari luar kota, obat biasanya diberikan untuk jangka waktu satu bulan agar pengobatan tidak terputus sebelum kontrol ulang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah pemerintah melalui Program JKN yang memperluas cakupan penyakit kejiwaan adalah terobosan penting yang dapat mengubah paradigma masyarakat mengenai kesehatan mental. Selama ini, stigma dan ketidaktahuan menjadi penghambat utama bagi banyak pasien untuk mendapat penanganan yang layak.

Peningkatan jumlah kasus dan klaim pengobatan menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan mental semakin mendesak. Hal ini menandakan bahwa pemerintah dan penyedia layanan kesehatan harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas psikiatri agar mampu memberikan layanan optimal.

Kedepannya, edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya kesehatan mental dan manfaat Program JKN dalam pengobatan penyakit kejiwaan perlu diperkuat. Masyarakat harus diajak untuk lebih terbuka dan peka terhadap gangguan kejiwaan, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih awal dan efektif.

Simak perkembangan terbaru dan kebijakan terkait kesehatan mental di Indonesia melalui sumber resmi RRI dan berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad