Hindari Larangan Total Media Sosial pada Remaja, Psikolog Kenalkan Metode KREASI
Melarang remaja menggunakan media sosial secara total ternyata bukan solusi yang efektif dan malah berisiko menimbulkan perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa dari Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi., mengungkapkan bahwa pendekatan yang terlalu kaku dapat memicu kondisi psikologis bernama psychological reactance, yaitu dorongan alami untuk melawan pembatasan yang dirasakan berlebihan.
"Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi. Ketika aturan terasa terlalu mengikat, bisa muncul psychological reactance, yaitu dorongan untuk melawan pembatasan," ujar Teresa, yang akrab disapa Tesya, dalam wawancara pada Sabtu (21/3).
Menurut Tesya, pelarangan total tanpa adanya ruang dialog justru membuat remaja merasa tidak dipercaya, yang pada akhirnya meregangkan hubungan dengan orangtua dan berpotensi memicu penggunaan media sosial secara diam-diam tanpa pengawasan.
Melatih Kontrol Diri, Bukan Memaksakan Larangan
Daripada melarang total, Tesya menyarankan agar orangtua mengedepankan pendekatan pendampingan dan kesepakatan bersama. Contohnya adalah mengatur durasi penggunaan media sosial atau menetapkan zona bebas gawai di rumah.
"Tujuannya bukan hanya membatasi dari luar, tetapi membantu anak belajar mengelola diri. Kontrol diri itu perlu dilatih, bukan dipaksakan," tegas Tesya.
Lebih lanjut, pelibatan remaja dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan media sosial akan membuat mereka lebih kooperatif dan bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.
Metode KREASI: Solusi Alternatif untuk Mengurangi Ketergantungan Media Sosial
Untuk mengurangi ketergantungan remaja pada media sosial secara alami, Tesya menekankan pentingnya menyediakan alternatif aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis mereka seperti:
- K (Komunitas): Mengarahkan remaja untuk berinteraksi langsung melalui klub olahraga, komunitas seni, atau organisasi sosial.
- R (Ruang Kreatif): Menyalurkan ekspresi diri lewat menulis, menggambar, atau membuat musik tanpa harus selalu dipublikasikan.
- E (Eksplorasi Minat): Mendorong remaja untuk mencoba keterampilan baru seperti memasak, fotografi, atau coding.
- A (Aktivitas Fisik): Melakukan olahraga rutin yang membantu regulasi emosi dan menjaga kesehatan mental.
- S (Sosialisasi Offline): Membangun interaksi tatap muka dengan teman sebaya demi mengasah empati dan komunikasi.
- I (Interaksi Keluarga): Memperkuat hubungan keluarga lewat diskusi santai atau proyek bersama.
"Jika anak merasa terhubung, mampu, dan punya ruang berekspresi di dunia nyata, maka dorongan untuk mencari validasi di media sosial cenderung menurun," tutup Tesya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pendekatan pelarangan total media sosial pada remaja bukan hanya kontraproduktif tapi juga berisiko memperburuk hubungan orangtua-anak. Di tengah era digital yang sulit dihindari, kebutuhan remaja akan otonomi dan ruang berekspresi harus dihargai dan diarahkan, bukan dibatasi secara sepihak.
Metode KREASI yang diperkenalkan oleh Tesya menawarkan solusi holistik yang tidak hanya membatasi akses, tetapi lebih pada empowerment remaja untuk mengelola dirinya sendiri dengan dukungan positif dari lingkungan keluarga dan sosial. Ini merupakan langkah penting untuk membangun keseimbangan antara dunia digital dan realitas fisik yang sehat.
Ke depan, orangtua dan pendidik perlu mengadopsi pendekatan serupa yang mengutamakan dialog dan keterlibatan aktif remaja dalam pengambilan keputusan. Ini juga menjadi sinyal bagi pembuat kebijakan dan komunitas untuk menyediakan fasilitas dan program yang mendukung pengembangan minat dan aktivitas positif remaja di luar dunia maya.
Dengan demikian, diharapkan ketergantungan berlebihan pada media sosial dapat berkurang, sekaligus meminimalkan dampak negatif seperti gangguan kesehatan mental dan psikologis yang sering muncul.
Terus ikuti perkembangan dan solusi inovatif terkait perkembangan remaja dan penggunaan media sosial hanya di mediaindonesia.com.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0