Dampak Penyakit Campak: Guru Besar FKUI Ungkap Risiko Jangka Panjang dan Pencegahannya

Apr 1, 2026 - 17:40
 0  4
Dampak Penyakit Campak: Guru Besar FKUI Ungkap Risiko Jangka Panjang dan Pencegahannya

Penyakit campak kembali menjadi sorotan di Indonesia meskipun kasusnya mulai menurun. Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, mengingatkan bahwa dampak penyakit ini tidak berhenti hanya setelah pasien sembuh. Ada risiko komplikasi serius yang bisa terjadi bertahun-tahun kemudian dan potensi kematian yang masih nyata.

Ad
Ad

Dampak Jangka Panjang Penyakit Campak

Dalam webinar bertajuk "Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi" yang digelar pada 1 April 2026, Prof. Hinky menjelaskan bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi berat bahkan 7 hingga 10 tahun setelah infeksi awal. Salah satu komplikasi fatal adalah gangguan otak yang muncul belakangan.

"Campak bisa menyebabkan komplikasi berat, bahkan setelah sembuh. Ada kondisi yang muncul 7 sampai 10 tahun kemudian dan berakhir fatal," ujar Prof. Hinky.

Selain itu, risiko kematian tetap mengintai. Data menunjukkan sekitar 1 dari 1.000 anak yang terinfeksi campak bisa meninggal, dan banyak lainnya mengalami komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis).

Penyebaran Cepat dan Kelompok Rentan

Prof. Hinky menegaskan bahwa campak adalah salah satu penyakit yang sangat menular, dengan satu penderita mampu menularkan virus ke 12 hingga 18 orang di sekitarnya. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit infeksi lain, sehingga penyebarannya sangat cepat bila tidak dikendalikan.

"Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke banyak orang di sekitarnya, sehingga penyebarannya bisa cepat jika tidak dikendalikan dengan baik," tambahnya.

Kelompok yang paling rentan adalah balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Namun, kasus campak juga ditemukan pada remaja hingga orang dewasa yang belum atau tidak lengkap divaksinasi.

Peran Penting Imunisasi dalam Pencegahan Campak

Menurut Prof. Hinky, imunisasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah campak. Dengan dua dosis vaksin campak, perlindungan dapat mencapai sekitar 97%, sehingga risiko sakit berat dan komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat tren kasus campak di Indonesia mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswari, mengungkapkan bahwa pada awal Januari 2026, jumlah kasus mingguan sempat mencapai sekitar 2.900 kasus, namun turun drastis menjadi 146 kasus per minggu pada minggu ke-12.

  • Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat sempat mengalami lonjakan kasus campak sebelum mulai menurun.
  • Kota-kota seperti Tangerang, Depok, dan Palembang menjadi fokus intervensi pemerintah karena angka kasus yang cukup tinggi.
  • Cakupan imunisasi di Indonesia masih belum optimal, sehingga potensi kejadian luar biasa (KLB) campak tetap ada jika tidak ditangani dengan serius.

Dr. Indri menegaskan, "Kalau masih ada kasus, artinya cakupan imunisasi kita belum mencapai target." Ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan distribusi vaksin yang lebih merata.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, berita ini menegaskan bahwa meski Indonesia mengalami penurunan kasus campak, ancaman penyakit ini belum sepenuhnya hilang. Komplikasi jangka panjang yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah bahwa campak bukan hanya penyakit ringan yang bisa diabaikan.

Selain itu, tingkat penularan yang sangat tinggi membuat campak dapat dengan mudah menjadi wabah di komunitas yang cakupan vaksinasinya rendah. Hal ini menuntut pemerintah untuk meningkatkan strategi imunisasi, terutama di daerah-daerah dengan cakupan vaksin yang masih rendah seperti yang disebutkan dalam laporan Kemenkes.

Perlu perhatian khusus juga pada kelompok usia di atas balita, seperti remaja dan dewasa muda yang mungkin belum lengkap imunisasinya. Ini penting agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan virus campak untuk menyebar kembali.

Ke depan, penting untuk terus memantau data kasus dan memperkuat edukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi lengkap. Penanganan serius terhadap campak akan menjadi indikator keberhasilan sistem kesehatan nasional dalam melindungi generasi muda dari penyakit menular yang berpotensi fatal.

Untuk informasi lengkap dan data terbaru mengenai situasi penyakit campak di Indonesia, kunjungi sumber resmi berita di CNBC Indonesia dan pantau update dari Kementerian Kesehatan RI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad