Harga BBM Pertamina Naik 27 April 2026: Daftar Lengkap Harga Terbaru
Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi PT Pertamina (Persero) resmi mengalami kenaikan sejak 18 April 2026. Kenaikan ini mencakup beberapa produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga BBM subsidi tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamina
Perubahan harga BBM non-subsidi ini cukup signifikan. Berikut rincian kenaikan harga yang berlaku hingga 27 April 2026:
- Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter
- Dexlite melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter
Sementara itu, harga BBM non-subsidi lain seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan, dengan harga masing-masing Rp12.300 dan Rp12.900 per liter.
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Harga BBM subsidi yang penting bagi masyarakat tetap dipertahankan, yaitu:
- Pertalite Rp10.000 per liter
- Biosolar (Solar subsidi atau Diesel CN48) Rp6.800 per liter
Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah dan sektor-sektor yang sangat bergantung pada BBM subsidi.
Penyesuaian Harga BBM di SPBU Lain
Tidak hanya Pertamina, beberapa operator SPBU lain juga melakukan penyesuaian harga BBM:
- BP-AKR menaikkan harga BP Ultimate Diesel dari Rp14.620 menjadi Rp25.560 per liter
- SPBU Vivo belum mengumumkan penyesuaian harga terbaru sejak 1 Maret 2026, dengan harga Revvo 92 Rp12.390, Revvo 95 Rp12.930, dan Diesel Primus Rp14.610 per liter
- Shell Indonesia melaporkan stok BBM di SPBU mereka masih belum tersedia dan terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait impor BBM tahun 2026
Daftar Harga BBM Lengkap per 27 April 2026
| SPBU | Jenis BBM | Harga per Liter (Rp) |
|---|---|---|
| Pertamina | Pertalite | 10.000 |
| Pertamax | 12.300 | |
| Pertamax Turbo | 19.400 | |
| Pertamax Green 95 | 12.900 | |
| Biosolar | 6.800 | |
| Dexlite | 23.600 | |
| Pertamina Dex | 23.900 | |
| Pertamax Pertashop | 12.200 | |
| BP | BP Ultimate | 12.930 |
| BP 92 | 12.390 | |
| BP Ultimate Diesel | 25.560 | |
| Vivo | Revvo 92 | 12.390 |
| Revvo 95 | 12.930 | |
| Diesel Primus Plus | 14.610 | |
| Shell | Shell Super | - |
| Shell V-Power | - | |
| Shell V-Power Diesel | - | |
| Shell V-Power Nitro+ | - |
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga BBM non-subsidi yang cukup drastis ini bisa menjadi beban tambahan bagi konsumen kelas menengah dan sektor industri. Pertumbuhan biaya logistik dipastikan akan terdampak, sehingga risiko inflasi semakin menguat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex yang hampir mendekati Rp24.000 per liter menandakan bahwa harga energi semakin mahal, yang berpotensi menekan aktivitas produksi dan distribusi barang.
Meski harga BBM subsidi tetap stabil, ada kekhawatiran peralihan penggunaan BBM non-subsidi ke subsidi yang bisa menimbulkan tekanan pada anggaran pemerintah dan mengganggu mekanisme subsidi yang sudah ada. Pemerintah dan Pertamina perlu mengantisipasi skenario ini dengan memperketat pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan BBM subsidi tepat sasaran.
Ke depan, publik harus terus memantau perkembangan harga BBM dan kebijakan energi nasional, terutama menjelang periode pemilu dan dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan dan harga energi. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, bisa kunjungi sumber resmi di Bisnis.com dan berita energi terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0