ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor Aceh Tamiang

Jul 30, 2026 - 22:10
 0  2
ATR/BPN Percepat Pemulihan Sertipikat Korban Banjir dan Longsor Aceh Tamiang

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mempercepat proses pemulihan sertipikat tanah bagi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menargetkan penerbitan sekitar 2.000 sertipikat pengganti yang hilang atau rusak akibat bencana pada tahun 2025 dapat terselesaikan paling lambat pada akhir Desember 2026.

Ad
Ad

Dalam sambutannya di Kantor Bupati Aceh Tamiang pada Kamis, 23 Juli 2026, Nusron menyampaikan bahwa saat ini baru sekitar 120 sertipikat yang berhasil diterbitkan dari target keseluruhan. "Saya minta akhir Desember nanti semuanya sudah selesai," tegasnya, menegaskan pentingnya percepatan pemulihan dokumen penting tersebut.

Strategi Percepatan Penerbitan Sertipikat Pengganti

Untuk mempercepat proses, Menteri ATR/BPN langsung menyerahkan sembilan sertipikat pengganti kepada warga terdampak sebagai simbol komitmen pemerintah. Proses penerbitan dilakukan melalui sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan berbagai pihak terkait, sehingga masyarakat dapat segera memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah.

Menurut Nusron, percepatan penerbitan sertipikat ini sangat krusial untuk memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah masyarakat sekaligus mencegah potensi sengketa di masa depan. Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital di sektor pertanahan lewat penerapan Sertipikat Elektronik.

"Kalau tanahnya sudah disertipikatkan secara elektronik, terkena bencana bisa tetap aman. Karena seluruh data sudah tersimpan di dalam sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP). Jadi, meskipun dokumen fisiknya hilang, data hak atas tanah masyarakat tetap bisa ditelusuri," jelas Nusron.

Peran Penting Sertipikat dalam Pemulihan Pascabencana

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memberikan apresiasi atas upaya percepatan penerbitan sertipikat pengganti ini. Ia menjelaskan bahwa sertipikat bukan hanya sekedar dokumen administratif, melainkan juga perlindungan hukum dan aset penting yang mendukung keberlangsungan ekonomi keluarga korban bencana.

"Sertipikat bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan jaminan kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, serta menjadi modal bagi keberlanjutan kehidupan keluarga," ujar Armia Pahmi, menandaskan manfaat strategis sertipikat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Koordinasi dan Dukungan untuk Pembangunan Hunian Tetap

Selain pemulihan sertipikat, Kementerian ATR/BPN bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus berkoordinasi untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor. Koordinasi ini mencakup penyelesaian berbagai persoalan pertanahan sebagai bagian integral rehabilitasi wilayah terdampak bencana.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Nusron didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Achmad; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Husni.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah percepatan penerbitan sertipikat pengganti korban bencana di Aceh Tamiang bukan hanya soal administratif, melainkan kunci pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana. Sertipikat sebagai bukti kepemilikan tanah yang sah dapat mempercepat akses warga terhadap berbagai bantuan, pinjaman, dan peluang investasi yang penting untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Transformasi digital yang diinisiasi melalui Sertipikat Elektronik juga menjadi game-changer dalam pengelolaan pertanahan Indonesia. Dengan sistem digital, risiko kehilangan dokumen fisik akibat bencana dapat diminimalisir, sehingga memberikan keamanan data yang lebih tinggi serta efisiensi layanan publik.

Ke depan, publik perlu mengawasi implementasi target ini agar tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga merata dan transparan. Selain itu, integrasi data elektronik harus terus dikembangkan agar menjadi fondasi pertanahan yang kuat di seluruh daerah rawan bencana di Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca pada sumber asli berita di Asajabar.com serta berita terkait di Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad