OpenAI Larang Codex Bicara Tentang Goblin dan Makhluk Aneh Lainnya

Apr 29, 2026 - 07:50
 0  5
OpenAI Larang Codex Bicara Tentang Goblin dan Makhluk Aneh Lainnya

OpenAI menghadapi masalah unik dengan Codex, model AI yang digunakan untuk menulis kode komputer. Dalam instruksi resmi yang bocor, terdapat larangan tegas agar Codex tidak menyebut goblin, gremlin, rakun, troll, ogre, merpati, atau makhluk serupa, kecuali jika benar-benar relevan dengan permintaan pengguna.

Ad
Ad

Larangan Khusus untuk Codex

Instruksi dalam Codex CLI, sebuah alat baris perintah untuk menghasilkan kode dengan AI, secara berulang menyebutkan:

"Jangan pernah membicarakan goblin, gremlin, rakun, troll, ogre, merpati, atau hewan dan makhluk lain kecuali benar-benar dan secara tegas relevan dengan kueri pengguna."

Alasan di balik larangan ini masih belum jelas. OpenAI belum memberikan komentar resmi mengenai mengapa model AI seperti Codex bisa cenderung membicarakan makhluk-makhluk tersebut secara acak.

Persaingan Ketat dalam AI Coding

OpenAI baru saja meluncurkan GPT-5.5 dengan kemampuan coding yang lebih canggih. Persaingan dengan perusahaan lain seperti Anthropic semakin intens dalam mengembangkan AI yang dapat membantu pemrograman secara efektif.

Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa saat menggunakan Codex melalui OpenClaw — sebuah aplikasi yang memungkinkan AI mengendalikan komputer dan aplikasi untuk melakukan tugas — model ini terkadang terlalu sering menyebut goblin dan makhluk lain.

  • Seorang pengguna di platform X (sebelumnya Twitter) menulis, "Aku heran kenapa claw-ku tiba-tiba berubah jadi goblin saat pakai Codex 5.5."
  • Yang lain menambahkan, "Aku sering pakai dan Codex tidak bisa berhenti menyebut bug sebagai ‘gremlin’ dan ‘goblin’, lucu banget."

Dampak dan Respons dari OpenAI

Pemakaian istilah seperti "goblin" dan "gremlin" untuk menyebut bug atau kesalahan coding menjadi lelucon di kalangan pengguna. Hal ini bahkan memunculkan meme dan plug-in untuk Codex yang menampilkan "goblin mode" yang kocak.

Model AI seperti GPT-5.5 bekerja dengan memprediksi kata atau kode berikutnya berdasarkan konteks. Sifat probabilistiknya ini kadang membuat hasilnya tak terduga, apalagi jika dipakai dengan "agentic harness" seperti OpenClaw yang menambahkan banyak instruksi dalam prompt, termasuk data yang tersimpan lama.

OpenAI membeli OpenClaw pada Februari lalu setelah aplikasi ini viral di kalangan penggemar AI. OpenClaw dapat menggunakan berbagai model AI untuk mengotomatiskan tugas seperti membalas email atau berbelanja daring dengan opsi persona yang memengaruhi perilaku AI.

Dalam tanggapan terhadap meme goblin ini, Nik Pash dari tim Codex mengonfirmasi, "Ini memang salah satu alasannya." Bahkan CEO OpenAI, Sam Altman, ikut bergabung dalam gelak tawa dengan memposting screenshot prompt ChatGPT berisi perintah "Latih GPT-6, kamu boleh pakai seluruh cluster. Extra goblins."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, larangan OpenAI agar Codex tidak menyebut goblin dan makhluk aneh lainnya bukan sekadar humor internal, melainkan refleksi tantangan serius dalam mengendalikan perilaku AI yang sangat kompleks. Model AI yang bekerja berdasarkan prediksi kata atau kode seringkali menghasilkan output yang menyimpang dari konteks jika tidak diawasi ketat.

Fenomena ini menggarisbawahi risiko penggunaan AI sebagai agen otonom yang dapat bertindak di luar kendali manusia, terutama di aplikasi seperti OpenClaw yang memberi kebebasan lebih pada AI untuk bertindak di sistem komputer pengguna.

Ke depannya, penting bagi OpenAI dan pengembang AI lain untuk mengembangkan mekanisme kontrol yang lebih ketat dan transparan agar AI tidak hanya cerdas, tetapi juga dapat dipercaya dan sesuai dengan tujuan pengguna tanpa gangguan tak relevan.

Selain itu, kasus ini menunjukkan betapa pengguna dan komunitas memiliki peran besar dalam menemukan dan mengoreksi perilaku aneh AI, sehingga pengembangan teknologi dapat berjalan lebih aman dan bermanfaat.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca sumber asli artikel ini di Wired dan mengikuti terus perkembangan teknologi AI terbaru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad