Survei Terbaru: Masih Banyak Anak di Australia Akses Media Sosial Meski Ada Pembatasan

Apr 14, 2026 - 12:40
 0  4
Survei Terbaru: Masih Banyak Anak di Australia Akses Media Sosial Meski Ada Pembatasan

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Molly Rose Foundation mengungkap bahwa masih banyak anak di Australia yang mengakses media sosial meskipun pemerintah telah memberlakukan pembatasan ketat bagi anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Aturan ini mulai diterapkan pada 10 Desember 2025 sebagai upaya negara tersebut untuk melindungi anak dari dampak negatif media sosial.

Ad
Ad

Hasil Survei Molly Rose Foundation

Berdasarkan laporan Engadget pada 13 April 2026, survei yang melibatkan 1.050 anak usia 12-15 tahun di Australia pada Maret 2026 menunjukkan fakta mengejutkan. Sebanyak 61 persen responden yang sebelumnya memiliki akses ke media sosial masih memiliki setidaknya satu akun aktif, meskipun aturan pembatasan telah diberlakukan.

Selain itu, sekitar 70 persen anak-anak dalam survei menyatakan mereka dapat dengan mudah mengakses platform media sosial yang seharusnya dibatasi. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas aturan tersebut dalam praktiknya.

Aturan Pembatasan Media Sosial di Australia

Australia menjadi negara pertama yang secara resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk menggunakan media sosial tanpa izin orang tua atau pengawasan yang ketat. Kebijakan ini merupakan upaya pionir untuk menekan risiko yang ditimbulkan oleh konten negatif, bullying online, dan kecanduan digital pada anak-anak.

Namun, hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa pembatasan ini tidak berjalan sempurna di lapangan karena masih banyak anak yang berhasil mengakses akun media sosial mereka. Hal ini menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah dan regulator dalam mengawasi dan menegakkan aturan tersebut.

Respons dan Tindakan Pemerintah

Dalam menanggapi hasil survei ini, CEO Molly Rose Foundation, Andy Burrows, menyatakan:

"Hasil ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas larangan media sosial di Australia dan menunjukkan bahwa akan menjadi langkah berisiko tinggi bagi Britania Raya untuk mengikuti kebijakan tersebut saat ini."

Sementara itu, pemerintah Australia melalui eSafety Commissioner sedang melakukan evaluasi dan investigasi terhadap kepatuhan beberapa platform digital besar seperti Snapchat, TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube terhadap aturan pembatasan tersebut.

Jika terbukti melanggar, platform-platform tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga penalti yang sangat besar, mencapai 49,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp600 triliun. Keputusan terkait penegakan aturan ini dijadwalkan akan diumumkan pada pertengahan 2026.

Dampak dan Tantangan Pembatasan Media Sosial Anak

Pembatasan media sosial untuk anak-anak memang dimaksudkan untuk melindungi mereka dari berbagai risiko, namun kenyataannya membatasi akses tidak semudah yang dibayangkan. Berikut beberapa tantangan yang sedang dihadapi:

  • Kemudahan akses teknis: Anak-anak menggunakan berbagai cara untuk mengakses media sosial, termasuk akun orang tua atau akun palsu.
  • Kepatuhan platform: Belum semua platform sepenuhnya mematuhi aturan pemerintah, sehingga pengawasan menjadi sulit.
  • Peran orang tua: Kurangnya pengawasan dan pemahaman orang tua terhadap penggunaan media sosial anak.

Selain itu, isu ini juga menimbulkan perdebatan tentang bagaimana kebijakan yang tepat dan efektif untuk melindungi anak-anak tanpa membatasi hak digital mereka secara berlebihan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hasil survei ini menunjukkan bahwa penerapan aturan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia masih menghadapi banyak kendala teknis dan sosial. Larangan semata tidak cukup jika tidak dibarengi dengan edukasi digital yang kuat serta peran aktif orang tua dan sekolah dalam mengawasi dan membimbing anak.

Penting juga untuk melihat bahwa teknologi saat ini sangat cepat berkembang, sehingga strategi pembatasan harus adaptif dan mengakomodasi perubahan ini. Jika tidak, aturan yang dibuat akan mudah dihindari dan efektivitasnya menjadi minimal.

Ke depan, pemerintah Australia dan negara lain yang hendak menerapkan kebijakan serupa harus mengintegrasikan pendekatan kolaboratif antara regulator, platform digital, dan masyarakat luas agar perlindungan anak di dunia digital bisa lebih optimal. Pembatasan akses media sosial bukan satu-satunya solusi, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak-anak.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkap survei ini melalui situs resmi ANTARA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad