Perluasan Masjidil Haram 2030 Siap Tampung 5 Juta Jemaah Haji dan Umrah

Apr 28, 2026 - 22:59
 0  4
Perluasan Masjidil Haram 2030 Siap Tampung 5 Juta Jemaah Haji dan Umrah

Perluasan Masjidil Haram di Arab Saudi terus berjalan dengan target selesai pada tahun 2030 untuk menampung hingga 5 juta jemaah haji dan umrah. Proyek ini merupakan kelanjutan dari program perluasan ketiga yang dimulai pada masa pemerintahan Raja Abdullah Bin Abdulaziz Al Saud pada 2011 dan dilanjutkan oleh Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud sebagai bagian dari Program Visi 2020 dan implementasi Visi 2030 Kerajaan Arab Saudi.

Ad
Ad

Visi 2030 dan Revitalisasi Kota Suci Mekah

Dikutip dari laman Arab News, Visi 2030 Arab Saudi menetapkan Mekah sebagai pusat spiritual sekaligus pusat perdagangan dan keuangan yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika. Tujuan utama dari visi ini adalah mengembangkan infrastruktur dan layanan di Mekah agar ibadah haji dan umrah dapat berlangsung lebih nyaman dan lancar sambil memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi para peziarah.

Dalam konteks ini, revitalisasi situs-situs bersejarah Islam juga menjadi fokus penting, sehingga peziarah dapat mengunjungi tempat-tempat penting secara lebih mudah dan tertata.

Target 5 Juta Jemaah dan Sistem Haji Pintar

Laman Arab berbahasa Arab, Argaam, menyebutkan bahwa proyek pengembangan kawasan suci Al Mashaaer Al Mugaddassah dan penerapan sistem Haji pintar merupakan bagian dari strategi Kerajaan untuk menarik hingga 5 juta jemaah haji pada tahun 2030. Muddassar Ahmed, mitra pengelola Unitas Communications Ltd, menegaskan bahwa dengan jumlah jemaah yang terus meningkat, peningkatan infrastruktur dan manajemen ibadah haji menjadi kebutuhan mendesak.

“Potensi Mekah jauh lebih besar, bukan hanya sebagai ibu kota spiritual umat Muslim di seluruh dunia, tetapi juga sebagai pusat komersial dan keuangan regional,” ujarnya, menyoroti peran Mekah yang semakin berkembang.

Detail Perluasan Ketiga Masjidil Haram

Perluasan ketiga Masjidil Haram yang sedang berlangsung mencakup pembangunan tiga gerbang besar dengan masing-masing daun pintu berbobot hingga 18 ton, dioperasikan dengan kendali jarak jauh. Gerbang-gerbang ini terletak di halaman utara, berdekatan dengan Rumah Sakit Haram dan terowongan pejalan kaki yang menghubungkan Masjid Agung ke area al-Hujun dan Jarwal.

Fasilitas terowongan yang dibangun mencapai panjang sekitar 5.300 meter, terdiri dari lima terowongan—empat untuk transportasi jemaah dan satu untuk jalur darurat serta keamanan. Selain itu, terdapat kompleks layanan pusat yang meliputi pembangkit listrik, generator cadangan, sistem pendingin air, fasilitas pengelolaan sampah, waduk, dan pompa air pemadam kebakaran.

Proyek ini juga mencakup pembangunan jalan lingkar pertama sepanjang lebih dari 4.600 meter dengan jembatan dan terowongan yang mengalihkan pergerakan dari pusat kota ke pinggiran, dilengkapi dengan tiga lajur di setiap arah.

Penggusuran dan Material Konstruksi

Perluasan ini dibangun di sebelah utara Masjidil Haram setelah penggusuran 5.882 properti di distrik al-Shamiyah, al-Falq, al-Shubaikah, dan al-Qarara. Pemilik properti menerima kompensasi sesuai.

Material yang digunakan sangat masif, dengan lebih dari 13,1 miliar keping batu, 3 juta meter kubik beton, 800 ribu ton baja tulangan, serta penggunaan 210.000 meter persegi permukaan marmer dan 37.800 keping batu buatan.

Fasilitas Pendukung dan Akses Masjid

Akses ke bagian perluasan utara Masjidil Haram tersedia melalui 188 pintu masuk yang tersebar di seluruh bangunan. Infrastruktur pendukung meliputi lebih dari 12.400 fasilitas toilet, 8.650 area wudhu, 1.020 lampu gantung, 3.600 lampu dinding, dan 2.500 kotak pemadam kebakaran yang disiapkan untuk keamanan dan kenyamanan jemaah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, proyek perluasan Masjidil Haram ini bukan sekadar soal meningkatkan kapasitas fisik, melainkan juga merupakan game-changer dalam pengelolaan ibadah haji di era modern. Dengan target menampung 5 juta jemaah, Arab Saudi tengah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan jumlah peziarah yang dipicu oleh kemudahan akses, teknologi pintar, dan pengembangan infrastruktur yang matang.

Langkah besar ini juga mencerminkan ambisi Saudi untuk memperkuat posisi Mekah sebagai pusat spiritual sekaligus ekonomi dunia Muslim. Namun, tantangan besar akan datang terkait pengelolaan kerumunan dalam jumlah sangat besar, keamanan, dan kenyamanan jemaah yang harus terus dioptimalkan.

Ke depan, publik dan dunia internasional perlu mengamati bagaimana implementasi visi ini berjalan, terutama dalam memadukan tradisi ibadah dengan teknologi dan urbanisasi modern. Proyek ini juga menjadi indikator penting bagaimana Kerajaan Arab Saudi menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai keagamaan.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengakses sumber asli berita ini melalui CNN Indonesia dan laporan terkait di Arab News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad